Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Eks Pegawai KPK Tunggu Penjelasan Kapolri Soal Tawaran Jadi ASN

Admin1 by Admin1
03/10/2021
in Nasional
0
Eks Pegawai KPK Tunggu Penjelasan Kapolri Soal Tawaran Jadi ASN

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Jakarta – Mantan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi sekaligus eks Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo, mengatakan belum membuat keputusan ihwal tawaran menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Polri. Menurut dia, hal senada juga dialami oleh rekan-rekannya yang lain.

Meski begitu, Yudi mengatakan mereka menghargai niat baik dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Pada prinsipnya, kami terbuka dan menunggu untuk diundang dan berdialog serta mendengar lebih rinci secara resmi niat baik Kapolri tersebut,” kata Yudi, Ahad, 3 Oktober 2021.

Yudi dan 56 pegawai lain telah resmi diberhentikan KPK karena tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Padahal dalam pelaksanaannya TWK mengandung banyak permasalahan. Yudi mengatakan adanya tawaran dari Kapolri justru semakin menguatkan bahwa TWK memiliki masalah serius.

Meski menunggu undangan resmi dari Kapolri, Yudi mengatakan, secara paralel mereka terus akan meminta saran kepada para guru bangsa, senior mantan pimpinan KPK, dan teman-teman pegiat antikorupsi lainnya. “Kami memahami, apa yang terjadi sekarang bukanlah semata soal kepentingan pribadi kami masing-masing, tapi lebih besar dari itu, tentang pemberantasan korupsi yang sedang mengalami serangan balik,” kata Yudi.

Dari 57 pegawai KPK yang diberhentikan, 56 di antaranya ditawarkan menjadi ASN di Polri. Satu orang yang tak ditawari adalah Sujanarko karena telah memasuki usia pensiun.

Meski telah diberhentikan, Yudi menegaskan bahwa ia dan seluruh eks pegawai KPK akan tetap berkomitmen memerangi korupsi. “Pada prinsipnya, kami tetap berniat dan akan terus ikhtiar melakukan pemberantasan korupsi dimanapun kami berada,” kata Yudi.Jakarta – Mantan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi sekaligus eks Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo, mengatakan belum membuat keputusan ihwal tawaran menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Polri. Menurut dia, hal senada juga dialami oleh rekan-rekannya yang lain.

Meski begitu, Yudi mengatakan mereka menghargai niat baik dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Pada prinsipnya, kami terbuka dan menunggu untuk diundang dan berdialog serta mendengar lebih rinci secara resmi niat baik Kapolri tersebut,” kata Yudi, Ahad, 3 Oktober 2021.

Yudi dan 56 pegawai lain telah resmi diberhentikan KPK karena tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Padahal dalam pelaksanaannya TWK mengandung banyak permasalahan. Yudi mengatakan adanya tawaran dari Kapolri justru semakin menguatkan bahwa TWK memiliki masalah serius.

Meski menunggu undangan resmi dari Kapolri, Yudi mengatakan, secara paralel mereka terus akan meminta saran kepada para guru bangsa, senior mantan pimpinan KPK, dan teman-teman pegiat antikorupsi lainnya. “Kami memahami, apa yang terjadi sekarang bukanlah semata soal kepentingan pribadi kami masing-masing, tapi lebih besar dari itu, tentang pemberantasan korupsi yang sedang mengalami serangan balik,” kata Yudi.

Dari 57 pegawai KPK yang diberhentikan, 56 di antaranya ditawarkan menjadi ASN di Polri. Satu orang yang tak ditawari adalah Sujanarko karena telah memasuki usia pensiun.

Meski telah diberhentikan, Yudi menegaskan bahwa ia dan seluruh eks pegawai KPK akan tetap berkomitmen memerangi korupsi. “Pada prinsipnya, kami tetap berniat dan akan terus ikhtiar melakukan pemberantasan korupsi dimanapun kami berada,” kata Yudi.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Rodrigo Duterte Sebut Putrinya Akan Calonkan Diri dalam Pemilu Filipina

Next Post

Kematian Global Akibat COVID-19 Capai 5 Juta Saat Varian Delta Menyapu Dunia

Next Post
Asal Covid-19, Virus Paling Mirip SARS-CoV-2 Ditemukan di Gua Laos

Kematian Global Akibat COVID-19 Capai 5 Juta Saat Varian Delta Menyapu Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 22

22/10/2026
Lagi, Azhari Cage Bawa Pulang Jenazah Warga Paya Bakong yang Meninggal di Malaysia

Lagi, Azhari Cage Bawa Pulang Jenazah Warga Paya Bakong yang Meninggal di Malaysia

21/10/2026
Pemulihan Irigasi Alue Seupeung Disambut Apresiasi Masyarakat

Pemulihan Irigasi Alue Seupeung Disambut Apresiasi Masyarakat

21/10/2026
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru SLB Alzahra Ikuti Pelatihan PM

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru SLB Alzahra Ikuti Pelatihan PM

21/10/2026
Ohku, Uang Baru Terserap 18 Persen, Fisik Sudah 61 Persen: Ada Apa dengan TKD Pidie Jaya?

Ohku, Uang Baru Terserap 18 Persen, Fisik Sudah 61 Persen: Ada Apa dengan TKD Pidie Jaya?

21/10/2026

Terpopuler

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

21/10/2026

Lagi, Azhari Cage Bawa Pulang Jenazah Warga Paya Bakong yang Meninggal di Malaysia

PWPM Aceh Akan Laksanakan Rapimwil dan BAM 23 Oktober, Zul Hafiyan Ajak Semua PDPM Ikut Serta Menyukseskan

1,04 Kg Sabu dan 15 Perkara Inkracht: Potret Keras Peredaran Narkotika di Pidie Jaya

Bos Nawi/Rizalsyah Melaju ke Semifinal Turnamen Bulutangkis PB2M

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com