Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Jalan Panjang Pawang Jamal Kembali ke Aceh (Bagian 3)

Admin1 by Admin1
06/05/2021
in Feature
0

USAI salat di Masjid Padang Tiji, staf Al-Farlaky bernama Adi mengambil alih kemudi. Al-Farlaky memilih duduk di sisi kiri Adi.

Sedangkan Pawang Jamal pindah ke belakang bersama atjehwatch.com.

Sisi positif selama berada di penjara Kwathong Myanmar, Pawang Jamal mengaku memiliki banyak kenalan. Mulai dari tahanan kelas kakap hingga napi kecil seperti dirinya.

Usai bebas dari penjara Kwathong, ia menjalani hari-hari di sel kepolisian awal ditahan.

“Saya bebas tanggal 12 April. Ada kenalan orang Myanmar yang akan bebas pada 17 April. Dia sering dikunjungi oleh adik perempuannya. Nah, melalui dialah saya titip surat untuk diteruskan ke adik saya,” kata Pawang Jamal.

Perempuan tadi bernama Shar Nway Oo. Minimal nama itulah yang muncul di akun Facebook Jamaliah, adik Pawang Jamal.

Melalui perempuan tadi, Pawang Jamal menitip surat yang intinya,”kalau keluarga saya menerima surat ini, berarti saya masih hidup.”

Gadis Myanmar tadi kemudian memfoto surat Pawang Jamal dan kemudian dikirim ke Facebook milik Jamaliah.

“Jamaliah kemudian meneruskan surat tadi ke Saya. Saya menghubungi KBRI di Yangon dan meminta mereka menjemput Pawang Jamal,” ujar Iskandar Usman Al-Farlaky.

Informasi yang diberikan oleh Al-Farlaky ternyata ditindaklanjuti oleh KBRI di Yangon. Namun kendala lainnya akhirnya muncul.

“Kondisi di Myanmar saat ini sedang tidak stabil. Persis seperti Aceh di masa konflik,” kata Pawang Jamal.

“Jalan raya diblokir. Sepi. Dari Yangon menuju Kwathong itu sekitar 24 jam perjalanan darat dan melewati sekitar 5 hingga 8 kelompok pemberontak lokal,” tambah Iskandar.

“Aktivitas di Kwathong itu sepi. Aktivitas masyarakat berakhir pukul 6 sore. Kalau ada yang sakit atau harus keluar malam, mereka harus memiliki surat keterangan dari kepala desa. Pokoknya persis seperti Aceh di masa lalu,” ujar Pawang Jamal.

Beruntung, kata Pawang Jamal, ia akhirnya dijemput oleh petinggi KBRI Yangon bernama Aji.

“Pak Aji itu orang nomor dua di KBRI Yangon. Saya diterbangkan dari Kwathong ke Yangon. Karena melalui darat tak mungkin,” kata Pawang Jamal.

Beberapa hari di Yangon dan mengikuti serangkaian tes antigen, Pawang Jamal akhirnya dipulangkan melalui transit di Kuala Lumpur hingga akhirnya tiba di Jakarta.

Setelah mengikuti serangkaian tes, akhirnya diserahkan ke perwakilan Aceh dan dipulangkan ke Aceh melalui bandara SIM, Blang Bintang.

“Droneuh peuhawa. Kira-kira yang hantom neurasa lee selama di Myanmar,” ujar Iskandar sambil tersenyum.

Pawang Jamal kembali tersenyum.

“Sang meunyoe na kupi dan mie Aceh baroe paih,” ujar Pawang.

Beberapa jam kemudian, rombongan kami menepi di salah satu cafe di Matang, Bireuen. Al-Farlaky memesan Arabica dan mie Aceh. Rombongan dari Dinsos Aceh juga merapat ke cafe yang sama.

Pawang Jamal meneguk Arabica dengan cepat. Demikian juga dengan mie Aceh.

“Katrep hana neurasa kupi Aceh sang,” ujar Al-Farlaky.

Sekitar 30 menit di cafe, handphone Al-Farlaky berdering. Ternyata Jamaliah mengirim foto suasana rumah orangtua mereka yang ramai dipenuhi oleh keluarga dan masyarakat setempat. Mereka menunggu kepulangan Pawang Jamal. Padahal saat itu sudah pukul 23.45 WIB.

“Sang harus bergegas Pawang. Rame that ureung preh droneuh di rumoh,” kata Al-Farlaky sambil menuju foto kiriman Jamaliah.

[Bersambung]

Previous Post

Bupati Aceh Besar Harus Mampu ‘Menjual’ Pulo Aceh Melalui Menparekraf

Next Post

Pemkab Abdya Kembali Lantik 33 Pejabat Keuchik, Berikut Nama-namanya

Next Post

Pemkab Abdya Kembali Lantik 33 Pejabat Keuchik, Berikut Nama-namanya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Infrastruktur Bisa Mengubah Wajah Pidie Jaya, SDM Menentukan Arah Masa Depan

Infrastruktur Bisa Mengubah Wajah Pidie Jaya, SDM Menentukan Arah Masa Depan

18/09/2026
Paguyuban Masyarakat Gayo di Banda Aceh Akan Gelar Didong Jalu Semalam Suntuk

Paguyuban Masyarakat Gayo di Banda Aceh Akan Gelar Didong Jalu Semalam Suntuk

18/09/2026
Direktur Utama PT PEMA Ajak Investor Perkuat Kolaborasi Sektor Perikanan di Aceh

Direktur Utama PT PEMA Ajak Investor Perkuat Kolaborasi Sektor Perikanan di Aceh

18/09/2026
Polres Bireuen Bekali Santri Al Zahrah Edukasi Perlindungan Anak

Polres Bireuen Bekali Santri Al Zahrah Edukasi Perlindungan Anak

18/09/2026
‎Ziarah Makam Raja Pedir, Kapolres Pidie Bersama Forkopimda Kenang Sejarah di Hari Jadi Pidie ke-515

‎Ziarah Makam Raja Pedir, Kapolres Pidie Bersama Forkopimda Kenang Sejarah di Hari Jadi Pidie ke-515

18/09/2026

Terpopuler

Jalan Panjang Pawang Jamal Kembali ke Aceh (Bagian 3)

06/05/2021

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

Paguyuban Masyarakat Gayo di Banda Aceh Akan Gelar Didong Jalu Semalam Suntuk

Infrastruktur Bisa Mengubah Wajah Pidie Jaya, SDM Menentukan Arah Masa Depan

BSI Siap Bantu dan Sukseskan MTQ XXXVIII Tingkat Provinsi Aceh di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com