LANGSA – DPW Partai Aceh Kota Langsa mengadakan pendidikan politik untuk DPW Muda Seudang yang merupakan Sayap Partai Aceh di Aula Hutan Kota Langsa, Selasa 2 Februari 2021.
Ketua DPW Partai Aceh Kota Langsa, Teungku Usman Abdullah S.E dalam sambutannya pada pembukaan pendidikan politik itu menyampaikan bahwa hadirnya Muda Seudang sebagai Sayap Partai Aceh di Kota Langsa menjadi estafet baru ditubuh Partai Aceh Kota Langsa.
Muda Seudang Kota Langsa diharapkan mampu menjadi agent of change di Kota Langsa, bahkan menjadi motor penggerakkan perjuangan politik untuk kepentingan pemerintah.
“Aceh pada dasarnya punya modal besar untuk Pemerintah Indonesia contoh seperti yang sudah dilakukan Bappeda menjadi Bappenas, MUI yang diadopsi dari MPU Aceh, Norma Calon Independen menjadi norma hukum nasional dan dibolehkannya secara nasional di UU Pilkada,” ungkap Usman yang juga Walikota Langsa.
Disisi lain, Teungku Zulkarnaini Hamzah selaku Sekretaris Tuha Peut Partai Aceh yang juga ikut membuka acara mendorong kader Muda Seudang Aceh untuk ‘berperang kembali’ dalam konteks kekinian.
“Artinya kita harus berperang kembali dalam memerangi ketidakadilan ekonomi, ketimpangan sosial, ketidakadilan hukum, bahkan memerangi maraknya narkoba yang meracuni pemuda Aceh,” ujar Tgk Ni, sapaan akrab Ketua Mualimin Aceh itu.
Dalam kesempatan lain, Muhammad Ridwansyah, M.H., selaku Koordinator Pembentukan DPW Muda Seudang Partai Aceh Kota Langsa mengatakan bahwa ide pembentukan Muda Seudang Sayap Partai Aceh ini menjadi amanah pimpinan DPA-Partai Aceh,.
“Agar menjadi edukasi perpolitikan milineal Partai Aceh ke depan nya diseluruh kabupaten/kota yang ada di Aceh,” kata Muhammad Ridwansyah yang juga alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.
Agam Nur Muhajir selaku Ketua Umum DPP Muda Seudang Aceh mendorong agenda pembentukan DPW Kabupaten/Kota seluruh Aceh agar menjadi modal sosial untuk kedepannya dalam membangun Aceh.
“Semoga ini menjadi langkah awal kita berbuat untuk Aceh, kami ingin mengajak segenap pemuda/i Aceh terlibat langsung dalam membuat perubahan untuk menjadikan Aceh lebih baik,” ujar Agam.
Di siang harinya, pada sesi Pendidikan Politik Muda Seudang Partai Aceh Kota Langsa, Materi pertama di isi oleh Dr. Usman Ibrahim selaku Dosen Sejarah Universitas Samudra yang menjelaskan Sejarah Aceh everything is all.
“Artinya catatan Sejarah Aceh harus menjadi pedoman bagi anak Muda Seudang ke depannya ketika memimpin. Karena Aceh selalu unggul dalam segala bidang, hal ini harus dipertahankan dengan baik ke depannya,” cetus Usman Ibrahim dalam sesi materinya.
Disamping itu, Ir. Azhar Abdurahman, Sekretaris Fraksi Partai Aceh di DPR Aceh menjelaskan bahwa Sejarah Partai Aceh itu penuh dinamika, pun juga amanah MoU Helsinki dan Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.
“Kami berharap hadirnya Muda Seudang di tengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan cita-cita rakyat Aceh, menegakkan marwah bangsa, agama dan negara,” harapnya.









