Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

Admin by Admin
23/07/2026
in Nanggroe
0
Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

BANDA ACEH — Delapan bulan berlalu sejak bencana alam melanda sejumlah wilayah di Serambi Mekkah, ingatan dan perjuangan masyarakat Aceh untuk pulih sepenuhnya belum usai.

Namun, semangat kebangkitan tidak hanya datang dari pembangunan infrastruktur fisik dan bantuan logistik. Dari sudut Peunayong, Kota Banda Aceh, para perupa lokal memilih bersuara dan menggalang harapan lewat media kain.

Sebuah gerakan seni bertajuk “SHOW ART Melukis Kaos” resmi digagas sebagai ajang apresiasi sekaligus aksi nyata ekonomi kreatif seniman lokal.

Mengangkat tema utama 8 Bulan Aceh Setelah Bencana”, panggung live painting ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam Minggu, 25 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di pelataran Toko Olexs Kaos Aceh, Peunayong, Banda Aceh.

Pada gelaran perdana tersebut, tiga perupa Aceh bakal berkolaborasi menunjukkan proses kreatifnya secara langsung di hadapan publik.

Ketiganya adalah Iswadi Basri (perwakilan Komunitas Apotek Wareuna), Olexs (penggagas Olexs Kaos Aceh), serta Kamar Agam, seniman asal kawasan terdampak bencana Gayo yang juga bernaung di bawah Sanggar Lukis Atelier.

Dalam aksinya, para perupa tidak lagi menggunakan kanvas konvensional, melainkan kaos polos sebagai media utamanya. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung bagaimana ide, emosi, dan pesan ketangguhan digores hingga membentuk karya seni visual yang bernilai estetika tinggi sekaligus siap dikenakan (wearable art).

Refleksi dan Suara Seniman dari Daerah Bencana Bagi para seniman, agenda ini bukan sekadar pertunjukan melukis biasa. Lebih dari itu, melukis di atas media kaos menjadi media ekspresi langsung atas apa yang dirasakan masyarakat Aceh pascabencana, khususnya warga di dataran tinggi Gayo.

Kamar Agam, pelukis asal wilayah terdampak bencana Gayo yang turut dibesarkan oleh Sanggar Lukis Atelier, mengungkapkan bahwa karya-karya yang akan ia goreskan Sabtu malam nanti menyimpan pesan moral yang kuat tentang ketabahan dan harapan.

“Bencana memang menyisakan duka dan kerusakan, terutama bagi kami yang merasakan langsung di kawasan Gayo. Tapi seni tidak boleh mati bersama reruntuhan,” ujar Kamar Agam saat ditemui di sela-sela persiapan gelaran, Kamis (23/7/2026).

“Lewat media kaos ini, saya ingin menyampaikan bahwa masyarakat Aceh, khususnya daerah-daerah terdampak, punya daya juang yang luar biasa untuk bangkit.

Kaos yang kita lukis bukan sekadar pakaian yang dijual, tapi ada cerita, kenangan, dan doa yang melekat di dalamnya. Kami berharap siapa pun yang memakainya nanti ikut merasakan semangat pantang menyerah itu,” tambahnya.

Membuka Ruang Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Selain menjadi wadah katarsis dan ekspresi seni, Show Art Melukis Kaos dirancang untuk mendorong iklim ekonomi kreatif yang nyata bagi perupa daerah.

Selama ini, karya seni rupa murni kerap dinilai berjarak dari masyarakat awam karena harga kanvas yang relatif tinggi atau keterbatasan ruang pameran. Lewat medium kaos, seni rupa dihadirkan lebih merakyat, fungsional, dan memiliki nilai jual harian.

Inisiator kegiatan sekaligus pembuat merek Olexs Kaos Aceh menyatakan, konsep ini diharapkan dapat menjadi stimulus baru bagi pasar seni rupa di Banda Aceh.

Kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tunggal, melainkan diproyeksikan menjadi program mingguan yang digelar secara konsisten setiap Sabtu malam Minggu dengan merangkul berbagai pelukis dan komunitas seni lintas generasi secara bergantian.

Pelaksanaan aksi seni ruang publik ini terselenggara berkat kolaborasi lintas komunitas dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Banda Aceh, Komunitas Apotek Wareuna, Sanggar Lukis Atelier, Olexs Kaos Aceh, serta sejumlah elemen pendukung seni daerah seperti Sumboe art Community, Kana Art Institute, MaSA, dan Belajar Menggambar Mewarnai Bersama cek is.

Masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya diundang untuk hadir langsung menyaksikan proses pembuatan wearable art tersebut sambil berinteraksi dengan para seniman di kawasan Peunayong pada Sabtu malam esok.

Previous Post

Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

23/07/2026
Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

23/07/2026
Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, Guru dan Karyawan Al Zahrah Ikuti Program Tahsin Intensif

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, Guru dan Karyawan Al Zahrah Ikuti Program Tahsin Intensif

23/07/2026
Peredaran 130 Kilogram Sabu Berhasil Digagalkan, Seorang Kurir Diamankan di Aceh Timur

Peredaran 130 Kilogram Sabu Berhasil Digagalkan, Seorang Kurir Diamankan di Aceh Timur

23/07/2026
Pemkab Aceh Jaya Apresiasi Kejari Pulihkan Rp2,05 Miliar Keuangan Negara

Pemkab Aceh Jaya Apresiasi Kejari Pulihkan Rp2,05 Miliar Keuangan Negara

23/07/2026

Terpopuler

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

22/07/2026

Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com