Takengon – Salah satu pemuda Aceh Tengah Robi Sugara menilai jika perjuangan Provinsi Aceh Lauser Antara (ALA) selama ini dianggap tidak serius dan sungguh-sungguh dan hanya sebatas perbincangan di warung kopi.
Hal tersebut disampaikan Robi Sugara melihat kondisi saat ini perjuangan ALA belum efektif dan efesien lantaran ketua DPD RI LaNyala sudah melaporkan sejumlah wilayah layak untuk menjadi Provinsi baru namun tidak termasuk Provinsi ALA.
Berkaitan Laporan Ketua DPD RI tersebut, Robi Sugara menilai pejuang ALA selama ini kurang menyentuh prioritas sesungguhnya dari perjuangan ALA. Menurutnya, para tokoh pejuang ALA selama ini hanya perbincangan di warung kopi.
“Kita lihat tokoh pejuang ALA selama ini jika mengadakan pembahasan hanya di warung kopi, hal ini seolah tidak serius,” ujar Robi, Senin (7/12/2020)
Ia menambahkan, seharusnya perjuangan Provinsi ALA dibahas di forum yang lebih formal agar masyarakat juga lebih yakin terhadap perjuangan tersebut.
Menurutnya, jika memang pembahasan ALA serius, sudah pasti LaNyala merekomendasikan Provinsi ALA layak menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).
“Cobalah kita yakinkan seluruh elemen masyarakat terlebih dari gerakan yang dibangun tidak hanyak sebatas obrolan di warung kopi hal ini untuk menepis isu politik di pilkada 2022,” tutur Robi.
Sementara Itu Ketua KP3ALA, Zam Zam Mubarak menjelaskan, DPD RI bukanlah satu-satunya pintu menentukan pemekaran provinsi, pengusulan pemekaran provinsi ALA sudah lama masuk melalui pintu DPR RI dan sudah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo.
“Perjuang pemekaran provinsi bukan hanya lewat jalur DPD RI. ALA sudah lama kita perjuangkan lewat DPR RI sejak tahun 2007, Bahkan lebih kuat lagi usulan lewat DPR RI,” ungkap Zam Zam.
Ia menambahkan perjuangan ALA bukan hanya sebuah wacana warung kopi, bahkan saat ini Mentri Dalam Negeri (Mendagri) sudah mendesain Provinsi untuk ALA. Artinya, keputusan pemekaran provinsi ada di tangan Presiden.
“Yang mengatakan ALA hanya sebatas wacana warung kopi beliau keterbatasan informasi, saat peluang untuk provinsi ALA sangat besar,” tutup Zam Zam
Reporter: Romadani











