CATNYA terbilang baru. Tulisan ‘Aceh Hebat’ hampir memakan seperempat badan kapal. Namun baru beberapa kali diterpa ombak Aceh, ia justru ‘merengek’ di tengah jalan.
Baru sekitar 3 Minggu berlayar secara resmi di perairan Aceh, ia sudah berulangkali mengalami sejumlah kendala. Dari rusaknya baut ramp door hingga kabar mesin mati di tengah laut. Sang kahek brat.
Ya, kapal ‘Aceh Hebat I’ kembali jadi buah bibir di laman media massa Aceh. Terutama di Facebook dan Instagram. Ada yang menyindir serta ada juga yang mengkritik.
“Kembali rusak di tengah laut. Dua kali rusak di tengah laut, dan tiga jam mati mesin. Kapal “hekbrat” ini sudah mesti diaudit secara menyeluruh. Dugaan kapal bekas makin nyata dan kebohongan mendekati kebenaran,” tulis pengguna akun bernama Adilancok di akun Facebook miliknya.
“Saya termasuk salah satu penumpang KMP Aceh Hebat 1 rute Sinabang-Calang 28/03/2021 dan merasakan bahwa pada saat itu mesin kapal mati total dan hanya getaran ombak yang terasa membentur ke badan kapal, bahkan sempat terdengar suara alarm satu kali. Tetapi kenapa dibilang hanya gangguan listrik?” tulis Junisal Ibrahim di media sosial yang sama.
Dua status tadi mewakili beragam komentar yang sama soal kapal terduga ‘Kahek Brat.’
Namun Pemerintah Aceh sepertinya masih menganggap persoalan tadi sebagai angin lalu. Pemerintah Aceh enggan berkomentar. Hanya para Pensus yang membalas dengan cuitan membela di media sosial. Tapi cuitan tersebut kian menambah pembahasan dan sorotan terkait kapal ‘kahek brat’ tadi.
Sementara pihak ASDP menyatakan mesin KMP Aceh Hebat 1 tidak mati, dan keterlambatan tiba di Calang hanya satu jam akibat cuaca.
“Saya nggak dapat informasi dari kru untuk hal itu (mesin kapal mati),” kata Agus Ramdani mewakili ASDP.
Sejatinya, kapal Aceh Hebat I baru diresmikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada Senin 9 Maret 2021 lalu. Foto peresmiannya menyebab kemana-mana.
Konon, masa pembuatan kapal ini jauh lebih singkat dari semestinya sehingga menelan anggaran yang lebih mahal.
Dari pemberitaan media massa diketahui, Gubernur Aceh Nova Iriansyah melepas keberangkatan perdana penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 1 dari Pelabuhan Calang Aceh Jaya ke Simeulue. Saat itu, Nova bersyukur karena dalam pelayaran perdana itu tingkat keterisian penumpang KMP Aceh Hebat I cukup tinggi.
Namun kemudian pelan-pelan beralih ke masalah. Hanya dalam 3 Minggu, dari tepuk tangan beralih cemoohan.
Kerusakan demi kerusakan ditemukan. Berat dugaan, kapal tersebut ‘kahek brat’ sebelum berlayar di Aceh.










