Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Gubernur Aceh Apresiasi Penyelenggaraan Konferensi Islam International ICIS 2021

Admin1 by Admin1
04/10/2021
in Nanggroe
0
Gubernur Aceh Apresiasi Penyelenggaraan Konferensi Islam International ICIS 2021

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan International Conference On Islamic Studies (ICIS) 2021 yang bertema “Islam And Sustainable Development”. Konferensi Islam International itu digelar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh secara daring dan luring, dengan titik pusat acaranya berlangsung di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh di Banda Aceh.

Apresiasi disampaikan Gubernur Nova saat memberi sambutan secara virtual, Senin 4 Oktober 2021. Kegiatan itu juga diikuti secara daring oleh sejumlah tokoh nasional. Mereka adalah Wakil Presiden Republik Indonesia Prof Dr. K.H. Ma’ruf Amin, M.A, Presiden Republik Indonesia ke 6 Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Republik Indonesia ke 10 dan 12 Dr. (H.C). Drs. H. M. Jusuf Kalla, Menteri Agama & Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPNRepublik Indonesia.

Selain itu acara juga diikuti Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Rektor, Wakil Rektor serta seluruh Civitas Akademika Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Rektor dan Wakil Rektor PTN/PTKIN Se-Aceh, hingga Walikota Banda Aceh.

Gubernur menilai, konferensi itu sangat penting artinya bagi Aceh sebagai wilayah yang sedang melaksanakan Syariat Islam. Kontribusi pemikiran dari para keynote speaker dan peserta diakui sangat diperlukan dalam upaya penguatan pembangunan bidang Syariat Islam dan perdamaian di Aceh.

“Kegiatan ini pula sekaligus menunjukkan kepada kita semua betapa besarnya perhatian semua pihak untuk keberlanjutan pembangunan dan perdamaian terutama di Aceh,” kata Gubernur.

Dukungan itu disebut akan semakin mendorong Pemerintah Aceh untuk dapat lebih kencang memacu proses pembangunan dan perdamaian di Aceh.

Gubernur pada kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih karena acara tersebut diikuti Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla yang merupakan tokoh perdamaian dan pembangunan Aceh.

“Karena proses perdamaian yang terjadi di Aceh 16 tahun lalu, tidak terlepas dari peran dan keberanian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Yusuf Kalla. Karenanya kami atas nama pribadi, pemerintah dan masyarakat Aceh mengucapkan ribuan terima kasih atas upaya yang sungguh-sungguh dalam mewujudkan perdamaian demi keberlanjutan pembangunan di Aceh,” ucap Gubernur.

Gubernur juga mengatakan, dukungan semua pihak selama 16 tahun perdamaian telah membawa perubahan yang cukup besar bagi kemajuan Aceh.

Namun, perubahan tersebut juga diakui belum pada tahap memuaskan semua pihak. “Masih banyak perubahan yang mesti terus kita lakukan. Disinilah perlunya kebersamaan dan dukungan dari semua komponen anak bangsa, mulai dari ulama, akademisi, kaum intelektual dan kelompok masyarakat sipil lainnya, sehingga cita-cita mewujudkan Aceh yang bermartabat dapat segera tercapai,” kata Gubernur.

Untuk itu, Gubernur menilai tema “Islam And Sustainable Development” merupakan sebuah telaahan menarik yang akan menjawab bagaimana sebenarnya kondisi Aceh paling kurang 5 sampai 10 tahun mendatang dalam tahapan pembangunan berkelanjutan.

Melihat tema tersebut, menurut Gubernur, bisa dipahami bahwa persoalan yang dibahas dalam konferensi ini sangat luas. Bukan hanya masalah pembangunan bidang sosial, politik, perdamaian, Syariat Islam dan budaya serta peradaban, namun juga membahas tentang wisata dan makanan halal hingga yang lebih spesifik seperti masalah pendidikan era digital dan pandemi COVID-19.

Besarnya cakupan yang dibahas diyakini akan memberikan ruang kepada seluruh tokoh dan intelektual untuk tampil berbicara menurut bidang masing-masing dalam forum ini secara lebih luas, sehingga dapat kami katakan konferensi ini merupakan bentuk dari Participatory Development dari seluruh komponen masyarakat dengan berbagai disiplin ilmu yang dimiliki.

“Oleh karena, itu kami mengajak semua pihak untuk memberikan masukan yang konstruktif tentang proses pembangunan dan perdamaian Aceh dewasa ini. Kami sangat terbuka dengan masukan atau kritik yang membangun,” kata Gubernur. []

Previous Post

Gagalkan Aksi Pembobolan ATM, Bripka Zufri Dapat Reward dari Kapolres Aceh Tengah

Next Post

Sebanyak 381 Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Ini, Total 76.700

Next Post
Sebanyak 381 Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Ini, Total 76.700

Sebanyak 381 Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Ini, Total 76.700

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Listrik Padam, Warga Banda Aceh dan Aceh Besar ‘Serbu’ Warkop untuk Charger Handphone dan Wifi

Listrik Padam, Warga Banda Aceh dan Aceh Besar ‘Serbu’ Warkop untuk Charger Handphone dan Wifi

22/05/2026
Ohku, Listrik Padam Total di Aceh dan Sumatera Utara

Ohku, Listrik Padam Total di Aceh dan Sumatera Utara

22/05/2026
Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Api Gas hingga 75 Meter

Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Api Gas hingga 75 Meter

22/05/2026
Bea Cukai Aceh Sikat Penyelundupan Emas 527 Gram Rp1,45 M ke Malaysia

Bea Cukai Aceh Sikat Penyelundupan Emas 527 Gram Rp1,45 M ke Malaysia

22/05/2026
Wamenkes RI Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi di Aceh

Wamenkes RI Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi di Aceh

22/05/2026

Terpopuler

Ohku, Listrik Padam Total di Aceh dan Sumatera Utara

Ohku, Listrik Padam Total di Aceh dan Sumatera Utara

22/05/2026

Disdikbud Abdya Launching TKN Teungku Peukan, Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

Darwati Serap Aspirasi Guru PAUD Aceh, Soroti Rendahnya Kesejahteraan Pendidik Nonformal

Warga Ceurih Ulee Kareng Keluhkan Sampah Tak Diangkut Hingga 10 Hari

Listrik Padam, Warga Banda Aceh dan Aceh Besar ‘Serbu’ Warkop untuk Charger Handphone dan Wifi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com