Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

5.000 Petani Sawit Aceh Tamiang Bakal Terima Sertifikat

Admin1 by Admin1
14/09/2021
in Ekonomi
0
5.000 Petani Sawit Aceh Tamiang Bakal Terima Sertifikat

Bupati Aceh Tamiang, Mursil dan Plt Kepala Kanwil BPN Aceh, Agustyarsyah menandatangani MoU program sertifikasi lahan kelapa sawit petani berkelanjutan dengan kuota 5.000 sertifikat persil, di Aula Kantor Bupati Atam, Senin (13/9/2021). DEDE/RAKYATACEH.COM

TAMIANG – Pemkab Aceh Tamiang dan Kantor Wilayah BPN Aceh telah melakukan MoU program sertifikasi lahan petani kelapa sawit berkelanjutan. Nota kesepahaman tersebut telah ditandatangani Bupati Aceh Tamiang, Mursil dan Kepala Kanwil BPN Aceh, Agustyarsyah di Aula Kantor Bupati Aceh Tamiang, Senin (13/9).

MoU ini tercipta berawal dari temuan persoalan lapangan yang dilakukan oleh sejumlah lembaga mitra pemda yakni Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Forum Konservasi Leuser (FKL), Pusat Unggulan Perkebunan Lestari (PUPL) dan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) sebagai kerja pendampingan petani kelapa sawit berkelanjutan.

“Saya apresiasi kepada para mitra pemda tersebut. Program berkelanjutan petani ini supaya prodak-prodak kita di Aceh Tamiang ini dijamin tidak merusak lingkungan, tidak masuk kawasan hutan dan sengketa. Jadi dengan kita buat sertifikat dari BPN itu menunjukan bahwa areal itu berada di dalam tanah budidaya,” kata Bupati Mursil usai acara MoU tersebut.

Mursil menyatakan, program sertifikasi lahan ini untuk kouta 5.000 sertifikat khusus petani kelapa sawit di Aceh Tamiang yang tergabung dalam kelompok tani.

Menurutnya program pendampingan petani verified souching area (VSA) ini sudah berjalan 14 bulan dengan sasaran penerima manfaat pada tahun pertama 500 petani dan tahun kedua akan melakukan pendampingan terhadap 2.200 petani tersebar di 32 kampung/desa di 10 kecamatan.

“Lahan petani yang sudah dan sedang diukur oleh meridialane atau konsultan pihak ketiga totalnya sudah 2.700 petani. Sementara 2.300 lagi masih dikordinasikan dengan Dinas Pertanahan Aceh Tamiang, kecamatan hingga pihak kampung untuk digenapkan sampai 5.000 petani,” ungkap Mursil.

Plt Kepala Kanwil BPN Aceh, Agustyarsyah berkomitmen mendukung penuh program sertifikasi lahan petani sawit berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Program sertifikasi lahan petani berkelanjutan merupakan wujud peningkatan kesejahteraan masyarakat yang harus didukung bersama baik pemerintah maupun swasta,” katanya.

Lebih lanjut Agustyar menjelaskan, program sertifikasi lahan ini merupakan program pemerintah pusat melalui Kementrian ATR-BPN. Namun dari pelaksanaan program yang sudah berjalan selama ini banyak mengalami kendala kekurangan kuota, padahal masyarakat sangat mengharapkan program sertifikasi tersebut.

“Menteri ATR-BPN menginstruksikan kepada seluruh jajaran dibawah untuk mendukung program ini. Alhamdulilah program sertifikasi lahan untuk kuota daerah Kalimantan dan Papua yang terkendala tidak terserap dapat kita bawa ke Aceh,” pungkas Agustyar.

Sumber: harianrakyataceh.com

Previous Post

Begini Penjelasan Kemenkes Soal Ribuan Vaksin Tak Terpakai di Aceh Tenggara

Next Post

Wali Kota Bagikan Masker Kain di Pasar Al Mahirah

Next Post
Wali Kota Bagikan Masker Kain di Pasar Al Mahirah

Wali Kota Bagikan Masker Kain di Pasar Al Mahirah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026
Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

08/06/2026
Tanam Perdana MTG di Tangan-tangan, Dr. Safaruddin; Abdya Terbanyak Mendapatkan Bantuan Alsintan

Tanam Perdana MTG di Tangan-tangan, Dr. Safaruddin; Abdya Terbanyak Mendapatkan Bantuan Alsintan

08/06/2026
Sambut HUT ke-19, Pidie Jaya Perkuat Syiar Islam Lewat Festival Islami dan Momentum Tahun Baru Hijriah

Sambut HUT ke-19, Pidie Jaya Perkuat Syiar Islam Lewat Festival Islami dan Momentum Tahun Baru Hijriah

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com