Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Israel Perlu Persiapan Setahun Lebih untuk Bisa Serang Iran Secara Total

Admin1 by Admin1
26/10/2021
in Internasional
0
Israel Perlu Persiapan Setahun Lebih untuk Bisa Serang Iran Secara Total

Pesawat ini pernah digunakan Israel untuk menjatuhkan bom ke reaktor nuklir Iran. Foto/wikimedia

TEL AVIV – Ketika desas-desus terus muncul di media Israel tentang dampak dari penambahan anggaran baru untuk mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, surat kabar Israel mengungkap data baru.

Menurut The Times of Israel, dibutuhkan lebih dari satu tahun untuk sepenuhnya menyusun rencana serangan semacam itu.

The Times of Israel melaporkan pada Senin (25/10/2021) bahwa mereka “telah mengetahui” beberapa aspek dari rencana tersebut saat ini dalam tahap “draf” dan mungkin siap dimulai pada awal 2022.

Sementara bagian operasi yang lebih kompleks dapat memakan waktu lebih dari satu tahun untuk menjadi “sepenuhnya dapat ditindaklanjuti.”

“Pasukan Pertahanan Israel (IDF) harus mengatasi beberapa aspek kunci dari operasi semacam itu, termasuk mencapai fasilitas Iran yang terkubur jauh di bawah tanah, bertahan dari jaringan pertahanan udara canggih Iran, dan bersiap menghadapi pembalasan Iran terhadap Israel dan sekutunya di seluruh kawasan,” ungkap laporan Times of Israel.

Serangan udara reguler terhadap target Suriah, yang sering diklaim Israel sebagai Iran, juga membantu Angkatan Udara Israel (IAF) mempersiapkan operasi melawan Iran secara langsung.

Melalui serangan rahasia dan ilegal itu, pilot Israel menjadi terbiasa dengan beberapa radar canggih, sistem rudal, dan pusat komando yang mungkin mereka hadapi di Iran.

“Mengingat peningkatan kemampuan pertahanan Suriah dan Iran yang baru ini, IAF dalam beberapa bulan terakhir telah memperbarui metodenya, menggunakan formasi yang lebih besar dengan lebih banyak pesawat melakukan serangan pada lebih banyak target pada satu waktu, daripada melakukan lebih banyak serangan menggunakan formasi yang lebih kecil,” tulis Times of Israel.

Seperti dilaporkan Sputnik, beberapa dari taktik tersebut termasuk meluncurkan serangan udara saat pesawat sipil, atau bahkan pesawat tempur Rusia, seperti dalam satu serangan 2018, berada di wilayah udara terdekat.

Israel juga berlatih menghalangi sistem pertahanan udara Suriah untuk menembak karena takut mengenai orang-orang yang berada di sekitarnya. Israel telah membantah menggunakan taktik seperti itu.

Laporan Times of Israel tampaknya bertentangan dengan laporan pada Jumat oleh Channel 12 News Israel, yang mengklaim Kepala Staf IDF Aviv Kochavi telah mengarahkan IAF untuk berlatih “secara intensif” untuk serangan terhadap fasilitas yang menjadi pusat program nuklir Iran.

Pekan lalu, Yerusalem menyetujui tambahan USD1,5 miliar untuk anggaran tahun depan demi membiayai persiapan serangan ke Iran.

Langkah itu dilakukan di tengah ketidakpastian tentang prospek keberhasilan dalam putaran pembicaraan nuklir di Wina yang bertujuan memulihkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015. Israel selalu menentang kesepakatan nuklir itu.

Terlepas dari pesimisme Israel, Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama menyatakan keinginan untuk kembali ke Wina dan mencapai kesepakatan yang langgeng.

Putaran ketujuh diperkirakan akan dimulai pekan depan, yang pertama sejak Presiden Iran Ebrahim Raisi dilantik pada Agustus.

Pemerintahan Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018 berdasarkan klaim yang tidak berdasar bahwa Iran diam-diam melanggarnya.

JCPOA secara tajam membatasi kualitas dan kuantitas uranium yang dapat diperkaya Iran, mengizinkan sejumlah kecil uranium untuk beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir dan penelitian medis.

Namun, setelah langkah AS, yang mengembalikan sanksi ekonomi yang merusak dan memperburuk pandemi COVID-19 di Iran, Teheran mulai mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan itu.

Pada Senin, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran telah mulai memperluas pengayaan uraniumnya di pabrik pengayaan bahan bakar Natanz di luar batas yang ditetapkan sendiri sebesar 20%.

Meski demikian, IAEA mencatat Iran tidak benar-benar menyimpan uranium pengayaan yang lebih tinggi.

Membuat bom nuklir membutuhkan kemurnian uranium lebih dari 90%. Teheran bersumpah tidak menginginkan senjata nuklir dan menyangkal tuduhan Iran akan membuatnya.

Bulan lalu, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan, “pendekatan AS saat ini untuk mengembalikan program nuklir Iran ke dalam kotak” adalah sesuatu yang dia “terima”, mengacu pada pembicaraan Wina.

Dia mengharapkan Washington memiliki ” Rencana B” jika mereka gagal. Dia secara tidak langsung menyebut serangan sepihak oleh Israel sebagai “Rencana C.”

Sumber: sindonews.com

Previous Post

Berkebaya Bali, Sukmawati Soekarnoputri Jalani Prosesi Pindah Agama Memeluk Hindu

Next Post

Kombatan GAM Ditemukan Jadi Tulang Belulang Setelah 16 Damai di Aceh Selatan

Next Post

Kombatan GAM Ditemukan Jadi Tulang Belulang Setelah 16 Damai di Aceh Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

05/07/2026
Karna Hutan Kami hidup sejahtera, Bukan Karena Tambang

Karna Hutan Kami hidup sejahtera, Bukan Karena Tambang

05/07/2026
Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

04/07/2026
Kerja Keras Bupati Dr. Safaruddin Lobi Pusat, Petani Abdya Senyum Bahagia

Kerja Keras Bupati Dr. Safaruddin Lobi Pusat, Petani Abdya Senyum Bahagia

04/07/2026
STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

04/07/2026

Terpopuler

Israel Perlu Persiapan Setahun Lebih untuk Bisa Serang Iran Secara Total

Israel Perlu Persiapan Setahun Lebih untuk Bisa Serang Iran Secara Total

26/10/2021

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Peringatan Pemkab: Siapa Pun yang Minta Uang Atas Nama Bupati Pidie Jaya Dipastikan Penipu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com