BANDA ACEH – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar seminar online “Dari Arab ke Barat: Perjuangan Mencari Ilmu Tanpa Batas”, Kamis (8/10/2020).
Seminar tersebut menghadirkan pembicara antara lain Dr. H. Fikri Sulaiman, Lc, MA (Lulusan Timur Tengah yang melanjutkan studi ke Amerika), H. Muhammad Riza, Lc, MA, Ph.D (Lulusan Timur Tengah yang melajutkan studi ke Jerman dan Australia) serta Dr. H. Mizaj Iskandar, Lc, LLM (Sekreratis LPM UIN Ar-Raniry) sebagai moderator.
“Seminar ini bertujuan untuk memberikan tips dan trik serta memotivasi bagi calon mahasiswa yang akan kuliah di Timur Tengah dan Indonesia untuk meningkatkan daya saing ke tingkat global guna meraih khazanah keilmuan yang lebih luas,” kata Ketua IKAT Aceh, Muhammad Fadhillah, Lc, M.US.
Muhammad Riza dalam materinya menyampaikan, jika bukan sebuah kemustahilan bagi seorang thalibul ‘ilmi di negara Arab untuk melanjutkan studi ke negara Barat, bahkan ada diantara para cendekiawan Barat yang antusias untuk saling diskusi dan mengeksplorasi antar khazanah keilmuan yang berbeda.
“Bahkan ada diantara para cendekiawan barat yang antusias untuk saling diskusi dan mengeksplorasi antar khazanah keilmuan yang berbeda, demikan pula sebaliknya,” katanya.
Pamateri lainnya, Fikri Sulaiman, menekankan jika kemampuan bahasa adalah aspek yang paling penting dalam mendalami suatu ilmu,terutama untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
“Tidak dapat dipungkiri bahwasanya atmosfir keilmuan antara negara barat dengan negara lainnya memiliki jurang yang mendalam. Begitu pula dalam ranah perluasan khazanah keilmuan secara komprehensif dapat kita jumpai dengan mempelajari khazanah keilmuan yang ada di barat,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta seminar, Saiful Mahdi menilai seminar seperti ini harus sering diadakan, mengingat minimnya motivasi dan keterbukaan pikiran para siswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Begitu pula untuk mengurangi perspektif buruk terhadap keilmuan barat dan juga diskrimasi antara alumni Timur Tengah dan Barat.






