Blangkejeren – Dana desa yang dikuncurkan oleh pemerintah pusat, tidak hanya untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Gayo Lues terus mewanti-wanti soal pengelolaan dana desa harus sesuai peruntukannya dan tepat sasaran. Terutama untuk menambah kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan yang tertuang dalam rancangan kerja pemerintah.
“Kita berharap dana desa yang begitu banyak harus tepat sasaran. Sehingga apa yang diharapkan masyarakat selama ini bisa terpenuhi,” Sebut Wabup Gayo Lues H.Said Sani saat memimpin pembahasan isu-isu strategis pada desa-desa yang ada di Kabupaten Gayo Lues, Rabu (04/03/2021).
Dana desa harus dimanfaatkan dengan efektif, jangan sampai dana yang begitu besar sasarannya kurang begitu tepat. Oleh sebab itu, dirinya meminta dana desa harus dipilah dan dilihat benar, mana yang menjadi skala prioritas dalam menggerakkan potensi ekonomi. Serta memberi dampak pada peningkatan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat.
Siad Sani menambahkan, mengenai BUMK yang ada di setiap desa, sebagai tempat berputarnya produk-produk masyarakat, sehingga BUMK tersebut bisa menampung dan menyalurkan ke masyarakat.
“Tidak cukup hanya menerima saja, akan tetapi mereka juga harus menyalurkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata wabup Said.
Untuk ke depannya BUMK yang mendapat suntikan modal dari dana desa, harus tetap dikontrol.
“Jangan sampai dikasih modal terus habis, tetapi tidak ada hasilnya, dan saya tidak menginginkan seperti itu,” tegas Said Sani.
Harapannya, agar regulasi-regulasi dan isu-isu strategis tentang dana desa bisa menjadi satu pemahaman, agar Kepala Desa (Pengulu) dapat melaksanakan oenyelenggaraan dan pengelolaan keuangan sesuai dengan regulasi yang menjadi skala prioritas, dengan tujuan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat atau perkapita.
Reporter: Hamsani











