Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Mutasi Corona Buat Negara Ramai-ramai ‘Isolasi’ Inggris

Admin1 by Admin1
24/12/2020
in Internasional
0
Sejumlah Negara keluhkan Alat Uji Covid-19 dari Cina, Ini Alasannya

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Jakarta – Penemuan kasus infeksi mutasi virus corona (Covid-19) baru di Inggris memicu kewaspadaan dan kekhawatiran dunia.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson memperingatkan, virus ini 70 persen lebih cepat menular.

Johnson menganggap kemunculan jenis baru virus corona ini menjadi penyebab lonjakan penularan Covid-19 di London dan selatan Inggris dalam beberapa waktu terakhir.

Puluhan negara segera memberlakukan larangan dan pembatasan kedatangan (travel ban) turis dari/ke Inggris demi mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19 yang disebabkan jenis baru virus corona baru tersebut. Mulai dari Kanada, Prancis, Rusia, Argentina, Belanda, Ceko, Estonia, Denmark, Hong Kong, Iran Maroko, Turki, India, Australia, hingga Indonesia melarang masuknya warga negara Inggris.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa pemerintah melarang WNA dari Inggris memasuki wilayah Indonesia baik secara langsung maupun transit dari negara lain.

Namun, bagi WNA dan WNI dari wilayah Eropa dan Australia serta WNI dari Inggris diberikan pengecualian untuk tetap bisa masuk ke wilayah Indonesia dengan syarat, yakni harus menunjukkan hasil negatif tes menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di negara asal yang berlaku maksimal 2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan.

Setelah hasil PCR negatif, WNA dan WNI dari Eropa dan Australia, serta WNI dari Inggris harus melakukan karantina selama minimal lima hari di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah.

Wiku menyebut, pemerintah dalam hal ini telah menyediakan 17 hotel dengan kapasitas 3.570 kamar sebagai tempat isolasi mandiri. Setelah itu, mereka wajib melakukan tes PCR ulang. Apabila hasilnya negatif, maka pelaku perjalanan WNA non-Inggris itu diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanannya di Indonesia.

Walaupun negara-negara telah ramai menutup perbatasan dari Inggris, mutasi virus corona tersebut sudah terdeteksi di sejumlah negara Eropa.

Lembaga Pusat Pencegahan dan Pengendalian Wabah Eropa (ECDC) menyatakan, infeksi virus corona jenis baru telah ditemukan di beberapa negara di Benua Biru seperti Islandia, Denmark, dan Belanda.

Sementara itu, beberapa media lokal melaporkan kasus penularan serupa juga telah terdeteksi di Belgia dan Italia dalam beberapa hari terakhir.

Varian baru virus corona dari Inggris itu juga terdeteksi di negara bagian New South Wales, Australia. Pemerintah negara bagian mendeteksi kasus infeksi mutasi corona terhadap dua orang penduduk yang baru kembali dari Inggris pada Selasa (22/12).

Kepala Dinas Kesehatan New South Wales, dr. Kerry Chant, menyatakan bahwa dua orang tersebut dinyatakan positif Covid-19 saat tiba di Australia. Setelah spesimen mereka diteliti lebih lanjut, ternyata virus yang menginfeksi mereka adalah jenis yang sudah bermutasi.

Di Sydney, Menteri Besar New South Wales menyatakan, jenis virus yang menulari sejumlah orang di Pantai Avalon mirip dengan yang terdeteksi dari pasangan yang baru pulang dari Inggris tersebut.

Meski penemuan kasus corona jenis baru ramai dibicarakan sejak akhir pekan lalu, seorang analis kesehatan independen Inggris, dr. John Campbell mengatakan, mutasi virus corona itu pertama kali terdeteksi pada akhir September lalu di Kent, Inggris.

Sejauh ini, para peneliti di Inggris belum bisa membuktikan apakah virus itu lebih ganas dan membuat orang yang tertular menampakkan gejala yang lebih parah.

Sementara itu, Afrika Selatan juga menemukan varian baru virus corona yang berbeda dari yang ditemukan di Inggris. Pemerintah Afrika Selatan menyatakan, mutasi virus Covid-19 yang ditemukan di negara itu memicu lonjakan infeksi hingga jumlah pasien yang meninggal.

Dilansir Associated Press, Selasa (22/12), menurut pejabat lembaga kesehatan dan peneliti, jenis baru virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan itu diberi nama 501.V2. Dari penelusuran, sebagian besar kasus infeksi Covid-19 di negara itu saat ini tertular virus jenis baru itu.

Virus Covid-19 jenis baru di Afrika Selatan ini dilaporkan lebih cepat menular ketimbang mutasi virus yang ditemukan di Inggris.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Rusia Mengaku Tak Berharap Banyak pada Pemerintahan Biden

Next Post

Cegah Keramaian, Warkop di Aceh Wajib Tutup Jam 22.00 WIB

Next Post
Tak Patuh Aturan Jaga Jarak, Warkop di Aceh Bakal Ditutup

Cegah Keramaian, Warkop di Aceh Wajib Tutup Jam 22.00 WIB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Aceh Besar Distribusikan Air ke Sawah Terdampak Kekeringan

Pemkab Aceh Besar Distribusikan Air ke Sawah Terdampak Kekeringan

24/08/2026
Al-Farlaky Pimpin Rapat Percepatan Huntap, Tekankan Data Akurat dan Kualitas Pembangunan

Al-Farlaky Pimpin Rapat Percepatan Huntap, Tekankan Data Akurat dan Kualitas Pembangunan

24/08/2026
Hikayat Dangdeuria Hadir di Pasar Seni Putroe Phang

Hikayat Dangdeuria Hadir di Pasar Seni Putroe Phang

24/08/2026
Kemenag Banda Aceh Bersama IPARI Gelar Gerakan Shalawat Kebangsaan

Kemenag Banda Aceh Bersama IPARI Gelar Gerakan Shalawat Kebangsaan

24/08/2026
Dosen Unimal dan Sejumlah Perguruan Tinggi Kolaborasi Dampingi UMKM Aceh Tengah

Dosen Unimal dan Sejumlah Perguruan Tinggi Kolaborasi Dampingi UMKM Aceh Tengah

24/08/2026

Terpopuler

Polda Aceh Bidik Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Bebek Petelur

Polda Aceh Bidik Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Bebek Petelur

23/08/2026

Para Sekda Loyalis yang ‘Tumbang’ di Tahun Kedua Mualem-Dekfad

Presiden atau Gubernur Yang Berhentikan Sekda?

Mutasi Corona Buat Negara Ramai-ramai ‘Isolasi’ Inggris

YARA Minta Kasus Penganiayaan Siswa SMA di Bener Meriah Ditindak Tegas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com