Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Amerika Terima Pengungsi Warga Afganistan yang Bekerja dengan LSM dan Militer AS

Admin1 by Admin1
03/08/2021
in Internasional
0

Jakarta – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin mengatakan akan membuat program pengungsi khusus warga Afganistan yang mungkin menjadi sasaran Taliban karena afiliasi mereka dengan Amerika Serikat.

Deplu berencana membuat program pengungsi “Prioritas Dua”, yang mencakup warga Afganistan yang bekerja untuk proyek-proyek yang didanai AS dan untuk badan-badan non-pemerintah dan media yang berbasis di AS, menurut laporan Reuters, 3 Agustus 2021.

Program itu, yang menurut Departemen Luar Negeri dapat membantu ribuan warga Afganistan, muncul saat pertempuran meningkat di Afganistan menjelang penyelesaian penarikan pasukan AS pada akhir bulan ini, dengan Taliban terus maju untuk merebut ibu kota provinsi utama.

Presiden Joe Biden telah menghadapi tekanan dari anggota parlemen dan kelompok advokasi untuk membantu warga Afganistan yang menghadapi risiko pembalasan Taliban karena hubungan mereka dengan Amerika Serikat selama perang 20 tahun.

Program ini berlaku untuk warga Afganistan yang tidak memenuhi syarat untuk program Visa Imigrasi Khusus (SIV) yang mencakup penerjemah dan orang lain yang bekerja untuk pemerintah AS, dan keluarga mereka.

Sekitar 400 pemohon SIV yang visanya dalam tahap akhir pemrosesan bersama anggota keluarga mereka, telah tiba dalam beberapa hari terakhir pada awal upaya evakuasi yang dijuluki “Operation Allies Refuge” yang dapat mencakup sebanyak 50.000 orang atau lebih, Reuters melaporkan.

Mereka yang bekerja pada proyek yang didanai AS dan warga Afganistan yang dipekerjakan oleh organisasi media atau organisasi non-pemerintah (LSM) yang berbasis di AS, adalah termasuk di antara mereka yang memenuhi syarat untuk program tersebut, kata Departemen Luar Negeri.

Mereka harus dirujuk oleh agen AS atau pegawai warga AS paling senior di LSM atau organisasi media yang berkantor pusat di Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan Amerika Serikat berkewajiban untuk memastikan bahwa AS memenuhi komitmen kepada mereka yang secara khusus mempertaruhkan diri mereka dan keluarganya untuk membantu AS.

Setelah mereka mendaftar, warga Afganistan akan dihubungi melalui email untuk memberi tahu mereka bahwa mereka berada dalam sistem pemerintah AS dan kemudian harus keluar dari Afganistan ke negara ketiga, di mana mereka akan menunggu 12 hingga 14 bulan untuk pemrosesan aplikasi mereka, kata pejabat.

“Kami menyadari bahwa…sangat sulit bagi warga Afganistan untuk mendapatkan visa ke negara ketiga atau dalam beberapa kasus menemukan cara untuk memasuki negara ketiga,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

Pejabat AS terus meninjau situasi di lapangan di Afganistan dan perencanaan semacam itu akan dikembangkan, kata Price.

“Kami sudah berdiskusi dengan negara-negara tetangga, serta (badan pengungsi PBB), untuk bersiap menghadapi kemungkinan arus keluar,” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri yang memberi tahu wartawan dengan syarat anonim, menambahkan bahwa penting bahwa perbatasan Pakistan dengan Afganistan tetap terbuka, sementara yang lain mungkin melakukan perjalanan ke Turki melalui Iran.

Iran dan Pakistan telah meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan mereka, mempersulit warga Afganistan yang mencoba memanfaatkan program untuk menyeberang, kata Bill Frelick, direktur divisi hak pengungsi dan migran Human Rights Watch.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Mahfud Md Sejak Awal Duga Sumbangan Rp 2 T Keluarga Akidi Tio sebagai Prank

Next Post

Ledakan Aneh Mengubah Langit Turki Berwarna Hijau, Warga Mengira UFO

Next Post

Ledakan Aneh Mengubah Langit Turki Berwarna Hijau, Warga Mengira UFO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sarjev Ajak Masyarakat Dukung Penampilan Yudi Amirul di Aceh Jazz Fusion

Sarjev Jadi Moderator Workshop Musik Jazz Fusion di Taman Seni dan Budaya Aceh

04/07/2026
Ratoh Muda Tampil di Taman Budaya Aceh, UBBG Bergerak Selamatkan Warisan Budaya

Ratoh Muda Tampil di Taman Budaya Aceh, UBBG Bergerak Selamatkan Warisan Budaya

04/07/2026
Peringatan Pemkab: Siapa Pun yang Minta Uang Atas Nama Bupati Pidie Jaya Dipastikan Penipu

Peringatan Pemkab: Siapa Pun yang Minta Uang Atas Nama Bupati Pidie Jaya Dipastikan Penipu

04/07/2026
Hadiri HUT ke-26 APKASI , Bupati Al- Farlaky: Ruang Kolaborasi Untuk Pembangunan Daerah

Hadiri HUT ke-26 APKASI , Bupati Al- Farlaky: Ruang Kolaborasi Untuk Pembangunan Daerah

04/07/2026
Banda Aceh Dinilai Butuh Gudang Komoditas Pangan Hortikultura

Banda Aceh Dinilai Butuh Gudang Komoditas Pangan Hortikultura

04/07/2026

Terpopuler

Amerika Terima Pengungsi Warga Afganistan yang Bekerja dengan LSM dan Militer AS

03/08/2021

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com