Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Ternyata Bulan Menyimpan Oksigen yang Mampu Menopang Hidup 8 Miliar Orang

Admin1 by Admin1
12/11/2021
in Teknologi
0

JAKARTA – NASA memang menunda pengiriman manusia ke Bulan menjadi 2025, namun hal itu tak mengurungkan niat untuk mengeksplorasi kemungkinan kehidupan di planet tersebut. Karena berdasarkan penelitian, ternyata kandungan oksigen di bulan bisa menopang kehidupan bagi 8 miliar orang selama 100 ribu tahun.

Dikutip dari Science Alert, Kamis (11/11/2021), pada Oktober 2021, Badan Antariksa Australia dan NASA menandatangani kesepakatan untuk mengirim rover buatan Australia ke Bulan di bawah program Artemis. Rover ini untuk mengumpulkan batuan bulan yang mengandung oksigen.

Dosen Ilmu Tanah, Southern Cross University, John Grant mengatakan, para ilmuwan memperkirakan sebenarnya ada banyak oksigen di Bulan yang terperangkap di dalam regolith – lapisan batu dan debu halus yang menutupi permukaan Bulan. Jika mampu mengekstrak oksigen dari regolith, itu bisa untuk mendukung kehidupan manusia di Bulan.

Mineral seperti silika, aluminium, dan besi dan magnesium oksida mendominasi permukaan Bulan. Semua mineral ini mengandung oksigen, tetapi tidak dalam bentuk yang dapat diakses oleh paru-paru manusia.

Di Bulan, mineral ini ada dalam beberapa bentuk berbeda termasuk batuan keras, debu, kerikil, dan batu yang menutupi permukaan. Bahan ini dihasilkan dari dampak meteorit yang menabrak permukaan bulan selama ribuan tahun yang tak terhitung jumlahnya.

“Beberapa orang menyebut lapisan permukaan Bulan sebagai “tanah”, tetapi sebagai ilmuwan tanah, saya ragu untuk menggunakan istilah ini. Tanah adalah hal yang cukup ajaib yang hanya ada di Bumi,” katanya.

Sedangkan regolith yang ada di bulan adalah batuan keras yang terbentuk selama jutaan tahun. Regolith Bulan terdiri dari sekitar 45 persen oksigen. Tapi oksigen itu terikat erat ke dalam mineral yang disebutkan di atas. Untuk memutuskan ikatan yang kuat itu, manusia perlu mengubahnya.

Dalam hal ini, oksigen yang diproduksi di bulan sebagai produk utama dan aluminium (atau logam lain) yang diekstraksi akan menjadi produk sampingan yang berpotensi berguna.

“Ini adalah proses yang cukup mudah, tetapi sangat butuh energi. Agar berkelanjutan, perlu didukung oleh energi matahari atau sumber energi lain yang tersedia di bulan,” kata Grant.

Menurut perhitungan Grant, satu meter kubik regolith bulan rata-rata mengandung 1,4 ton mineral, termasuk sekitar 630 kilogram oksigen. NASA mengatakan manusia perlu menghirup sekitar 800 gram oksigen sehari untuk bertahan hidup. Jadi 630 kg oksigen akan membuat seseorang tetap hidup selama sekitar dua tahun atau lebih.

Jika diasumsikan kedalaman rata-rata regolith di Bulan adalah sekitar 10 meter dan ilmuwan dapat mengekstrak semua oksigen dari sini. Itu berarti 10 meter teratas permukaan Bulan akan menyediakan oksigen yang cukup untuk mendukung kehidupan 8 miliar orang selama sekitar 100.000 tahun.

“Ini juga akan tergantung pada seberapa efektif kita untuk mengekstrak dan menggunakan oksigen. Terlepas dari itu, angka ini sangat luar biasa!” ujar Grant.

Karena itu, lanjut Grant, manusia sudah memiliki tanah yang sangat bagus di Bumi. Manusia harus melakukan segala cara untuk bisa melindungi planet biru yang terus mendukung semua kehidupan terestrial tanpa harus berusaha mengekstrak oksigen.

Sumber: sindonews.com

Previous Post

Cemburu Buta, Kakek yang Habisi Istri Muda Berusia 17 Tahun Akhirnya Menyerahkan Diri

Next Post

Tak Hanya Kapal Induk AS, China Juga Bikin Jet Tempur Siluman F-35 Palsu

Next Post

Tak Hanya Kapal Induk AS, China Juga Bikin Jet Tempur Siluman F-35 Palsu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PC PGRI Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Gelar Konferensi, Berikut Pengurus Terpilih

PC PGRI Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Gelar Konferensi, Berikut Pengurus Terpilih

09/09/2026
Peta Baru Benua Afrika yang Lebih Akurat Disahkan PBB, AS Menolak

Peta Baru Benua Afrika yang Lebih Akurat Disahkan PBB, AS Menolak

09/09/2026
Moskow Gempur Kyiv, Zelensky Beber Negosiasi Rusia-Ukraina Bisa Lanjut

Moskow Gempur Kyiv, Zelensky Beber Negosiasi Rusia-Ukraina Bisa Lanjut

09/09/2026
Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

08/09/2026
Ohku, Pengangguran Terus Bertambah Sejak Mualem-Dekfadh Pimpin Aceh

Ohku, Pengangguran Terus Bertambah Sejak Mualem-Dekfadh Pimpin Aceh

08/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Ternyata Bulan Menyimpan Oksigen yang Mampu Menopang Hidup 8 Miliar Orang

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

Munawar Ibrahim Pimpin ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin: Bukan Underbow Pemerintah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com