Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

DICIS 2nd STAIN Meulaboh Hadirkan Pembicara Internasional

Atjeh Watch by Atjeh Watch
24/11/2021
in Kampus
0

Meulaboh – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) kTeungku Dirundeng Meulaboh kembali mengadakan Dirundeng International Conference on Islamic Studies (DICIS) 2nd 2021 yang kali ini mengangkat tema Moderation, Diversity and Hybridization in Identity of Islamic Civilization. Dengan tujuh sub tema terkait ekonomi Islam, turats, Pendidikan, moderasi beragama, sosial media, hukum Islam serta peradaban dan arkeologi. Rabu, 24 November 2021.

“DICIS diharapkan bukan hanya untuk sosialisai hasil penelitian, tapi juga sebagai promosi para dosen tentang kemampuan dan potensi mereka ke dunia nasional, bahkan internasional,” ujar ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Inayatillah, M.Ag.

Konferensi internasional tersebut dilaksanakan selama dua hari, yaitu Selasa, 24 November hingga Rabu 25 November 2021. Kegiatan dimulai dengan opening ceremony oleh Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, kemudian dilanjutkan dengan Plenary Session oleh Prof. R. Michael Feener, Centre of Southeast Asian Studies of Kyoto University yang membahas mengenai penelitian yang dilakukan bersama tim Maritim Asian Heritage Survey (MAHS), dengan tema survey arkeologis di Maldives, Indonesia, Vietnam, Sri Lanka dan Brunei Darussalam. Kelima negara ini merupakan wilayah terancam bencana alam, sehingga diperlukan pendataan situs sejarah yang kompleks agar tidak hilang tanpa terdata sama sekali.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Prof. Dr. M. Adlin Sila, S.Ag, M.Ag, Puslitbang Bimas Agama Kemenag RI yang membahas mengenai Moderasi Beragama dalam konteks ke-Indonesiaan dalam menangkal radikalisme dan ancaman dari luar.

Pembicara selanjutya adalah Prof. Phil. Abdul Manan, M.Sc, MA dari Universitas Islam Negeri AR-Raniry  membahas mengenai Caning as Punishment An Evaluation serta Dr. Anton Jamal, MA dari STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh yang memaparkan mengenai Moderasi Beragama Dalam Perspektif Ushul Fiqh: Membangun Dialektika dan Menemukan Titik Temu.

Kemudian sesi selanjutnya dilanjutkan dengan presentasi dari para presenter DICIS 2nd yang berjumlah 60 presenter yang terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan dan universitas. Hari pertama akan diisi oleh 30 presenter yang telah dibagi ke dalam tiga room, yang masing-masing berisi 10 presenter yang akan dipandu oleh seorang moderator dan co moderator.

Untuk hari kedua, Plenary Session akan diisi oleh key note speaker tidak kalah menarik, yaitu Prof. Karim D. Crow, M.A., Ph.D, Council for Research in Values and Philosophy, Washington. Kemudian diikuti dengan keynote speaker kedua, yaitu Prof. Asna Husein, M.A, Ph.D dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Kemudian dilanjutkan oleh keynote speaker ke tiga yaitu Dr. Erizar, M.Ed dari STAIN Meulaboh.
Pukul 10.00 wib, kegiatan dilanjutkan dengan Plenary session, merupakan lanjutan dari hari pertama, yaitu berjumlah 30 presenter yang telah dibagi menjadi tiga room, yang diisi oleh 10 presenter. Setelah sesi plenary selesai, selanjutnya pada tahapan closing session atau penutupan yang akan diisi oleh Dr. Khalid Zahri, Abdelmalik Essaadi University, Tetouan, Maroko dan Annemarie Samuels, MA, Ph.D. Acara akan ditutup dengan closing speech oleh Jovial Pally Taran, M.Ag Koordinator 2nd DICIS.

“Kita mengharapkan dukungan semua pihak untuk menyukseskan konferensi internasional ini,” harap Inayatillah.[]


Previous Post

Hari Kelima Kejurnas KU, Musauwir dan Nafiis Raih Medali di Nomor Lead Youth Panjat Tebing

Next Post

Sekda: Pemerintah Aceh Fokus Kembangkan Digitalisasi Produk Lokal

Next Post

Sekda: Pemerintah Aceh Fokus Kembangkan Digitalisasi Produk Lokal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lantik 31 Keuchik Resmi Dilantik, Bupati Pidie Jaya: Tinggalkan Politik, Utamakan Pelayanan Rakyat

Lantik 31 Keuchik Resmi Dilantik, Bupati Pidie Jaya: Tinggalkan Politik, Utamakan Pelayanan Rakyat

13/07/2026
KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

Aktivis HAM Aceh Desak Gubernur Aceh H.Muzakir Manaf Temui Presiden Prabowo Terkait Pemulihan Korban

13/07/2026
Wali Kota Serahkan LKPJ 2025 ke DPRK, Irwansyah: Akan Segera Kami Bahas

Wali Kota Serahkan LKPJ 2025 ke DPRK, Irwansyah: Akan Segera Kami Bahas

13/07/2026
UIN Ar-Raniry Tambah Enam Guru Besar, Total Profesor Kini 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah Enam Guru Besar, Total Profesor Kini 66 Orang

13/07/2026
PW ISNU Aceh Luncurkan Pojok Baca Perdana di SMAN 1 Kuala

PW ISNU Aceh Luncurkan Pojok Baca Perdana di SMAN 1 Kuala

13/07/2026

Terpopuler

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

12/07/2026

Cut Intan Arifah Ditunjuk Pimpin Koperasi Aceh Meusaho Sejahtera

‘Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah’ Harinya Anak Yatim Mengenang Sosok Ayah

Pemerintah Aceh Beri Fleksibilitas Kerja ASN untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com