Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Menlu Amerika Mati-matian Bela Penarikan Pasukan dari Afghanistan di Kongres

Admin1 by Admin1
14/09/2021
in Internasional
0
Menlu Amerika Mati-matian Bela Penarikan Pasukan dari Afghanistan di Kongres

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara tentang Afghanistan selama konferensi pers di Departemen Luar Negeri, di Washington, AS, 3 September 2021. [Olivier Douliery/Pool via REUTERS/File Foto]

Jakarta – Menteri Luar Negeri Antony Blinken mati-matian membela kebijakan penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan yang dianggap sebagai pemicu pengambilalihan oleh Taliban. Hal itu ia lakukan di depan sidang Kongres Amerika pada Senin kemarin, waktu setempat, di mana dua Republikan memintanya untuk mundur.

Dalam sidang berdurasi kurang lebih lima jam itu, Blinken mengatakan bahwa keputusan untuk menarik pasukan dari Afghanistan sudah ada sejak zaman mantan Presiden Amerika Donald Trump. Dengan kata lain, dirinya hanya melanjutkan apa yang sudah ditentukan pemerintahan sebelumnya.

Blinken melanjutkan, administrasi Presiden Joe Biden tidak bisa mengubah rencana penarikan tersebut karena keputusan dibuat administrasi Trump dengan melibatkan Pemerintah Afghanistan dan Taliban. Taliban, kata Blinken, menolak renegosiasi dan mengancam akan membunuh warga Amerika jika hal itu dipaksakan.

“Dan, tak ada bukti bahwa bertahan di Afghanistan akan membantu Militer dan Pemerintah setempat untuk bertahan (dari serangan Taliban),” ujar Blinken menegaskan, dikutip dari Reuters, Senin, 13 September 2021.

Menurut laporan Reuters, Blinken berkali-kali mengingatkan Kongres bahwa kebijakan penarikan pasukan dibuat oleh Trump dan Biden hanya mewarisinya. Ia bahkan mengatakan yang diwariskan Trump ke Biden adalah deadline, bukan rencana yang matang.

Pembelaan Blinken tidak sepenuhnya efektif. Republikan, di mana penyokong Donald Trump, tidak mau disalahkan atas situasi Afghanistan dan Taliban. Mereka berkali-kali mencoba memotong penjelasan Blinken soal penarikan pasukan. Beberapa melayangkan kritik keras kepadanya. Salah satunya anggota parlemen Michael McCaul.

“Warga Amerika tidak senang kalah, terutama kepada teroris. Namun, itu yang terjadi.”

“Kenapa Lanud Bagram (yang ditinggalkan untuk Afghanistan) tidak terawat dengan baik? Kenapa kalian tidak membuat kesepakatan kontra terorisme dengan negara tetangga? Sekarang ini jadi masalah keamanan nasional dengan masuknya Cina,” ujar McCaul menegaskan.

Tidak hanya Republikan, Demokrat pun mengkritik cara administrasi Joe Biden melakukan penarikan pasukan. Walau begitu, mereka tak menyangkal bahwa penarikan itu sendiri memang perlu dilakukan walaupun menyakitkan rasanya.

“Saya akan dengan senang hati mendengar penarikan pasukan yang mulus dari perang sepanjang 20 tahun itu seperti apa,” ujar anggota parlemen Gregory Meeks.

Blinken mengakhiri pembelaannya di kongres dengan mengatakan bahwa proses penarikan pasukan dan evakuasi yang dilakukan Amerika adalah langkah heroik. Dan, ia memastikan Amerika akan terus memantau perkembangan situasi di Afghanistan, termasuk mengirimkan bantuan kemanusiaan via PBB dan NGO.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Sri Mulyani Bakal Kenakan PPN pada Jasa Klinik Kecantikan dan Operasi Plastik

Next Post

Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram

Next Post

Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anggota Polda Aceh Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Narkoba Dinilai Pengaruhi Rumah Tangga dan Kriminalitas di Banda Aceh

29/07/2026
Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Azhari Cage Gunakan Dana Pribadi Rp10 Juta, Bantu Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dari Bekasi ke Aceh

29/07/2026
Kejari Didesak Bongkar Dugaan Permainan Mafia Proyek Mesjid di Aceh Singkil

Kejari Didesak Bongkar Dugaan Permainan Mafia Proyek Mesjid di Aceh Singkil

29/07/2026
1 Agustus di Monas Ada Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

1 Agustus di Monas Ada Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

29/07/2026
Lembaga Wali Nanggroe Gandeng Akademisi UTU Perkuat Implementasi MoU Helsinki

Lembaga Wali Nanggroe Gandeng Akademisi UTU Perkuat Implementasi MoU Helsinki

29/07/2026

Terpopuler

Menlu Amerika Mati-matian Bela Penarikan Pasukan dari Afghanistan di Kongres

Menlu Amerika Mati-matian Bela Penarikan Pasukan dari Afghanistan di Kongres

14/09/2021

Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

Jangan Biarkan HMI Hilang di Pidie, Wabup Alzaizi Serukan Kebangkitan Kader Pengawal Perubahan

Musda Demokrat Aceh Menghangat, Fakta Sejarah Organisasi Sayuti Abubakar Diungkap

[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com