Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Lagi, Militer Myanmar Bunuh 39 Demonstran Penentang Kudeta

Admin1 by Admin1
15/03/2021
in Internasional
0
Halau Massa Anti-Kudeta Myanmar, Tentara Duduki RS dan Kampus

Myanmar mengerahkan pasukan militer ke kampus dan rumah sakit untuk menghalau massa anti-kudeta. (Foto: REUTERS/STRINGER)

Jakarta – Militer Myanmar belum berhenti membunuh para demonstran penentang kudeta. Dikutip dari kantor berita Reuters, Militer Myanmar membunuh kurang lebih 39 demonstran dalam unjuk rasa yang berlangsung di berbagai kota pada Ahad kemarin. Dari sekian banyak kota, angka korban terbesar ada di kawasan industrial Hlaingthaya di mana beberapa pabrik perusahaan asal Cina juga terbakar.

Apa atau siapa di balik kebakaran tersebut belum diketahui sampai sekarang. Kedutaan Besar Cina di Myanmar hanya mengatakan beberapa warga mereka sempat terjebak dalam pabrik dan mengalami luka-luka. Adapun ketika kebakaran itu terjadi, Militer Myanmar menembaki para demonstran dan mengakibatkan 22 di antaranya tewas.

“Benar-benar mengerikan. Orang-orang ditembak di depan mata saya. Saya tidak akan bisa melupakan hal ini,” ujar salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya, Ahad, 15 Maret 2001.

Menurut stasiun televisi yang dikelola oleh Militer Myanmar, Myawadday, kebakaran tersebut dilakukan oleh warga. Adapun jumlah pabrik yang terbakar, kata mereka, ada empat dan merupakan pabrik garmen serta pupuk.

Tak lama setelah kebakaran itu terjadi, Militer Myanmar memberlakukan status darurat militer. Dengan status tersebut, maka militer berhak mengambil tindakan langsung dengan alasan untuk mengendalikan atau menertibkan warga yang melakukan perlawanan.

Status darurat militer tersebut diberlakukan Militer Myanmar di berbagai kota. Hlaingthaya adalah salah satunya mengingat besarnya angka korban dan kebakaran di sana. Selain Hlaingthaya, status tersebut juga diberlakukan Militer Myanmar di Yangon yang selama ini menjadi lokasi utama unjuk rasa menentang kudeta.

Militer Myanmar belum mau memberikan keterangan soal kebakaran di Hlaingthaya, korban jiwa yang terus bertambah, ataupun soal status darurat militer yang telah diberlakukan. Adapun Doctor Sasa, anggota Parlemen Myanmar yang digulingkan oleh junta militer, menyakini warga Hlaingthaya tidak bersalah dan mendukung mereka.

“Pelaku, penyerang, dan musuh dari warga Myanmar, junta militer, akan diminta pertanggungjawaban atas segala darah yang tumpah di tangan mereka,” ujar Sasa.

Dengan 39 korban baru, maka jumlah korban tewas di Myanmar sudah melebihi angka 100. Per berita ini ditulis, negara-negara yang sudah memberikan sanksi kepada Myanmar belum memberikan pernyataan apakah mereka akan memperkuat sanksi terhadap junta militer.

Sumber: Tempo

Previous Post

Susi Pudjiastuti Ogah Dipasangkan dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Next Post

Elit Aceh Tak Lagi ‘Meungom-ngom’ Soal Pilkada di 2022

Next Post

Elit Aceh Tak Lagi 'Meungom-ngom' Soal Pilkada di 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

10/06/2026
Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

10/06/2026
Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

10/06/2026
Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

10/06/2026
Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com