Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

4 Fraksi DPRA Terima Pertanggungjawaban Gubernur, KPA: Rakyat Jangan Lupa Catat dan Ingat

Admin1 by Admin1
21/08/2021
in Nanggroe
0
Taqwallah: APBA Perubahan Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Ilustrasi DPR Aceh

Banda Aceh – Kaukus Peduli Aceh (KPA) menilai bobroknya pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Nova Iriansyah saat ini sudah menjadi rahasia umum rakyat Aceh, namun sungguh memilukan sebagian fraksi yang ada di DPRA malah justru menerima pertanggung jawaban Gubernur pada tahun anggaran 2020.

“Tentunya sangat memilukan, dikala anggaran refokusing Covid-19 digunakan untuk persoalan yang tak berkaitan dengan covid-19, belum lagi hingga 3 Juli 2021 atau 60 hari kelender lebih dari 96 temuan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI tidak ditindaklanjuti, begitupun sejumlah pelanggaran hingga Kebrobrokan yang dipertontonkan secara nyata, para wakil rakyat kita yang berada di 4 fraksi DPRA malah dengan sigapnya menerima pertanggung jawaban Gubernur Aceh yang isinya berbeda dengan penjelasan Sekda,”ungkap juru bicara Kaukus Peduli Aceh (KPA) Refan Kumbara, Sabtu 21 Agustus 2021.

Menurut Refan, jangankan persoalan lain, persoalan pembelian mobil dinas dan beberapa kegiatan di luar covid-19 yang bersumber dari refokusing saja jawaban sekda di rapat banggar dan jawaban Gubernur di Sidang Paripurna pertanggung jawaban berbeda.

“Sekda dulu sampaikan adanya penggunaan dana refocusing untuk non covid-19, Gubernur justru sampaikan semua kegiatan seperti anggaran beli mobil dinas dan sebagainya bukan bersumber dari dana refokusing. Disitu saja DPRA seharus bisa lihat, ada sesuatu masalah yang serius,”jelasnya.

KPA menyayangkan, 2(dua) fraksi yakni fraksi PAN dan PKS yang tiba-tiba malah mengabaikan nuraninya dan mengesampingkan aspirasi rakyat dengan bersikap menerima pertanggung jawaban Gubernur 2020 yang diwarnai berbagai persoalan serius sebagaimana dijelaskan badan anggaran DPRA.

“Kalau fraksi Demokrat sech mungkin rakyat maklum saja, partainya di bawah besutan gubernur tak mungkin menolak walaupun banyak persoalannya. Yang sangat disayangkan malah PAN dan PKS yang dulunya begitu vokal bahkan ketika interpelasi digulirkan, malah kini anehnya harus bersikap menerima. Apakah ada intervensi dari pimpinan partai misalkan PAW atau sudah dibungkam oleh kepentingan tententu, maka masyarakat bisa menilai sendiri terkait sikap tersebut,” ujarnya.

Justru yang membuat salut publik yakni adanya 2 anggota DPRA dari Fraksi PKB/PDA bersikukuh menolak dikala fraksinya getol menerima pertanggungjawaban Gubernur. “2 anggota DPRA dari PDA ini ternyata masih sangat realistis dan tak gentar menolak keputusan fraksi. Ditambah lagi dengan telah kembalinya fraksi PPP dijalan yang diharapkan rakyat juga bagian yang menarik perhatian publik. Sementara untuk fraksi lainnya yang kritis kita harapkan tetap Istiqomah memperjuangkan persoalan Aceh dan rakyatnya,” ujarnya.

Refan mengajak seluruh rakyat Aceh untuk mencatat dan mengingat apa yang terjadi di parlemen saat ini. “Rakyat jangan lupa catat dan ingat, apakah ada para anggota DPRA dan fraksi partai yang mengkhianati harapan rakyat. Ini penting diingat dan dicatat karena tega-teganya mereka menerima pertanggung jawaban Gubernur, sementara rakyatnya tengah dilanda dilema,” kata Refan.

Pihaknya mengharapkan agar para pemimpin dan wakil rakyat Aceh untuk tegas dan Istiqomah memperjuangkan nasib rakyat.

“Semoga tidak ada yang dibungkam dengan anggaran pokir dan tidak diredam untuk menyuarakan kebenaran, fungsi pengawasan yang melekat di DPRA harus terus dimaksimalkan demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan rakyat. Kita harap DPRA hentikan sandiwara politik, jadilah wakil rakyat yang benar sebagaimana tugas dan fungsinya,” pungkas Refan yang juga ketua GEPRA.

Fraksi yang tolak dan terima Pertanggung Jawaban Gubernur Nova Iriansyah

PA : Tolak (21 kursi)

Gerindra : Tolak (8 kursi)

Golkar : Tolak (9 kursi)

PNA : Tolak(6 kursi)

PPP : Tolak(8 kursi)

PAN : Terima(6 kursi)

PKB/PDA : Terima( 7  kursi : 5 terima, 2 orang tolak yakni Wahyu A Wahab dan Nektu)

PKS : Terima (6 kursi)

Demokrat : Terima (10 kursi)

Final = 52 tolak (5 fraksi) vs 29 terima (4 fraksi).

 

Previous Post

Dua Fraksi Partai Islam di DPRA Dinilai Kecewakan Rakyat

Next Post

Saatnya Peserta Didik Dan Guru Terampil Belajar Daring

Next Post

Saatnya Peserta Didik Dan Guru Terampil Belajar Daring

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bulog Sigli Gelontorkan Ribuan Ton Beras, Bentengi Pidie-Pidie Jaya dari Ancaman Gejolak Harga Pangan

Bulog Sigli Gelontorkan Ribuan Ton Beras, Bentengi Pidie-Pidie Jaya dari Ancaman Gejolak Harga Pangan

07/06/2026
Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

07/06/2026
SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

07/06/2026
Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

07/06/2026
Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

07/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com