Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Lagi Ngetrend, Warga Cina Raup Untung dari Beternak Kecoak

Admin1 by Admin1
04/10/2020
in Ekonomi
0

Jakarta – Banyak dipandang sebagai hama dan hewan menjijikkan di banyak bagian lain di dunia, kecoak adalah tambang uang untuk sekitar 100 peternak di Cina. Tepung dari kecoa jenis Kecoak Amerika (Periplaneta americana) ini ada dalam daftar bahan baku berbagai jenis obat-obatan Cina dan kosmetik.

Sebagian besar menyebutnya baik untuk membantu menghilangkan bekas luka. Tapi ada juga yang mengkonsumsinya sebagai obat yang diyakini bisa mengempiskan ukuran tumor. Di beberapa wilayah Cina, meski tidak banyak, kecoak juga dimakan untuk nutrisi yang dimilikinya. Ada pula pengembangannya sebagai pil diet.

Satu dari antara peternakan kecoak itu adalah proyek Zhangqiubei, dekat Jinan, ibu kota Provinsi Shandong, Cina sebelah timur. Tapi berbeda dari kebanyakan dari lainnya, fasilitas di lokasi ini memproduksi pakan ternak.

“Jika kami dapat membudidayakan kecoak dalam skala yang luas, kami dapat menyediakan protein yang menguntungkan seluruh siklus ekologis,” kata kepala proyek, Li Yanrong, pada pertengahan September lalu.

Dia mengungkap tujuan mengganti kandungan antibiotik pada banyak pakan ternak saat ini dengan asupan organik yang baik untuk si ternak maupun tanah di lingkungan peternakan itu. Meski begitu Li mengatakan masih terlalu awal untuk bisa memastikan apakah proyeknya itu bisa menguntungkan untuk bisnis jangka panjang.

Saat ini, tersebar di sekitar ‘kandang’ kecoak itu adalah kandang-kandang berisi babi, bebek, ayam dan kambing. Hewan-hewan itu diberi pakan campuran tepung kecoa kaya nutrisi.

Sementara itu, ada kanal dalam mengelilingi hanggar kandang kecoak. Kanal dipenuhi ikan-ikan yang sengaja dibuat lapar. Ikan-ikan itu membantu memastikan tak ada kecoak yang lari dari balik bangunan sehingga menciptakan wabah.

Itu penting karena hanggar berisi 60 ruang atau sel di Proyek Zhangqiubei berisi total satu miliar kecoak. “Setiap hari mereka memakan 50 ton sampah dapur,” kata manajer di lokasi proyek, Yin Diansong.

Larangan nasional di Cina menggunakan sampah makanan untuk pakan babi, karena kehawatiran merebaknya penyakit demam babi Afrika, ikut mendorong pertumbuhan peternakan kecoak. Serangga berantena penyuka lingkungan yang gelap, lembap dan hangat ini dianggap sebagai senjata bioteknologi untuk membantu mengatasi ledakan sampah rumah tangga.

Selain proyek Zhangqiubei, beberapa nama peternakan kecoak yang dikenal di Cina di antaranya adalah Shandong Qiaobin Agricultural Technology Co, dan Gooddoctor. Masing-masing, pada 2018, dilaporkan memiliki aset hingga enam miliar kecoak untuk diproduksi sebagai bahan baku obat dan kosmetik.

Sumber: Tempo

Previous Post

Mayoritas Warga New Caledonia Tolak Merdeka, Pilih Tetap Dijajah Prancis

Next Post

IKAT Aceh Saweu Gampong Binaan di Aceh Tamiang

Next Post
IKAT Aceh Saweu Gampong Binaan di Aceh Tamiang

IKAT Aceh Saweu Gampong Binaan di Aceh Tamiang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kemasyuran Aceh Masa lalu dan Jejak yang Membekas Berabad-Abad di Perlis

Kemasyuran Aceh Masa lalu dan Jejak yang Membekas Berabad-Abad di Perlis

19/08/2026
Bank Aceh-TASPEN Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Dana Pensiun

Bank Aceh-TASPEN Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Dana Pensiun

19/08/2026
31.051 Nama, 931,53 Ton Beras: Siapa Menjamin Bantuan Pidie Jaya Tepat Sasaran?

31.051 Nama, 931,53 Ton Beras: Siapa Menjamin Bantuan Pidie Jaya Tepat Sasaran?

19/08/2026
SD Alam Inklusif IOS dan BENTALA Perkuat Pendidikan Lingkungan

SD Alam Inklusif IOS dan BENTALA Perkuat Pendidikan Lingkungan

19/08/2026
Kemenag Aceh Timur Kunjungi Kediaman Dua Siswi Korban Musibah Kebakaran

Kemenag Aceh Timur Kunjungi Kediaman Dua Siswi Korban Musibah Kebakaran

19/08/2026

Terpopuler

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

17/08/2026

Lagi Ngetrend, Warga Cina Raup Untung dari Beternak Kecoak

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

31.051 Nama, 931,53 Ton Beras: Siapa Menjamin Bantuan Pidie Jaya Tepat Sasaran?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com