Banda Aceh – Lembaga sosial kemanusian terbesar di Turki, IHH (İnsan Hak ve Hürriyetleri ve İnsani Yardım Vakfı) menyambangi sekretariat Lembaga Pendidikan dan pusat kegiatan belajar masyarakat RUMAN (Rumah baca aneuk nangroe) Aceh pada Jumat pagi 29 Januari 2021 di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.
Mehmet Suayip Altun, Koordinator IHH di Asia bersama seorang pendampingnya, diterima langsung Pendiri RUMAN Aceh, Ahmad Arif yang didampingi Ketua PKBM RUMAN Aceh, Rizky Sopya, S.Pd., Ketua TBM (taman bacaan masyarkat) RUMAN Aceh, Fadillah Islami Chaniago, S.I.Kom dan Dian Elyta, S.Pd., Bendahara Sekolah TK RUMAN Aceh.
Dengan menggunakan bahasa Arab, pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam itu penuh nuansa kekeluargaan. Karena Ahmad Arif dan Rizky Sopya pernah menjadi bagian dari program IHH selama 6 bulan pasca tsunami 16 tahun lalu.
“Kami ingin menjajaki kerjasama dengan Ruman Aceh berdasarkan informasi dan rekomendasi yang kami dapatkan dari beberapa orang. Hari ini kami hendak menyamakan persepsi terlebih dahulu, sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Alhamdulillah, IHH dan Ruman Aceh berada dalam frrekwensi yang sama,” ujar Suayip.
IHH Asia, imbuh Suayip, ingin terus melanjutkan khidmahnya bagi masyarakat yang masih riskan dan cenderung terpinggirkan secara sosial. Banyak hal yang ingin IHH lakukan di lapangan agar hadir kebahagiaan buat kategori masyarakat tersebut.
“Kita akan coba mereplikasi program-program IHH yang telah berhasil di berbagai belahan dunia. Tentunya akan ada penyesuaian sesuai dengan kultur masyarakat tempatan, termasuk Aceh,” imbuhnya.
Sementara itu, Pendiri RUMAN Aceh, Ahmad Arif menyambut baik niat mulia IHH Asia tersebut. Pihaknya selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang memang benar-benar membuthukan, bukan sekedar menginginkan atau ikut-ikutan.
“Kita merasa terhormat dan bahagia atas kedatangan dan niat baik IHH yang telah sangat berpengalaman dalam melakukan program sosial kemanusiaan di lebih dari 100 negara di berbagai benua. Ruman Aceh akan berusaha maksimal dalam mewujudkan niat baik ini,” ungkap Arif.
Ruman Aceh, kata Arif menambahkan, melakukan khidmahnya di atas tiga fondasi utama sejak mulai melakukan kegiatan rutin pada 8/4/2013. Satu, murni sosial dan kebajikan. Dua, berdiri di atas dan untuk semua golongan atau independen. Tiga, hana fee.
“Kita welcome terhadap siapa saja, selama masih sesuai dengan 3 fondasi utama tersebut. Dan kita telah membuktikannya dengan menolak tawaran donasi Rp1.5 M, juga menolak tawaran Rp 200 juta, karena tidak sesuai dengan prinsip tersebut,” kata Arif.









