ACEH SINGKIL – Menyikapi situasi pasca penikaman seorang ustadz di Aceh Tenggara, Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Singkil mengecam keras tindakan pelaku yang dinilai telah mengusik ketenangan Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Tenggara.
Terkait hal tersebut, Ketua KPA melalui Juru Bicara KPA Wilayah Singkil, Ai Tiro kepada Atjehwatch.com mengimbau agar semua pihak saling menjaga kerukunan antar umat beragama.
“Jajaran KPA Wilayah Singkil mengajak semua anggota KPA agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan selalu menjaga kekompakan sesama anggota serta bersama-sama dengan masyarakat untuk menjaga kenyamanan di lingkungan gampong,” kata Juru Bicara KPA Wilayah Singkil, Ai Tiro, Jum’at (30/10/2020).
Lebih lanjut, Ai Tiro mengajak semua pihak agar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang bisa membawa perpecahan terjadi antar sesama masyarakat Aceh Singkil khususnya dan Aceh secara keseluruhan.
Kemudian tambah Ai Tiro, saat ini di Aceh khususnya Aceh Singkil situasinya dinilai sangat aman dan damai dan diharapkan untuk tetap dipertahankan bersama.
“Pesan saya kepada pihak yang tidak bertanggungjawab jangan coba-coba mengusik ketenangan dan kedamaian di Aceh Singkil. Bila ada pihak yang coba-coba mengusik, maka kita minta kepada pihak keamanan Polri agar menindak tegas dan hukum pelakunya sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Ai Tiro.
“Kita do’akan semoga kondisi korban penikaman cepat membaik dan tolong kepada pihak keamanan Polri tindak tegas pelakunya serta ungkap secara transparan motif di belakang kejadian tersebut,” tutup Ai Tiro.
Sebelumnya dikabarkan terjadi penikaman (penusukan) terhadap Usatadz Muhammad Zaid Maulana (36) di Masjid Desa Kandang Mbelang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara pada Kamis (29/10/2020) malam, sekitar pukul 21:30. Saat ini diketahui pria berinisial MA (37) yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan berat sudah diamankan petugas.
Reporter: Ahmad Azis








