Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kasus Kekerasan Anak di Aceh Turun

Admin1 by Admin1
01/01/2022
in Nanggroe
0
Di Pidie Jaya, Senior Aniaya 12 Junior di Sekolah

BANDA ACEH – Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh mencatat bahwa kasus kekerasan seksual maupun fisik terhadap anak di Kota Banda mengalami penurunan pada 2021. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kasus kekerasan terhadap anak menurun, pada 2020 lalu sebanyak 46 kasus, dan 2021 ini hanya 22 kasus,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Ryan Citra Yudha di Banda Aceh, Jumat (31/12).

Ryan merincikan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Banda Aceh pada 2021, yakni sebanyak 19 kasus, sedangkan kekerasan fisik atau penganiayaan tiga kasus. Sementara pada 2020 lalu, kata Ryan, anak yang mendapatkan kekerasan seksual sebanyak 31 kasus, dan yang mengalami kekerasan fisik atau penganiayaan mencapai 15 kasus. Artinya terjadi penurunan ketimbang tahun lalu.

Ryan menjelaskan, dari 22 kasus kekerasan terhadap anak pada 2021 tersebut, 13 di antaranya sudah diselesaikan, dan sembilan kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan hingga penyidikan. Ryan menyampaikan kasus kekerasan terhadap anak itu terjadi karena kurangnya pengawasan dari keluarga, atau masih minimnya kepedulian dari orang tua.

“Seharusnya orang tua harus lebih sering mengontrol kegiatan anak-anaknya,” ujarnya.

Ryan meminta semua pihak harus turut andil dalam pengawasan dan dari polisi sudah ada tim yang selalu melakukan patroli di tengah malam, sering di dapati anak di bawah umur masih berada di luar rumah hingga tengah malam.

“Pengawasan harus ditingkatkan, karena saat ini pelecehan terjadi bukan dari luar, namun kebanyakan dari keluarga sendiri,” demikian Ryan.

Sumber: republika.co.id

Previous Post

2.751 Warga di Aceh Timur Terdampak Banjir

Next Post

Gubernur akan Jadi Irup HAB Kemenag ke-76 di Aceh

Next Post

Gubernur akan Jadi Irup HAB Kemenag ke-76 di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

23/08/2026
BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

23/08/2026
Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

23/08/2026
Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

23/08/2026
Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

22/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

Kasus Kekerasan Anak di Aceh Turun

Disdikbud Aceh Besar Uji Coba Virtual Learning Literasi-Numerasi SD

Ohku, Negara Rugi Rp1 Triliun akibat Penyalahgunaan BBM di Aceh

Kutukan Sumber Daya di Tanah Rencong: Mengapa Aceh Tetap Miskin di Tengah Ledakan Tambang?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com