Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Hari-hari yang Menyeramkan Bagi Politisi Aceh

Admin1 by Admin1
10/04/2021
in Feature
0

POJOKAN salah satu Warkop di Banda Aceh tampak sepi dari biasanya,Sabtu pagi 10 April 2021.

Warkop ini biasanya dipenuhi para mahasiswa yang menuntut ilmu di Darussalam. Pagi hari selalu ramai dipadati pengunjung. Namun kini terlihat banyak kursi yang kosong. Ya, mayoritas mahasiswa pulang kampung, namun bukan mudik.

Hanya beberapa PNS yang terlihat ngopi di pagi hari. Saat itu memang baru pukul 08.00 WIB.

Di sisi kiri, seorang pria terlihat duduk menyendiri. Ia salah seorang politisi sekaligus dewan di DPR Aceh.

Wajahnya terlihat kusut. Berkali-kali ia menghembus asap rokoknya tinggi-tinggi.

Seolah-olah ada ‘masalah’ besar yang harus dipikulnya saat ini.

Namun ia dengan cepat memasang wajah penuh senyuman tatkala melihat atjehwatch.com juga berada di lokasi yang sama.

“Neuduek disinoe hai. Hana ureung nyoe,” kata dia mengajak ngopi bareng.

Gelas kopi di depannya sudah kosong. Ini menandakan keberadaannya di Warkopnya tersebut sudah berlangsung lama.

“Dari abeh suboh munoe lon teubit. Teugoh saket ulee bacut,” kata dia lagi.

Sang dewan mengaku memang menghindar dari komplek perumahan selama beberapa hari terakhir. Ini karena jumlah warga yang datang ke Banda Aceh dari Dapilnya terbilang tinggi sejak sepekan terakhir.

Ia hanya meminta tim yang ‘melayani’ pemilih yang datang dari Dapil-nya tersebut.

“Hana peu tajok lee.”

Para wakil rakyat, kata dia, memiliki dilema tersendiri jelang perayaan meugang di Aceh. Ini karena peringatan meugang begitu sakral bagi masyarakat Aceh.

“Dari kemarin itu sudah banyak yang telepon dan WA. Ratusan, dan saya cuma balas untuk bersabar serta saya usahakan,” ujarnya kemudian dalam bahasa Indonesia.

“Peng gaji ka abeh lon kirem keu meugang tim di lapangan. Nyoe goh lom untuk wilayah dan laen-laen. Termasuk yang jak u rumoh.”

Persekali meugang, kata dia, dirinya harus menguras dompet hingga ratusan juta rupiah. Sedangkan meugang di Aceh berlangsung 3 kali dalam setahun.

Meugang jelas puasa, meugang jelang Idul Fitri serta meugang Idul Adha.

“Meunyoe hana peu tajok, nyan dikeun macam-macam. Makajih malas lon buka media sosial siat nyoe.”

“Walau telah kita bantu bertahun-tahun, tapi sekali tidak sanggup kita penuhi, nanti pasti mereka marah-marah,” katanya sambil menarik nafas panjang.

Pembicaraan kemudian terhenti. Dua pria lainnya melambai dari kejauhan dan bergabung dengan kami. Satu orang di antaranya adalah PNS di salah satu lembaga pemerintahan. Seorang lain anggota DPRK salah satu kabupaten kota.

Pembicaraan tentang meugang kemudian kembali berlanjut. “Kon droneuh mantong. Kepala dinas mantong saket ulee,” ujar pria berstatus PNS menimpali.

“Serba salah. Covid membuat warga kian tergantung pada dewan dan para pejabat untuk hari hari khusus di Aceh. Meugang contohnya,” ujar anggota DPRK lagi.

“Semoga meugang cepat berlalu,” celoteh PNS tadi lagi sambil tertawa. []

Tags: meugang
Previous Post

Polda Aceh Tangkap Delapan Penambang Ilegal

Next Post

Al-Farlaky Silaturahmi dengan Pimpinan dan Santri Dayah di Aceh Timur

Next Post
Al-Farlaky Silaturahmi dengan Pimpinan dan Santri Dayah di Aceh Timur

Al-Farlaky Silaturahmi dengan Pimpinan dan Santri Dayah di Aceh Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

03/08/2026
Peukan Bada Terima 11,1 Ton Bantuan Ikan Segar dari DKP Aceh

Peukan Bada Terima 11,1 Ton Bantuan Ikan Segar dari DKP Aceh

03/08/2026
Staf Khusus Wali Nanggroe Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis Aceh–India dengan Konsul Jenderal India

Staf Khusus Wali Nanggroe Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis Aceh–India dengan Konsul Jenderal India

03/08/2026
460 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Direlokasi ke Gedung Baru di Punteut

460 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Direlokasi ke Gedung Baru di Punteut

03/08/2026
Polres Pidie Raih Penghargaan Kapolri, Catat Nilai IKPA Sempurna 100

Polres Pidie Raih Penghargaan Kapolri, Catat Nilai IKPA Sempurna 100

03/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Hari-hari yang Menyeramkan Bagi Politisi Aceh

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

Jaksa Aktif Duduki Irban Khusus Pidie Jaya, Publik Menanti Ketegasan Pengawasan dan Akuntabilitas Kelola Daerah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com