Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kemenkeu: Resesi Bukan Seperti Hantu Tiba-tiba Datang

Admin1 by Admin1
25/09/2020
in Ekonomi
0

Jakarta – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan resesi ekonomi sering kali terjadi tidak tiba-tiba. “Jadi bukan seperti hantu yang tiba-tiba datang, kita kaget, tidak. Resesi perlambatan kegiatan ekonomi secara keseluruhan,” katanya dalam diskusi virtual, Jumat, 25 September 2020.

Febrio menjelaskan, pengertian sederhana resesi yaitu dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi negatif. Dia menuturkan tanda-tanda resesi sudah terlihat mulai dari kuartal I hingga kuartal II, di mana pertumbuhan ekonomi sudah signifikan terkoreksi.

Namun begitu, menurut Febrio, tak sedikit warga yang kaget karena Indonesia mengecap pertumbuhan ekonomi 5 persen per tahun selama 10 tahun terakhir. Begitu ada pertumbuhan ekonomi di bawah 5 persen dalam dua kuartal atau 1 kuartal, kata dia, akan menimbulkan pertanyaan soal pelambatan perekonomian.

Pertanyaan berikutnya, kata dia, apakah perlambatan itu terjadi secara berkepanjangan. Jika berkepanjangan, itu disebut resesi.

“Kalau dilihat di kuartal I melambat di bawah 5 persen, kuartal II apalagi dalam sekali, kuartal III nanti kami perkirakan di kisaran minus -2,9 hingga -1 persen, berarti sudah resesi. Perpanjangan perlambatan ekonomi kita,” ujar Febrio.

Lebih jauh, Febro berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal IV tahun ini akan membaik. Pemerintah juga berfokus untuk memperbaiki pertumbuhan kuartal terakhir 2020 tersebut.

“Kalau resesinya, memang kita sudah resesi sebenarnya dari sepanjang tahun ini. Harapannya Q4 akan baik, overall 2020 negatif, Jadi kita memang kontraksi memang alias resesi,” kata Febrio.

Sumber: Tempo

Previous Post

Pembangkang Arab Saudi Dirikan Partai Oposisi Pertama

Next Post

DPR Aceh Gelar Paripurna Jawaban Atas Interpelasi, Apa Plt Datang?

Next Post

DPR Aceh Gelar Paripurna Jawaban Atas Interpelasi, Apa Plt Datang?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Arab Saudi Jadi 18 Orang

Ohku, Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Arab Saudi Jadi 18 Orang

25/06/2026
34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

25/06/2026
3 Bulan Pascabanjir Bandang, Siswa SD-SMP di Nagan Raya Aceh Masih Belajar di Tenda

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 28 Sekolah di Aceh

25/06/2026
Pemkab Aceh Timur Bangun Kembali Sekolah Rusak Diterjang Banjir

Pemkab Aceh Timur Bangun Kembali Sekolah Rusak Diterjang Banjir

25/06/2026
Kapolda Pastikan Investasi di Aceh Aman dan Nyaman

Kapolda Pastikan Investasi di Aceh Aman dan Nyaman

25/06/2026

Terpopuler

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

23/06/2026

Meski Baru Saja Dikerjakan, Muara Lhok Pawoh Abdya Kembali Dangkal

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Kuah Pliek U dan Tawa: Saat Keluarga Besar Al Zahrah Pupuk Silaturrahmi

Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com