BLANGPIDIE– Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) menghadiri dan memberikan materi tentang Pembuatan Pupuk Kompos kepada sejumlah guru dan murid SMK yang tersebar dalam wilayah kabupaten setempat.
Kegiatan yang bertema “Program Bupati Mengajar Sebagai Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten
Aceh Barat Daya” itu digelar di kompleks SMKN 5 Abdya jalan Nasional Gampong Alue Peunawa Kecamatan Babahrot, Rabu (10/03/2021).
Mengawali pidato disertai pengisian materi, Bupati Akmal Ibrahim, SH mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menyambut baik terlaksananya kegiatan Program Bupati Mengajar di SMKN 5 Aceh Barat Daya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi
Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan untuk pengembangan SMK Unggulan sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
“SMKN 5 Aceh Barat Daya merupakan satu-satunya sekolah kejuruan yang akan kita jadikan Sekolah Unggulan di bidang Pertanian dengan tema Pembuatan Pupuk Kompos,” kata Akmal.
Sektor Pertanian merupakan salah satu sektor unggulan dalam proses penyelenggaraan pembangunan daerah Kabupaten Aceh Barat Daya dengan luas lahan lebih kurang 10.267 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya.
Pemerintah Daerah, lanjut Akmal selama ini memang sangat serius dan fokus dalam pengembangan sektor pertanian, ini telah kami buktikan dengan terus berinovasi membenah ketertinggalan daerah kita dengan memodrenisasi alat-alat pertanian yang selama ini masih dilakukan dengan cara tradisional oleh para petani kita.
“Alhamdulillah mulai dari hadirnya mesin pembajak sawah, mesin pemotong padi hingga berdirinya satu kilang padi modern untuk pengolahan hasil panen masyarakat Aceh Barat Daya dengan lebih canggih,” paparnya.
Tidak hanya itu, ungkap Bupati lagi. Kami juga telah membuka peluang beroperasinya Bank Gala untuk para petani Abdya, Kemudian kami juga terus berupaya meningkatkan hasil perkebunan kita, dan Alhamdulillah salah satu produk unggulan Jengkol Abdya telah meraih legalitas dari Kementerian Pertanian RI sebagai “Jengkol Terbaik” yang ada di Indonesia. Betapa haru dan bangganya kita sebagai masyarakat yang memiliki potensi-potensi luar biasa yang dapat kita kembangkan. Dan ini semua merupakan anugerah kepada kita semua dari Allah SWT atas hasil kerja keras kita bersama.
“Perlu kita pahami bersama bahwa sektor pertanian dan ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan yang harus dilaksanakan, mengingat mata pencaharian masyarakat kita banyak di sektor pertanian, bahkan geliat ekonomi masyarakat juga cukup besar bergantung pada pertanian. Untuk itu sektor pertanian ini harus menjadi prioritas utama dalam peningkatan ekonomi masyarakat, tentunya dengan
mengikuti kemajuan teknologi saat ini,” ungkapnya.
Sebagai bentuk implementasi guna menekan laju percepatan pembangunan daerah Aceh Barat Daya khususnya bidang Pertanian, tentunya harapan besar pemerintah terletak pada anak-anak sekalian sebagai generasi muda dalam meneruskan Cita-cita Aceh Barat Daya yang makmur dan sejahtera.
“Untuk itu melalui kegiatan ini kami ingin mengajak semua dinas terkait, pihak sekolah, maupun para peserta didik untuk benar-benar ikut terlibat dalam pengembangan penguatan program keahlian pertanian dalam merumuskan langkah-langkah yang inovatif terhadap pengembangan program ini nantinya,” pinta Akmal.
Melalui tema “Pembuatan Pupuk Kompos” tersebut Bupti Akmal mengharapkan semua pelaku pertanian harus benar-benar siap memantaatkan segala bentuk komponen pembuatan pupuk kompos itu sendiri, seperti pemanfaatan kotoran ternak yang merupakan bahan utama untuk membuat pupuk kompos, kemudian bahan-bahan sisa seperti cangkang telur dan kulit pisang yang juga dapat diolah menjadi pupuk kompos.
“Perlu kita syukuri bersama bahwa, Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki potensi wilayah yang cukup mumpuni untuk kita majukan dan memiliki komoditas unggulan yang menjanjikan. Dan Pemerintah Aceh Barat Daya telah memilih sektor Pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kami membutuhkan kemauan dan kemampuan dari para pelajar SMKN 5 Aceh Barat Daya khususnya yang menggeluti bidang Agribisnis dan Tanaman Holtikultura untuk berkontribusi dan berperan aktif dalam Revitalisasi SMK menuju SMK Unggulan,” Pungkasnya.
Pada Program Bupati Mengajar
Sebagai Revitalisasu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Kabupaten Aceh Barat Daya itu turut hadir Forkompimkab Abdya, Para Asisten dan Staf Ahli Setdakab, Kepala SKPK, Unsur Forkopim Kecamatan Babahrot Kepala SMK Negeri 5 Aceh Barat Daya, Para Guru SMK yang tersebar diseluruh Abdya, Para Keujreun Chik, Keujreun, Ketua Kelompok Tani dan para undangan lainnya.
Reporter: Rusman










