Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

“Penyelesaian Persoalan IPAL dan Situs Sejarah Gampong Pande Harus Secara Ilmiah”

Admin1 by Admin1
13/03/2021
in Nanggroe
0
“Penyelesaian Persoalan IPAL dan Situs Sejarah Gampong Pande Harus Secara Ilmiah”

Banda Aceh – Polemik pembangunan IPAL yang berada di salah satu kawasan di Gampong Pande akhir-akhir ini terkesan terlalu lebay dan jauh dari subtansi solusi. Bagaimana tidak, persoalan ini seakan hanya ajang panggung politik belaka tanpa adanya langkah kongkret dan berujung kepada jalan buntu dan pemaksaan pendapat semata.

“Perlu kita ingat dan kita pahami secara seksama bahwa penetapan dan mulainya pembangunan IPAL di Gampong Pande sudah dimulai sejak tahun 2015 yakni pada pemerintahan sebelumnya, bukan pemerintahan kota saat ini. Namun dikarenakan disaat pembangunan di beberapa titik tertentu di temukan adanya situs sejarah, lalu Walikota Banda Aceh Aminullah Usman mengeluarkan kebijaksanaan untuk menghentikan sementara, mengambil kebijakan untuk melakukan pemetaan dan penelitian terlebih dahulu, tentunya tujuan Walikota agar titik yang terdapa situs sejarah dan Budaya tetap terjaga sebagaimana mestinya. Setelah adanya hasil pemetaan dengan menggunakan teknologi dan melibatkan para ahli serta dilakukan pembagian zonasi, maka di zona yang terdapat situs sejarah atau situs budaya tidak dibangun IPAL melainkan di zona lainnya yang tidak terdapat situs tersebut. Bukankah langkah itu sudah sangat bijaksana dan penuh pertimbangan, apalagi keputusan yang diambil diserahkan kepada multipihak yang berkompeten sebelum dilakukan langkah-langkah kongkret,” ungkap Koordinator Gerakan Muda Peduli Aceh (GeMPA), Akmilul Fazlan kepada media ini, Jum’at (12/03/2021).

Pun demikian, kata Fazlan, dalam pembangunan yang memiliki tujuan kemaslahatan sekalipun pro dan kontra tentunya akan terjadi, baik itu dilatar belakangi oleh kepentingan politis tertentu, bahkan hanya mendengar cerita belaka, ataupun hal lainnya yang melatarbelakangi.

“Namun demikian yang patut dipahami bahwa populasi Banda Aceh yang kian hari bertumbuh pesat tentunya membutuhkan pembangunan IPAL dengan kapasitas memadai dan hal itu relatif mendesak. Disisi lain juga tentunya harus dibangun dengan penuh kehati-hatian dalam membangunnya sehingga titik-titik yang terdapat situs sejarah atau budaya.”

“Sejauh ini langkah kebijaksanaan yang dilakukan oleh Walikota saat ini sudah relatif lebih bijaksana ketimbang sebelumnya dan kita berharap ke depannya terus dipertahankan dan ditingkatkan. Karena berbicara soal situs sejarah atau budaya sudah seyogyanya tidak sebatas dengar cerita orang atau opini orang belaka, tetapi harus secara ilmiah,” tegasnya.

Masih kata Fazlan, di lain sisi persoalan ini bisa saja menjadi panggung politik empuk bagi pihak-pihak tertentu dengan upaya mengembangkan opini tanpa memberikan pencerahan rasional.

“Tentunya miris jika persoalan situs wisata ini disimpulkan dengan dasar hanya berdasarkan kata orang yang belum tentu benar adanya. Padahal saat ini sudah zaman dimana teknologi sudah maju, sudah terdapat banyak ahli yang mumpuni. Tentunya ini akan lebih arif jika persoalan situs wisata dan sejarah Gampong Pande di selesaikan secara ilmiah dengan melibatkan para ahli di bidang tersebut, bukan malah merongrong opini tak elok yang justru merugikan publik. Apalagi kelanjutan pembangunan IPAL ini juga kebutuhan mendesak publik. Jadi, semua aspek harus menjadi pertimbangan dan mengedepankan pendekatan ilmiah,” jelasnya.

Pihaknya juga menyayangkan, ada oknum tokoh yang justeru menggiring opini berlebihan padahal ketika menjabat pihak tersebut pun hampir tak berkontribusi sama sekali untuk persoalan IPAL ini.

“Bisa dikatakan subtansi yang dimainkan itu juga tak mengacu padahal yang ilmiah, ironisnya lagi ada yang tokoh yang cuap-cuap tak tau kondisi real di Gampong Pande itu sendiri. Ini relatif menyedihkan menjadikan persoalan ini sebagai ajang politis belaka,”sebutnya.

GeMPA juga mengajak agar semua pihak dan wabil khusus warga kota Banda Aceh yang dominannya masyarakat yang cerdas untuk menjunjung tinggi pendekatan dan metode ilmiah dalam persoalan situs sejarah di Gampong Pande.

“Kita meminta kepada semua pihak dan masyarakat Banda Aceh baik penduduk asli maupun pendatang untuk tidak terperdaya dengan cerita orang namun kita berharap agar mengedepankan hasil penelitian ilmiah sebagai kesimpulan yang lebih ideal untuk dapat diambil sebagai kesimpulan terbaik. Kita juga berharap polemik pembangunan IPAL Gampong Pande dapat terselesaikan dengan bijaksana demi kemaslahatan masyarakat Banda Aceh dan Aceh secara umum,”pungkasnya.

Previous Post

Pulo Aceh ‘Si Cantik’ Kurang Kasih Sayang

Next Post

DPC Demokrat Banda Aceh Nyatakan Sikap Tolak KLB Sibolangit

Next Post
DPC Demokrat Banda Aceh Nyatakan Sikap Tolak KLB Sibolangit

DPC Demokrat Banda Aceh Nyatakan Sikap Tolak KLB Sibolangit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

“Penyelesaian Persoalan IPAL dan Situs Sejarah Gampong Pande Harus Secara Ilmiah”

“Penyelesaian Persoalan IPAL dan Situs Sejarah Gampong Pande Harus Secara Ilmiah”

13/03/2021

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com