Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Proyek Limbah di Makam Indatu

Admin1 by Admin1
01/03/2021
in Kolom
0
Peusaba Aceh Protes Proyek Pembuangan Tinja di Makam Ulama Gampong Pande Berlanjut

Banda Aceh adalah sebuah kota tua, yang dulunya berdiri dan berkembang sebuah kerajaan terkenal di Nusantara, Asia Tenggara, sampai ke Turki Usmani yaitu Kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan serta dipersatukan oleh Sultan Ali Alaidin Mughayat Syah pada tahun 1514.

Tentu Aceh adalah sebuah kerajaan dan bangsa besar, sudah barang pasti meninggalkan berbagai jejak-jejak sejarah situs, cagar, batu nisan, dokumen-dokumen, benda sejarah, berbagai pusaka, peradaban dan sebagainya.

Berbagai peninggalan dan peradaban sejarah, sebuah suku bangsa harus memahami dan mengetahui identitasnya, sebagai dasar pijakan untuk menyosong peradaban baru pada masa kini, dalam mencapai cita-cita, harapan, dan arah kehidupan sosial masyarakat.

Maka penting bagi pamangku kekuasaan dalam sebuah daerah menjaga, merawat, memelihara, mendalami dan memperluas kajian riset penelitian, untuk dikisahkan melalui kajian sejarah masa lalu, kini dan akan datang, sebagai dasar pijakan dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan sosial politik, budaya, ekonomi dan pendidikan.

Banda Aceh Kota Pusaka, Kota Tua, yang banyak meninggalkan berbagai peninggalan sejarah, harus dijaga dan dipelihara oleh penguasa, bukan hanya dalam cerita, namun benar-benar dalam realita, bukan basa-basi, tepati janji, untuk menjaga khasanah sejarah Aceh, yang begitu berharga seperti beberapa titik di indikasi oleh para peneliti sejarah, arkeologi dan para pakar ilmu sosial lainnya, bahwa Banda Aceh salah satu Kota peninggalan peradaban Islam yang patut dilindungi, dihormati, dirawat seperti dikawasan Gampong Jawa, dan Gampong Pande.

Rencana pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, oleh Pemerintah Banda Aceh, sudah sangat wajar bila masyarakat, peneliti, dan akademisi protes atas kebijakan Walikota Banda Aceh tersebut.

karena kami menilai pembangunan tersebut merusak dan menghilangkan jejak-jejak Peradaban Islam, serta hilang indentitas bangsa Aceh. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan titik nol Kota Banda Aceh, tempat para ulama dan bangsawan Kerajaan Aceh dimakamkan.

Sudah sewajarnya Walikota Banda Aceh segera menunda pelaksanaan pembangunan IPAL tersebut, dan kalau pun kemudian ada versi pemerintah soal temuan riset peneliti arkeologi berbeda dengan versi para peneliti lainnya, alangkah bagusnya dipertemukan dalam sebuah seminar, agar temuan versi pemerintah dan versi peneliti lainnya melahirkan sebuah kesepakatan keilmuan tetang temuan situs sejarah tersebut.

Hanya jalan musyawarah solusinya dengan melibatkan semua komponen yang ada, tidak hanya pemerintah, namun para peneliti, para keturunan raja Aceh, akademisi, ulama dan lainnya, agar ada sebuah kesepakatan, jalan keluar, biarpun membutuhkan waktu sedikit lama.

Penulis adalah Usman Lamreung, akademisi Universitas Abulyatama.

Previous Post

Kuota Pupuk Urea Bersubsidi untuk Aceh Meningkat

Next Post

Sekda Aceh Apresiasi Pelaksanaan Webinar Konferensi Internasional Pembaruan Bedah

Next Post
Sekda Aceh Apresiasi Pelaksanaan Webinar Konferensi Internasional Pembaruan Bedah

Sekda Aceh Apresiasi Pelaksanaan Webinar Konferensi Internasional Pembaruan Bedah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

21/04/2026
35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

21/04/2026
Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

21/04/2026
Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

21/04/2026
Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

Proyek Limbah di Makam Indatu

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com