Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Temuan Ini Bikin Joe Biden Yakin Banget Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi

Admin1 by Admin1
12/08/2021
in Nasional
0
Jika Terpilih Jadi Presiden AS, Biden Janji Isi Jajaran Staf dari Muslim

Foto: Joe Biden (AP Photo/Carolyn Kaster)

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Jakarta akan tenggelam 10 tahun itu hal itu dilandaskan berdasarkan Perubahan iklim adalah ancaman besar hal ini memaksa terjadinya penurunan muka tanah di kota-kota besar di dunia termasuk Jakarta.

Di daerah pesisir yang padat penduduk, permukaan tanah turun lebih cepat ketimbang kenaikan muka laut.

Seperti dilansir dari Conversation. Penurunan muka tanah secara perlahan terjadi alami di delta sungai dan bisa dipercepat dengan ekstraksi air tanah, minyak dan gas, yang menyebabkan tanah berkonsolidasi dan permukaan kehilangan ketinggian.

Para peneliti baru memahami implikasi global dari ancaman ini sebatas pada kota-kota di pesisir. Kawasan pesisir rata-rata mengalami kenaikan muka laut relatif kurang dari 3 milimeter (mm) per tahun, namun perumahan di kawasan pesisir rata-rata akan mengalami kenaikan sekitar 8mm hingga 10mm per tahun.

Temuan ini merefleksikan bahwa manusia lebih memilih tinggal di delta sungai, dataran banjir, dan daerah rawan tenggelam lainnya. Ini akhirnya mempercepat subsiden.

Kota-kota yang tenggelam memiliki penduduk lebih dari 150 juta jiwa di kawasan pesisir, atau sekitar 20% dari total penduduk tinggal di pesisir.

Kenaikan muka laut relatif akan lebih mendadak dan memiliki dampak parah daripada yang diprediksikan oleh peneliti.

Jakarta memiliki penduduk 10 juta jiwa lebih ini dan dibangun di dataran rendah dekat dengan laut. Penyedotan air tanah menjadi penyebab kota ini turun lebih dari tiga meter dari tahun 1947 hingga 2010 dan banyak bagian dari kota tersebut menurun hingga 10 sentimeter (cm) atau lebih setiap tahun.

Subsiden ini tidak terjadi merata, sehingga menimbulkan risiko yang tidak sama; akibatnya, perencanaan perkotaan menjadi sulit.Jakarta telah membangun dinding laut untuk mengatasi subsiden. Namun, karena air tanah terus menerus disedot, kebijakan ini hanya akan bertahan sementara sebelum masalah yang sama berulang kembali.

Dan, kota ini perlu memompa karena air tanah masih digunakan sebagai air minum.

Menyedot air tanah, yang diperlukan agar manusia bisa bertahan hidup, pada akhirnya membuat kita menghadapi risiko banjir.

Perjuangan mengatasi subsiden semakin lemah, dengan pemerintah di tahun 2019 mengusulkan untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Subsiden menjadi salah satu alasan perpindahan ini. Pasalnya sekita 10 tahun lagi diprediksi Jakarta Tenggelam

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Jakarta akan tenggelam 10 tahun itu hal itu dilandaskan berdasarkan Perubahan iklim adalah ancaman besar hal ini memaksa terjadinya penurunan muka tanah di kota-kota besar di dunia termasuk Jakarta.

Di daerah pesisir yang padat penduduk, permukaan tanah turun lebih cepat ketimbang kenaikan muka laut.

Seperti dilansir dari Conversation. Penurunan muka tanah secara perlahan terjadi alami di delta sungai dan bisa dipercepat dengan ekstraksi air tanah, minyak dan gas, yang menyebabkan tanah berkonsolidasi dan permukaan kehilangan ketinggian.

Para peneliti baru memahami implikasi global dari ancaman ini sebatas pada kota-kota di pesisir. Kawasan pesisir rata-rata mengalami kenaikan muka laut relatif kurang dari 3 milimeter (mm) per tahun, namun perumahan di kawasan pesisir rata-rata akan mengalami kenaikan sekitar 8mm hingga 10mm per tahun.

Sumber: sindonews.com

Previous Post

Magelang Diguyur Hujan Abu dari Awan Panas Guguran Gunung Merapi

Next Post

Lagi, Gubernur Aceh Perpanjang PPKM hingga 23 Agustus

Next Post

Lagi, Gubernur Aceh Perpanjang PPKM hingga 23 Agustus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

23/08/2026
BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

23/08/2026
Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

23/08/2026
Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

23/08/2026
Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

22/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

Temuan Ini Bikin Joe Biden Yakin Banget Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi

Disdikbud Aceh Besar Uji Coba Virtual Learning Literasi-Numerasi SD

Ohku, Negara Rugi Rp1 Triliun akibat Penyalahgunaan BBM di Aceh

Kutukan Sumber Daya di Tanah Rencong: Mengapa Aceh Tetap Miskin di Tengah Ledakan Tambang?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com