IDI – Ketua DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri, mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian yang bergerak cepat dalam mengungkapkan kasus pembunuhan di daerah itu.
Yang terbaru, kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga di Aceh Timur. Belakangan diketahui bahwa pembunuh adalah suami sendiri. Sang suami ternyata cemburu karena istri main handphone hingga tengah malam.
“Terlepas dari motifnya, kinerja dari jajaran kepolisian patut kita apresiasi,” ujar Fattah Fikri kepada wartawan.
“Para penegak hukum mampu memberi rasa aman kepada warga di Aceh Timur,” kata dia.
“Semoga kinerja keras dari pihak kepolisian ini mampu menghadirkan rasa aman bagi warga dan menindak tegas para pelaku kekerasan, apapun motifnya,” ujar pria yang akrab disapa Bang Tata ini.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria di Aceh Timur, Aceh, MH (62), ditangkap polisi karena diduga membunuh istrinya, R (49). Pelaku diduga menghabisi nyawa istrinya karena curiga korban main ponsel tengah malam.
“Ketika pelaku bangun di kamarnya, dia melihat korban berada di luar rumah sedang bermain ponsel. Hal ini membuat pelaku curiga dan menghampiri korban,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).
Dizha mengatakan pelaku saat itu menanyakan alasan korban belum tidur dan tampak gelisah. Pertanyaan itu disebut tidak direspon korban sehingga membuat pelaku marah dan tersinggung.
MH merampas ponsel istrinya sambil memukul wajah korban. Kejadian itu terjadi, Rabu (19/1).
“Pemukulan itu mengakibatkan korban terjatuh. Pelaku panik ketika mengetahui istrinya meninggal. Dia kemudian menggendong dan membawa korban ke pinggir sungai seolah-olah korban hilang dari rumah,” jelas Dizha.
Korban sempat dinyatakan hilang pada Kamis (20/1). Setelah dilakukan pencarian, jenazah korban ditemukan pada Jumat (21/1) di sungai tak jauh dari rumahnya.










