Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kadis Pendidikan Aceh Lepas 3 MTU ke 30 SMK di Aceh

Admin1 by Admin1
22/03/2021
in Nanggroe
0
Kadis Pendidikan Aceh Lepas 3 MTU ke 30 SMK di Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh kembali melanjutkan program pelatihan bergerak Mobile Training Unit (MTU) ke – 30 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri/Swasta di Aceh.

Pelatihan bergerak ini melibatkan tiga unit MTU didanai Swiss Solidarity, Medicor Foundation of Lichtenstein dan Swisscontact serta Swiss Foundation For Technical Cooperation telah dioperasikan berkeliling di wilayah Aceh sejak 1 Februari 2006 hingga 31 Desember 2007.

Pelepasan tiga unit truk kontrainer yang berisikan alat praktik siswa SMK ini dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, Senin, (22/03/2021), di di home base MTU Gampong Pango Raya, Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, menjelaskan tujuan pendidikan di sekolah SMK diantaranya adalah meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja dan berwirausaha.

“Untuk mendukung program pemerintah, yang dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud  yang sedang gencar merealisasikan program link and match ini, dibuat untuk mensinergikan antara pendidikan vokasi dengan industri dunia usaha kerja (Iduka),” jelas Kadis Pendidikan Aceh ini.

Ia juga mengatakan, tujuannya guna meningkatkan penyerapan lulusan sekolah vokasi agar dapat menjadi tenaga kerja handal sekaligus untuk menjadi sumber daya manusia baru yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Direktorat Jenderal pendidikan vokasi menargetkan lulusan pendidikan vokasi tidak hanya dapat bekerja, namun juga mampu berbisinis dengan membuka usaha sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri,” katanya.

Menurutnya, dalam mewujudkan dan mendukung program Pemerintah menuju Aceh Carong, Dinas Pendidikan Aceh merancang suatu program kegiatan MTU.

“Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat berfungsi sebagai company carer link untuk membantu para siswa, supaya lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan kemampuan serta membantu mereka yang mempunyai nilai terbaik untuk bisa bergabung dengan perusahaan atau industri terkemuka yang berada di kawasan regional dan internasional,” ungkapnya.

Dengan demikian, sambung Kadis Pendidikan Aceh ini, hasil yang dapat diperoleh dari kegiatan MTU itu adalah mampu mempersiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan Iduka.

“Hingga akhirnya lulusan SMK dapat terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan tenaga kerja industri maupun dunia kerja dan membangun potensi sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang semakin modern serta bisa menghasilkan lulusan dengan kualitas sumber daya manusia yang handal sebagai tenaga kerja berkualitas dan profesional serta siap bersaing dalam bekerja pada dunia usaha dan dunia industri,” lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk mencapai tujuan yang tepat dalam mempersiapkan sumber daya manusia jangka panjang sesuai bidang keahlian di SMK sebagai lingkungan yang sangat strategis.

“Karena sekolah adalah lingkungan yang sangat kompleks. Semua kegiatan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realistis serta pengorganisasian yang efektif dan efisien,” tambahnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, S.Pd, M.Pd, dalam laporannya menyebutkan, MTU didesain khusus untuk membantu masyarakat Aceh dengan menyediakan sarana dan prasarana pengembangan keahlian dan ketrampilan.

Menurutnya, pelatihan MTU tersebut bertujuan untuk penguatan peserta didik dalam kemampuan psikomotorik atau keahlian praktik serta sebagai upaya penguatan bagi sekolah-sekolah yang tidak mempunyai peralatan praktik sesuai tuntutan standar nasional pendidikan.

“Yang menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan pelatihan MTU pada tahun 2021 ini yaitu 30 SMK Negeri/Swasta. Tentunya dengan melibatkan 36 instruktur, teknisi serta supir. Mereka semua telah dilaksanakan ToT di P4TK Malang pada tahun 2008 dan 2014 lalu,” terang Kabid Pembinaan SMK ini.

Ia juga menyebutkan pada tahun ini ada sebanyak 12 kompetensi keahlian yang dibagi dalam tiga MTU tersebut dengan jumlah yang dilatih sebanyak 1.800 orang siswa yang tersebar di 30 SMK di seluruh Aceh.

Ia menambahkan, pelatihan MTU tersebut berlangsung selama 130 hari kerja dimulai sejak Maret hingga selesai dalam tahun ini. []

Previous Post

Gubernur: Kalender Event Aceh 2021, Momentum Pariwisata Aceh Bangkit

Next Post

[Opini] Masker Sekali Pakai Selama Pandemi; Dilema Baru Pencemaran Lingkungan?

Next Post
[Opini] Qanun Kawasan Tanpa Rokok Solusi Atasi Kemiskinan dan Gizi Buruk di Aceh?

[Opini] Masker Sekali Pakai Selama Pandemi; Dilema Baru Pencemaran Lingkungan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

04/08/2026
Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

04/08/2026
Maroko Buka Suara soal Ribuan Warganya Terobos Masuk Ceuta Spanyol

Maroko Buka Suara soal Ribuan Warganya Terobos Masuk Ceuta Spanyol

04/08/2026
Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

03/08/2026
Peukan Bada Terima 11,1 Ton Bantuan Ikan Segar dari DKP Aceh

Peukan Bada Terima 11,1 Ton Bantuan Ikan Segar dari DKP Aceh

03/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Kadis Pendidikan Aceh Lepas 3 MTU ke 30 SMK di Aceh

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

Jaksa Aktif Duduki Irban Khusus Pidie Jaya, Publik Menanti Ketegasan Pengawasan dan Akuntabilitas Kelola Daerah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com