Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Google Kaitkan Syal Khas Palestina dengan Teroris

Admin1 by Admin1
28/05/2021
in Internasional
0
Google Kaitkan Syal Khas Palestina dengan Teroris

Hasil pencarian Google mengaitkan syal khas Palestina Keffiyeh dengan teroris. (AFP/JAAFAR ASHTIYEH)

Jakarta- Hasil pencarian mesin pencari Google merekomendasikan gambar keffiyeh Palestina sebagai tutup kepala yang disukai para teroris.

Rekomendasi itu muncul ketika pengguna menulis kalimat di kotak pencarian Google gambar ‘Syal apa yang dipakai teroris?’ (what do terrorists wear on their head). Hasil pencarian lantas menunjukkan gambar syal khas itu dan memancing kemarahan sejumlah pengguna.

Keffiyeh adalah syal kotak-kotak hitam dan putih khas Palestina dan biasanya dikenakan di sekitar kepala atau leher.

Keffiyeh menjadi simbol nasionalisme Palestina yang dipopulerkan pada tahun 1960 oleh mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat. Syal ini secara luas dianggap sebagai simbol perlawanan Palestina dan sering dipakai hari ini sebagai tanda solidaritas.

Lembaga nirlaba 7amleh telah mengajukan keluhan resmi kepada Google dan sedang menunggu pembaruan dari perusahaan. Google memberi keterangan resmi perihal masalah tersebut.

Nadim Nashif, direktur eksekutif 7amleh: Pusat Arab untuk Kemajuan Media Sosial, mengatakan penemuan tersebut menggambarkan bagaimana perusahaan teknologi besar membentuk narasi negatif tentang Palestina.

“Meskipun tidak jelas bagaimana Google Penelusuran mengaitkan keffiyeh dengan terorisme, 7amleh telah meneliti dan mendokumentasikan bagaimana kebijakan Google – baik di Google Maps, YouTube, atau Google Knowledge Panel- mendiskriminasi orang Palestina,” ujar Nashif, sepeti dikutip Middle East Eye.

Melansir Roya News, sejumlah aktivis Twitter mengungkapkan keterkejutan mereka terhadap keffiyeh yang dilukis sebagai simbol terorisme. Tidak jelas apakah situs web itu mengaitkan keffiyeh dengan terorisme setelah agresi baru-baru ini yang dilancarkan oleh Israel di jalur Gaza atau sebelumnya.

Aktivis menganggap hasil pencarian Google itu sebagai “puncak rasisme dan penghinaan” terhadap sejarah dan peradaban seluruh rakyat.

“Keffiyeh telah menjadi hiasan kepala historis orang Arab dan Palestina selama beberapa dekade, berasal dari petani dan kemudian menjadi simbol nasionalisme Palestina. Mengaitkan ikon budaya-sejarah ini dengan terorisme adalah tindakan rasis dan tidak manusiawi,” ujarnya.

Di sisi lain, Google dan Amazon menandatangani kesepakatan proyek senilai US$1,2 miliar dengan Israel. Proyek yang disebut Nimbus, akan melihat dua perusahaan teknologi menyediakan layanan cloud untuk sektor publik Israel dan militer Israel.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Karang Taruna Aceh Tengah Akan Gelar Temu Karya Bentuk Pengurus Kecamatan Baru

Next Post

PLN Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara Pada 2025

Next Post
PLN Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara Pada 2025

PLN Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara Pada 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nyan, Demokrat Pidie Jaya Rayakan HUT ke-25 dengan Gerakan ASRI dan Layanan Gratis untuk Warga

Nyan, Demokrat Pidie Jaya Rayakan HUT ke-25 dengan Gerakan ASRI dan Layanan Gratis untuk Warga

07/08/2026
Kapolres Pidie Turun ke Jalan Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme Jelang HUT RI ke-81

Kapolres Pidie Turun ke Jalan Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme Jelang HUT RI ke-81

07/08/2026
Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Aceh Kukuhkan Bunda Inklusi Aceh Timur

Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Aceh Kukuhkan Bunda Inklusi Aceh Timur

07/08/2026
Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

07/08/2026
7 Rumah dan 1 Ruko di Aceh Besar Rusak Diterjang Angin Kencang

7 Rumah dan 1 Ruko di Aceh Besar Rusak Diterjang Angin Kencang

07/08/2026

Terpopuler

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

06/08/2026

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

Google Kaitkan Syal Khas Palestina dengan Teroris

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com