Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Korban Keracunan di Aceh Timur Jadi 20 Orang

Admin1 by Admin1
14/04/2021
in Lintas Timur
0
Ratusan Warga Aceh Timur Diduga Keracunan Gas yang Bocor

Foto iNews TV/Jufri Z

BANDA ACEH – Jumlah pasien gas beracun dari Sumur Alue Siwah (AS) 11 milik PT Medco EP Malaka bertambah dari 16 menjadi 20 orang. Mereka kini dirawat di rumah sakit di Kabupaten Aceh Timur, Aceh dan Banda Aceh.

“Total pasien yang dirawat menjadi 20 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Sahminan di Aceh Timur, Senin (12/4/2021).

Korban yang dirawat di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur bertambah lima orang. Saat ini total pasien menjadi 18 orang dari yang sebelumnya 13 orang.

Sedangkan pasien dirawat di RSU Graha Bunda Idi tidak bertambah yakni ada satu orang. Korban yang dirujuk dan dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh juga satu orang.

“Semua pasien dirawat di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur berangsur membaik. Kami terus memantau kondisi mereka,” kata Sahminan.

Sebelumnya, PT Medco E&P Malaka menjanjikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan warga yang terdampak akibat asap gas yang beracun dari Sumur Alue Siwah-11 milik perusahaan itu.

“Kami terus melakukan pendampingan dan memonitor perkembangan kesehatan warga dan memastikan seluruh biaya akan ditanggung Perusahaan,” kata VP Relations & Security Medco E&P Indonesia, Arif Rinaldi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur menyatakan, pengungsi akibat dampak asap gas beracun dari sumur Alue Siwah-11 milik PT Medco E&P Malaka mencapai 302 orang. Mereka berasal dari tiga dusun di Desa Paton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur.

Kepala BPBD Aceh Timur Ashadi menyebutkan, dari tiga dusun di Desa Paton Rayeuk T, pengungsi terbanyak berasal dari Dusun Bukit Mamplan. Jumlahnya mencapai 170 orang. Sementara dari Dusun Bukit Panyang sebanyak 122 orang dan Dusun Seunebok Tuha, 10 orang.

“Mereka mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam di Desa Panton Rayeuk M. Mereka mengungsi untuk menghindari keracunan gas. Kami menyiapkan dua unit tenda dan ambal di lokasi pengungsi,” katanya.

Ashadi mengatakan semua pengungsi tertangani dengan baik. Hingga kini kondisi mereka aman terkendali. Namun, kapan mereka bisa kembali ke rumah, BPBD Aceh Timur belum bisa memastikannya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur Elfiandi mengatakan, pihaknya juga telah membuka dapur umum sejak hari pertama mengungsi di lokasi pengungsian. Untuk logistik pengungsi, masih mencukupi.

“Seluruh pengungsi juga sudah tertangani dengan baik. Kami juga sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan mereka,” kata Elfiandi.

Sebelumnya, puluhan warga di Desa Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, tumbang akibat terhirup gas beracun yang berasal dari kegiatan flaring atau pembakaran gas Sumur AS-11 PT Medco EP Malaka, Jumat (9/4/2021) pagi.

Sumber: iNews.id

Previous Post

Polres Pidie Jaya Tangkap 3 Tersangka ‘Jual Beli’ Chip Game Domini

Next Post

Pemkab Simeulue Bolehkan Buka Puasa Bersama, Tapi…

Next Post
Tak Ada Tarawih dan Buka Puasa Bersama, Masjid Nabawi dan Masjidil Haram Bakal Sepi

Pemkab Simeulue Bolehkan Buka Puasa Bersama, Tapi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bedah Rumah Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Bantuan Polres Pidie Jaya Sentuh Persoalan RTLH yang Masih Membayangi Warga

Bedah Rumah Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Bantuan Polres Pidie Jaya Sentuh Persoalan RTLH yang Masih Membayangi Warga

03/07/2026
Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

03/07/2026
Visiting Professor UTM di Departemen Matematika FKIP USK, Dorong Publikasi Internasional

Visiting Professor UTM di Departemen Matematika FKIP USK, Dorong Publikasi Internasional

03/07/2026
IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

03/07/2026
Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz  Dunia

Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz Dunia

03/07/2026

Terpopuler

Ratusan Warga Aceh Timur Diduga Keracunan Gas yang Bocor

Korban Keracunan di Aceh Timur Jadi 20 Orang

14/04/2021

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

Nyan, TNI Temukan Ladang Ganja 2,5 Hektare di Aceh Besar

FDK UIN Ar-Raniry Lepas Tim KPM-PKM Internasional ke Pulau Penang Malaysia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com