BANDA ACEH – Komite Peralihan Aceh (KPA) meminta Mualem Muzakir Manaf untuk menegur para anggota DPR Aceh dari PA.
Alasannya, Fraksi PA DPR Aceh periode ini dinilai tidak peka dengan keistimewaan Aceh serta memperjuangkan implementasi UUPA sebagaimana amanah MoU di Helsinki.
Hal ini disampaikan Ketua KPA Singkil Sarbaini alias Teungku Agam Kuala kepada wartawan, Sabtu 5 Desember 2020.
“Kita minta Mualem menegur dewan fraksi PA. Kita lihat, kian tahun kian irit berbicara soal implementasi UUPA. Bahkan untuk tahun ini, kita lihat dewan PA makin sedikit mengadvokasi kekhususan Aceh yang belum direalisasi Pusat,” kata Sarbaini.
“Kalau cuma berbicara soal Pokir, maka dewan PA sama saja dengan partai lain. Mualem harus menegur kondisi ini, kalau mereka tak sanggup..ganti saja,” ujar Sarbaini.
“Kalau dewan PA tak mau dibebani dengan implementasi MoU Helsinki, maka kedepan jangan pakai lagi simbol simbol perjuangan Aceh dalam kampanye,” kata Sarbaini.
Sarbaini berharap Mualem berlaku tegas terhadap pengurus PA dan dewan dari PA.
“Ada tanggungjawab yang belum selesai. Kalau ini terus diabaikan, ini akan menjadi bom waktu kedepan,” ujar dia.
KPA juga menyesalkan terkait tak hadir sejumlah anggota DPR Aceh pada acara milad GAM di Meureu kemarin.
“Padahal mereka menikmati jabatan hari ini tak terlepas dari perjuangan GAM di masa lalu,” ujar Sarbaini. []











