Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Dr. Rani Usman: Kampus di Aceh Harus Ada Pusat Studi Lintas Negara

Atjeh Watch by Atjeh Watch
28/04/2021
in Kampus
0
Dr. Rani Usman: Kampus di Aceh Harus Ada Pusat Studi Lintas Negara

BANDA ACEH – Perguruan Tinggi, khususnya di wilayah Provinsi Aceh harus membentuk Pusat Studi Lintas Negara, lembaga tersebut menjadi penting di kampus dalam rangka meneliti tentang komunikasi antar budaya, perilaku dan hal lain dari kehidupan masyarakat dari berbagai Negara.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Abdul Rani Usman, M.Si saat berkunjung ke lokasi penampungan pengungsi etnis Rohingya pada BLK Desa Mee Kandang Lhokseumawe, Selasa (27/4/2021).

Menurut Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rani Usman, Indonesia-Aceh merupakan Negara transit mereka sambil menuju Negara tujuan para pengungsi atau pencari suaka, khususnya yang telah terjadi beberapa kali dari etnis Rohingya, dan ini merupakan masalah bersama yang harus kita hadapi.

“Selama ini pengungsi etnis Rohingya yang terdampar dan tinggal di Aceh dalam jangka waktu yang lumayan lama, sebelum mereka dipindahtempatkan ke wilayah Sumatera Utara. Selama di Penampungan mereka belajar tentang komunikasi antar budaya, adat istiadat, keagamaan, mereka juga belajar tentang sopan santun atau etika kehidupan masyarakat aceh,” ujarnya.

Ditambahkan, selama ini mereka juga sangat nyaman berkomunikasi dengan orang Aceh, karena ada beberapa kesamaan, kepercayaan, budaya dan juga dari segi makanannya. Sehingga mereka sangat akrab dengan masyarakat sekitar terutama dengan lembaga dan para aktivis kemanusiaan yang selama ini telah menjaga mereka.

“Kami berkesempatan mengunjungi para pengungsi pada acara perpisahan mereka dengan lembaga terkait seperti UNHCR, IOM, Yayasan Getanyo, PMI, ACT, Tim dari Pemerintah serta masyarakat sekitar, pada kesepatan itu juga kami mengantar paket bantuan dari Pensiunan Bank Aceh,” kata Rani.

Kami melihat saat perpisahan tersebut, mereka larut dalam kesedihan dan kenangan bersama para aktivis kemanusiaan dan masyarakat desa setempat, dimana selama ini mereka sudah sangat akrab dan menyatu seperti dalam satu keluarga dan mereka juga merasa tidak kekurangan, berbagai elemen masyarakat datang membawa bantuan terlebih selama bulan puasa. Demikian beberapa informasi yang diperoleh dalam kesempatan itu.

Menurutnya, Kedepan setiap kampus harus ada Pusat Studi Lintas Negera (PSLN), atau lebih dikhususkan kepada Pusat Studi Penanganan Pengungsi (PSPP), lembaga tersebut untuk meneliti dan mengkaji berbagai hal dari perspektif akademisi, dalam rangka melahirkan format yang baik dalam memberikan pelayanan dan melakukan pembinaan terhadap pengungsi.

“Akademisi memerlukan konsentrasi pembinaan pengungsi, sebab di Aceh hampir setiap tahun ada pengungsi, terutama wilayah yang rawan bencana dan juga pengungsi yang datang dari luar. Akademisi dari berbagai perguruan tinggi, terutama UIN Ar-Raniry perlu membentuk suatu lembaga atau pusat Studi Lintas Negara atau Pusata Studi Penanganan Pengungsi,” kata Doktor Rani.

Rani mengungkapkan, banyak hal yang dapat dikaji tentang penanganan pengungsi, antara lain pola komunikasi yang dilakukan, pembinaan bagi korban, trauma healing bagi anak-anak serta pendampingan yang dapat dilakukan bagi pengungsi.

Tags: Rani Usman
Previous Post

Kepala Pegadaian Syariah Blangpidie Tutup Program Ramadhan Bersama Al-Qur’an

Next Post

Syech Fadhil Saweu Warga di Pedalaman Sawang

Next Post
Syech Fadhil Saweu Warga di Pedalaman Sawang

Syech Fadhil Saweu Warga di Pedalaman Sawang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

02/04/2026
PT Pembangunan Aceh Gelar Halal Bihalal 2026: Sinergi dalam Kebersamaan, Produktif dalam Kinerja

PT Pembangunan Aceh Gelar Halal Bihalal 2026: Sinergi dalam Kebersamaan, Produktif dalam Kinerja

02/04/2026
12 Murid SMAN 1 Teupah Barat Simeulue Lulus SNBP 2026

12 Murid SMAN 1 Teupah Barat Simeulue Lulus SNBP 2026

02/04/2026
Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

02/04/2026
Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

Kapolda Aceh Diminta Tinjau Ulang Pemanggilan Jurnalis Bithe.co, FJA Abdya Ingatkan MoU Polri dengan Dewan Pers

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com