Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

PM India Sebut Negaranya Dihantam ‘Badai’ Corona

Admin1 by Admin1
25/04/2021
in Internasional
0
Kematian Akibat Virus Corona di Dunia Capai 3 Juta Orang

Ilustrasi rumah sakit di India penuh akibat lonjakan kasus infeksi virus corona. (REUTERS/DANISH SIDDIQUI)

Jakarta – Perdana Menteri India Narendra Modi pada hari Minggu (25/5) mendesak semua warga untuk mengambil vaksin COVID-19 dan berhati-hati, dengan mengatakan “badai” infeksi telah mengguncang negara itu.

India telah melaporkan lebih dari 300 ribu kasus baru setiap hari selama empat hari terakhir, lebih banyak dari tempat lain di dunia sejak pandemi dimulai, menambah tekanan pada sistem kesehatan masyarakat.

“Semangat kami tinggi setelah berhasil menangani gelombang pertama,” kata Modi dalam pidato radio. “Tapi badai ini telah mengguncang bangsa.”

Bantuan dari AS
Sejumlah negara dunia termasuk Amerika Serikat menyatakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di India.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat berupaya mempercepat penyaluran bantuan untuk membantu pemerintah India dalam mengatasi lonjakan kasus Covid-19.

“Kami sedang dalam percakapan aktif di tingkat tinggi dan berencana untuk segera menyebarkan dukungan tambahan kepada Pemerintah India dan petugas kesehatan India guna membantu mereka memerangi wabah ini. Kami segera akan mengirim lebih banyak bantuan,” kata juru bicara Gedung Putih seperti yang dikutip dari REUTERS pada Minggu.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan India, jumlah kasus harian Covid-19 pada Minggu (25/4) bertambah 349.691 kasus sehingga total kasus mencapai 16,96 juta kasus, termasuk 192.311 orang meninggal dunia.

Sementara itu terkait penyaluran bantuan dari Amerika Serikat ini, perwakilan dari juru bicara Kedutaan Besar India di Washington mengatakan kepada Reuters bahwa kedua negara terlibat secara aktif di berbagai tingkatan untuk memastikan kelancaran pasokan komponen dari perusahaan AS untuk memproduksi vaksin Covid-19 di India.

Dia mengatakan komunikasi dua pihak sangat penting untuk mengidentifikasi penanganan terkait rantai pasokan medis dan mempercepat upaya vaksinasi yang sedang berlangsung.

Di tempat lain, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki pada Jumat (23/4) mengatakan pejabat AS dan India sedang bekerja untuk menemukan cara untuk membantu mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di India.

Kendati sudah menyatakan siap mengirim bantuan, AS belum memberikan jadwal pasti terkait pengiriman bantuan tersebut.

Dia mengatakan Amerika Serikat telah memberi India sekitar US$1,4 miliar dalam bentuk bantuan kesehatan, pasokan bantuan darurat, pelatihan pandemi untuk pejabat kesehatan negara bagian dan lokal India, dan ventilator.

Sebelumnya, Kamar Dagang AS telah meminta pemerintah Joe Biden untuk melepaskan jutaan dosis vaksin AstraZeneca yang disimpan untuk dikirim ke India, Brazil, dan negara-negara lain yang terkena dampak paling parah.

Sementara itu pemerintah India telah mengerahkan pesawat dan kereta militer untuk mendapatkan beberapa unit tabung oksigen untuk mencukupi pasokan rumah sakit di Delhi. Dalam misi tersebut, India telah menjangkau beberapa negara tetangga termasuk Singapura.

Dalam beberapa hari terakhir Amerika Serikat terus didesak oleh beberapa pihak untuk meningkatkan bantuan terhadap India yang diketahui sebagai mitra presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam melawan China.

Menurut laporan pengajar dari Brown University School of Public Health, Ashish Jha mengatakan bahwa negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu kini berada di ambang bencana kemanusiaan.

Dia mengatakan sekitar 2.000 orang meninggal setiap hari, tetapi kebanyakan ahli memperkirakan bahwa jumlah sebenarnya lebih banyak hingga 10 kali lipat dari angka itu.

Jha meminta AS untuk mengirim oksigen ke India, peralatan pengujian, dan peralatan pelindung pribadi berkualitas tinggi, termasuk masker wajah, dan obat-obatan untuk mengobati pasien Covid-19, termasuk obat penenang dan Remdesivir.

Jha juga mendesak pemerintahan Biden untuk berbagi kelebihan pasokan vaksin dengan India dan negara-negara lain yang mengalami krisis Covid-19.

Ia melanjutkan pihak AS juga harus mencabut kontrol ekspor pada bahan mentah pembuatan vaksin yang diberlakukan melalui Defense Production Act dan embargo ekspor yang diterapkan sejak Februari.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

[Video] Mengapa Aceh, Papua dan Maluku Ingin Merdeka?

Next Post

Kemenkes Butuh Sepekan Deteksi Mutasi Covid WN India Masuk RI

Next Post
Kemenkes Butuh Sepekan Deteksi Mutasi Covid WN India Masuk RI

Kemenkes Butuh Sepekan Deteksi Mutasi Covid WN India Masuk RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tu Bulqaini: Meski Gabung ke PKB, H. Sibral Malasyi Tetap sebagai Ketua PAS Aceh Pidie Jaya

Tu Bulqaini: Meski Gabung ke PKB, H. Sibral Malasyi Tetap sebagai Ketua PAS Aceh Pidie Jaya

04/04/2026
Disambut Bupati dan Masyarakat Abdya, Tgk Habibi Diminta Istiqamah Berdakwah

Disambut Bupati dan Masyarakat Abdya, Tgk Habibi Diminta Istiqamah Berdakwah

04/04/2026
Empat Orang Tewas Akibat Serangan Drone Israel ke Masjid di Lebanon

Empat Orang Tewas Akibat Serangan Drone Israel ke Masjid di Lebanon

04/04/2026
Dukun Cabul Ngaku Utusan Tuhan di Magetan, Terancam 12 Tahun Bui

Dukun Cabul Ngaku Utusan Tuhan di Magetan, Terancam 12 Tahun Bui

04/04/2026
Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

03/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

140 Siswa Madrasah di Aceh Besar Lulus SNBP, MAS RIAB Paling Banyak

YARA Pertanyakan Peran Polres Lhokseumawe dalam Pembongkaran Keramba Waduk Pusong: Dugaan Intimidasi Menguat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com