Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Hilangnya Silaturahmi di Warung Kopi  

Admin1 by Admin1
09/03/2021
in Opini
0
Hilangnya Silaturahmi di Warung Kopi   

Kemajuan teknologi tak melulu berdampak positif. Salah satunya adalah handphone. Mudahnya akses informasi justru terkadang jadi pemutus silaturahmi.

 Fase 1980 hingga 1990-an, saat akses informasi dan transfortasi masih sangat sulit, setiap individu sangat menghargai waktu dan silaturahmi. Padahal, janji untuk bertemu disampaikan melalui orang perorang atau surat.

Janji tadi dijaga dengan benar-benar hingga terealisasi pada hari yang dinantikan. Silaturahmi menjadi sangat berkualitas.

Demikian juga dengan kedai kopi. Dulu, kedai kopi bukan sekedar warung bagi masyarakat Aceh. Inilah yang membuat kedai kopi menjamur di Aceh. Tak seperti di provinsi lainnya. Hal ini pula yang membuat Aceh dikenal dengan sebutan ‘Negeri Seribu Warung Kopi.’

Kedai kopi, bagi warga Aceh, adalah lokasi silaturahmi antar sesama. Kedai kopi adalah tempat diskusi. Kedai kopi adalah pusat informasi.

Namun, kalau mau jujur, kesan ini terasa berbeda dengan keadaan sekarang. Saat komunikasi dan transfortasi menjadi mudah, tapi kualitas pertemuan justru lebih rendah.

 Sebuah perbedaan zaman yang semakin hari semakin meinggalkan budaya bersilaturahmi pada saat berada di warung kopi.

Handphone mungkin bisa menjadi salah satu faktor hilangnya silaturahmi, dimana setiap warung kopi sekarang sudah dipenuhi dengan kalangan remaja yang datang ke warung kopi khusus untuk bermain game online.

Di saat kalangan tersebut sudah berkumpul sekarang sudah tidak ada lagi yang diawali dengan pembahasan paling hanya sekedar basa-basi saja, setelah itu langsung mencari tempat duduk yang nyaman dan cok sambung buat menambah daya batrai saat bermain game.

Di saat semuanya sudah ada mereka langsung  mengeluarkan handphone dan menggunakan handset, dari situlah awal hilangnya silaturahmi.

Setelah mereka sibuk dengan dunia gamenya sendiri maka mereka lupa bahwa di sekitar mereka ada orang, tanpa mereka sadari disaat mereka sibuk bermain game.

Di situlah rasa kekeluargaan  sudah tidak ada lagi, kekompakan dan kebersamaan hanya sekedar di meja warung kopi. Tidak ada lagi canda atau tawa yang biasa kita dengar di warung kopi, mendengan cerita, membuat rapat kampong atau bahkan berbagi keluh kesah, dimana masa-masa itu sudah tidak dapat di rasakan lagi.

Di situlah hilangnya salah satu budaya atau tradisi saat berada di warung kopi.

Untuk saat ini sangatlah sulit bagi kita untuk mencari teman yang di ajak ke warung kopi tidak sibuk dengan hp dan tidak bermain game. Kalaupun ada paling bisa dihitung karna semuanya sudah sibuk dengan dunia masing-masing dan sudah menjadi kebiasaan bagi mereka di saat datang ke warung kopi langsung memegang handphone.

Biasanya warung kopi bisa jadi salah satu tempat persinggahan bagi para keluarga untuk menghilangkan lelah pada saat berjalan jauh, tapi untuk sekarang tidak lagi, dimana di saat sampai di tempat persinggahan merekan bukanlah duduk dan bercerita bersama keluarga tapi mengeluarkan handphone dan membuat story atau status dimana itu sudah menjadi kebiasaan, bukan hanya di kalangan anak muda saja bahkan di kalangan orangtua juga seperti itu.

Maka dari itu rasa warung kopi sekarang sudahlah tidak meriah seperti dulu lagi, dimana warung kopi adalah tempat berkumpulkan suatu komunitas dari kalangan muda sampai orangtua, dimana warung kupi dulunya tempat berbagi cerita , dan sekarang tempat berbagi story atau status di dunia maya.

Sejauh itulah perbedaan warung kopi di jaman dulu dan sekarang, di mana rasa warung kopi dulu yang penuh canda dan tawa sekarang berubah seperti rasa kuburan.[]

Penulis adalah Zikrur Rahmat M.Pd, Ketua Prodi Penjas BBG Banda Aceh dan penikmat kopi Aceh.

Previous Post

DPC Demokrat Subulussalam Sebut KLB Deli Serdang Ilegal

Next Post

Kadishub Simeulue Jadi Penumpang Perdana KMP Aceh Hebat 1

Next Post
Kadishub Simeulue Jadi Penumpang Perdana KMP Aceh Hebat 1

Kadishub Simeulue Jadi Penumpang Perdana KMP Aceh Hebat 1

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Empat Atlet Wushu Aceh Besar Lolos PORA, Dua Raih Medali Emas di Pra Kualifikasi

Empat Atlet Wushu Aceh Besar Lolos PORA, Dua Raih Medali Emas di Pra Kualifikasi

15/05/2026
BRUS di SMAN 2 Kluet Utara: Belajar dengan Suasana Penuh Keceriaan

BRUS di SMAN 2 Kluet Utara: Belajar dengan Suasana Penuh Keceriaan

15/05/2026
Aktivis Mahasiswa Tolak Tambang di Beutong Ateuh Banggala

Aktivis Mahasiswa Tolak Tambang di Beutong Ateuh Banggala

15/05/2026
Israel Gugat NYT atas Laporan Dugaan Pelecehan Tahanan Palestina

Israel Gugat NYT atas Laporan Dugaan Pelecehan Tahanan Palestina

15/05/2026
Eks Ajudan Utama Zelensky Ditahan dalam Kasus Korupsi

Eks Ajudan Utama Zelensky Ditahan dalam Kasus Korupsi

15/05/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

14/05/2026

Koreografer Khairul Anwar Nilai Kualitas FLS3N Tari di Aceh Menurun

Senator Azhari Cage Minta Pergub JKA di Aceh Dikaji Ulang

Zul Kande Soroti Pungutan Biaya FLS3N Aceh, Minta Dinas Pendidikan Jaga Prestasi Siswa

Pemuda Muhammadiyah Abdya Desak Semua Komite Sekolah Dievaluasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com