Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Tinjau Tambak Udang di Idi, Wali Nanggroe: Peningkatan Ekonomi Dimulai dari Gampong

Atjeh Watch by Atjeh Watch
30/01/2021
in Lintas Timur
0

Idi – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar mengatakan, peningkatan ekonomi Aceh harus dimulai dari tingkat gampong. Hal itu disampaikannya usai meninjau lokasi penaburan benih udang vaname di salah satu gampong, Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu 30 Januari 2021.

Didampingi Bupati Aceh Timur Tgk. Hasballah M. Thaib atau yang akrab disapa Rocky, Wali Nanggroe terlihat begitu bersemangat saat memantau lokasi tambak di kawasan tersebut.

Perlu diketahui, lokasi yang dikunjungi Wali Nanggroe tersebut merupakan salahsatu tambak udang program Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk menggalakkan budidaya udang vaname di lahan seluas 10 ribu hektar yang ada di kabupaten tersebut.

“Ini merupakan percontohan untuk kelompok tani yang ada di Idie Timur. Saya ingin melakukan produksi udang terbesar di seluruh wilayah Aceh Timur,” kata Bupati Rocky sembari menambahkan, Aceh timur memiliki potensi tambak yang sangat luas, yaitu 18.500 ribu hektar yang selama ini terbengkalai

“Kami ingin membangun suatu kawasan ekonomi baru. Karena itu butuh dukungan dari semua pihak, khususya dari Wali Nanggroe,” ucap Rocky.

Wali Nanggroe mengaku sangat senang dan bangga atas inisiatif yang dilakukan oleh Bupati Rocky. “Sebenarnya dalam cita-cita saya, seharusnya beginilah kita membangun Aceh. Tingkatkan ekonomi dimulai dari gampong dengan melibatkan masyarakat secara luas,” ungkap Wali Nanggroe.

Kata Wali Nanggroe, tidak ada satu pun pihak yang memungkiri bahwa Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang amat kaya. Hanya saja, selama ini kurang mendapat perhatian sehingga masih banyak masyarakat Aceh yang tidak punya pekerjaan atau pengangguran. ”Padahal kalau ada inisiatif seperti ini (di Aceh Timur) akan memberikan banyak pekerjaan bagi masyarakat gampong.”

Selain itu, khususnya di Aceh Timur Wali Nanggroe mengungkapkan rasa bangga karena program budidaya udang vaname tidak merusak alam. “Disamping mendapat rizki ekonomi, alam harus tetap terjaga.”

Wali Nanggroe juga menjelaskan, budidaya udang vaname memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Hanya dalam masa tiga bulan dalam satu hektar tambak dapat menghasilkan 50 ton udang. Dalam masa satu tahun bisa dua atau tiga kali siklus panen.

“Program-program seperti ini bisa meningkatkan potensi pemanfaatan lahan dan SDM terpakai, memberi hasil yang cukup lumayan, dan terjaga kita punya lingkungan,” sebut Wali Nanggroe.

Berkunjung ke rumah duka Abu Sanusi dan Nek Tu

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Aceh Timur, Wali Nanggroe juga menyempatkan diri secara khusus untuk bertakziah ke rumah duka almarhum Tgk Sanusi Bin Muhammad Abu Sanusi. Seperti diketahui, salah seorang pejuang GAM di Aceh Timur tersebut meninggal dunia pada 29 Desember 2020 lalu.

Selain itu, Wali Nanggroe juga berkunjung ke rumah duka Ridwan Abubakar. Pada 25 Desember 2020 lalu, Ibunda dari tokoh perjuangan GAM di Aceh Timur yang akrab disapa Nek Tu tersebut meninggal dunia.

“Semoga amal ibadah almarhum Hj. Zainah Binti Ali (ibunda Nek Tu) diterima di sisi Allah SWT,” ucap Wali Nanggroe. Usai takziah, Wali Nanggroe terlihat berbincang-binang dengan Nek Tu dalam suasana penuh keakraban.[]

Previous Post

Honda Beat Kontra L300 Pick Up, Kasatpolpp Abdya Meninggal Dunia

Next Post

NU Diklaim Maafkan Abu Janda soal cuitan ‘Islam Arogan’

Next Post

NU Diklaim Maafkan Abu Janda soal cuitan 'Islam Arogan'

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kabid SMK Disdik Aceh Jadi Observer WorldSkills di Shanghai

Kabid SMK Disdik Aceh Jadi Observer WorldSkills di Shanghai

26/09/2026
Cut Fera Gantikan Aditya Pimpin RSUD Pidie Jaya

Cut Fera Gantikan Aditya Pimpin RSUD Pidie Jaya

26/09/2026
Dari Anak Rantau hingga 50 Ribu Pembaca, Kisah Nikmat Harahap Membangun Mimpi Lewat Tulisan

Dari Anak Rantau hingga 50 Ribu Pembaca, Kisah Nikmat Harahap Membangun Mimpi Lewat Tulisan

26/09/2026
Sibral Balik Hantam Tudingan Hasan: Tak Hadir Bukan Tak Dilibatkan

Sibral Balik Hantam Tudingan Hasan: Tak Hadir Bukan Tak Dilibatkan

26/09/2026
Sepekan, Polres Pidie Jaya Ungkap 4 Kasus Narkotika, 2,1 Kg Ganja Disita

Sepekan, Polres Pidie Jaya Ungkap 4 Kasus Narkotika, 2,1 Kg Ganja Disita

26/09/2026

Terpopuler

Tinjau Tambak Udang di Idi, Wali Nanggroe: Peningkatan Ekonomi Dimulai dari Gampong

30/01/2021

Kunci Dipinjam untuk Cek Aset, Kantor Dekopinwil Aceh Malah Berubah Jadi Kantor REDD

Ohku, Wabup Ngaku Tak Diajak, Siapa Kuasai APBK Pidie Jaya?

Sibral Balik Hantam Tudingan Hasan: Tak Hadir Bukan Tak Dilibatkan

Melati yang Mekar dari Sigli

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com