HUJAN mulai reda saat rombongan kami menepi di kios kecil jalan Beureunuen-Tiro, Senin malam 20 Desember 2021.
Namun aspal masih basah. Beberapa titik masih tergenang air usai didera hujan deras dari sore tadi.
Lokasi ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari Jalan Banda Aceh-Medan. Tepatnya di Desa Jojo, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.
Saat itu sekitar pukul 20. 30 WIB.
Beberapa pria dewasa tampak sedang fokus dengan handphone masing-masing. Mereka berselancar di media sosial dengan memanfaatkan wifi gratis di warung tadi.
“Yang meukat ka geubalek u rumoh siat,” kata seorang bapak-bapak saat melihat rombongan kami tiba.
Ia mengerut dahi dan kemudian matanya kembali fokus pada layar handphone miliknya.
Warung tadi bernama Misnel. Konon Mie Ungkot Sure dan Mie Udang yang diracik di sini cukup terkenal di daerah itu.
Hal ini pula yang membuat kami singgah ke sana. Cuaca yang dingin sehabis diguyur hujan merupakan waktu yang tepat untuk menghabiskan seporsi Mie Ungkot Sure atau Mie Udang guna memanaskan suhu tubuh.
Salah seorang dalam rombongan ini adalah Senator DPD RI asal Aceh HM Fadhil Rahmi Lc MA. Konon, menurut pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini, sang pemilik pernah beberapa kali mempromosi dagangannya tersebut via media sosial.
“Dari masa saya belum berstatus apa apa. Waktu kampanye juga. Beliau DM. Saat ini kebetulan lewat dan mampir,” ujar Syech Fadhil.
Beberapa menit menunggu, seorang pria muda muncul.
“Mau pesan apa?” tanya dia.
Pria muda ini memandang lama ke arah Syech Fadhil. Namun sorot matanya seperti ragu-ragu.
“Mie Sure 5 porsi,” jawab salah seorang rombongan.
Namun pria muda tadi justru menarik nafas panjang. “Ka abeh (habis-red) bang,” katanya kemudian.
“Kakeuh Mie Udang 5 porsi,” ujar salah seorang rombongan tadi lagi.
Pria muda ini tersenyum dan kemudian bergegas ke dapur untuk memasak. Di dekatnya ada rak kecil yang berisi mie dengan sayur mayur yang terlihat masih segar.
Dari arah depan, seorang perempuan muda menepi dengan menggunakan sepeda motor. Ia membonceng seorang anak kecil yang berusia setahunan.
Ia menoleh ke arah kami.
“Ustadz Fadhil lagoo,” ujarnya dengan nada sedikit keras.
Ia bergegas turun menyalami satu persatu rombongan. Suaranya juga membuat seisi warung tersenyum. Mereka yang awalnya ragu-ragu kini mengetahui bahwa yang datang tadi adalah senator muda asal Aceh.
Wanita tersebut adalah Misnel. Sedangkan pria muda yang bertanya menu tadi adalah suaminya.
“Nama asli saya adalah Misnely. Dulu waktu kursus ada dua orang yang Bernama Misnelly. Jadi saya disingkat Misnel saja,” kata wanita tadi.
Misnel mengaku sudah tiga tahun berjualan Mie Sure. “Setahun di dalam (Tiro-red) di kampung suami. Dua tahun di sini. Saya asli Jojo,” kata ibu satu anak ini lagi.
Misnel memiliki cara tersendiri dalam mempromosi dagangannya tersebut. Ia menggunakan jejaring sosial media. Hal ini pula yang membuat warungnya tersebut mulai dikenal oleh orang.
“Namun kita juga tetap mempertahankan kualitas dan rasa,” kata alumni Universitas Syiah Kuala letting 2009 ini lagi.
Misnel mengaku salah seorang pemilih dan pengikut Syech Fadhil di jejaring sosial media. Ia juga mengaku tak menyangka bakal dikunjungi oleh sahabat dekat Ustadz Abdul Somad di Aceh ini.
“Ukeu payah neujak lom. Lon simpan Mie Ungkot Sure,” kata dia.
Beberapa menit berlalu, suami Misnel membawa 5 porsi Mie Udang. Kami kemudian mulai sibuk dengan porsi masing-masing. Sesuai dengan kabar yang berhembus, racikan mie di Warung Misnel ternyata memang sangat enak.
Aroma-nya wangi dan rasanya ‘nedang’ di lidah. Demikian juga udang yang digunakan juga masih segar dan empuk.
“Bumbu mie, kami racik sendiri,” kata Misnel.
Dalam waktu singkat, mie udang tersebut habis tanpa sisa.
Sekitar 1 jam di warung Misnel, rombongan izin pamit. Misnel tak lupa mengajak Syech Fadhil untuk foto bersama.
“Sehat terus ustadz. Kalau ada melintas lagi, jangan lupa mampir. Saya sediakan Mie Ungkot Sure,” ujar Misnel. []










