Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Daging Babi Mahal, Konsumen di Thailand Kini Beralih ke Buaya

Admin1 by Admin1
26/01/2022
in Internasional
0
Daging Babi Mahal, Konsumen di Thailand Kini Beralih ke Buaya

Pedagang memotong daging buaya yang dijual di pinggir jalan Kota Phnom Penh, Kamboja, 27 September 2021. Meski ekstrem, namun makanan dari daging buaya bukan hal aneh di Kamboja. REUTERS/Cindy Liu

Jakarta – Konsumen di Thailand mulai mengkonsumei daging buaya setelah harga daging babi melonjak tinggi. Dilansir dari The Laotian Times, harga daging buaya kini lebih terjangkau dibandingkan babi. Sementara menurut konsumen, rasa daging buaya lezat seperti ayam.

Gelombang flu Afrika atau African Swine Fever (ASF) telah melanda Thailand. Akibatnya industri peternakan babi di negara itu terganggu sejak tahun lalu.

Peternak babi Thailand mengeluh banyaknya babi yang mati tiba-tiba. Kekurangan daging babi di Thailand menyebabkan harga melonjak, dari 150 baht per kilogram menjadi 240 baht per kilogram.

Peternakan buaya sekarang memanfaatkan krisis daging babi. Permintaan harga daging reptil pun naik hingga dua kali lipat. Meski harga naik, daging buaya tetap jauh lebih murah daripada babi.

Pembelian daging buaya dalam jumlah besar akan diberi harga murah. Bagian yang paling mahal adalah ekor buaya yang menurut penjual mengandung daging lunak rendah lemak.

Buaya banyak diternakkan di Thailand terutama untuk diambil kulitnya yang dijual ke industri fashion. Dagingnya diekspor di restoran khusus, terutama restoran Cina, yang menyajikan daging eksotis.

Menurut laporan Nikkei Asia, Kementerian Pertanian Thailand mengatakan sekitar 1.150 orang di Thailand memiliki peternakan buaya atau terlibat dalam bisnis perdagangan buaya. Sekitar 1,2 juta buaya dipelihara per tahun, 60 persen di antaranya diproses untuk ekspor daging ke China, sementara 40 persen untuk bisnis kulit.

Dengan meningkatnya minat masyarakat, para pembudidaya buaya kini berpikir serius untuk mengembangkannya.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Hadapi Rusia, Amerika Serikat Kirimkan Rudal Javelin ke Ukraina

Next Post

Besuk Abu Tumin, Gubernur Ajak Masyarakat Doakan Kesembuhan Ulama Kharismatik Aceh

Next Post
Besuk Abu Tumin, Gubernur Ajak Masyarakat Doakan Kesembuhan Ulama Kharismatik Aceh

Besuk Abu Tumin, Gubernur Ajak Masyarakat Doakan Kesembuhan Ulama Kharismatik Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

SOPAN Dukung Pasantren Ramadhan yang Digelar Pemerintah Alue Manggota

SOPAN Dukung Pasantren Ramadhan yang Digelar Pemerintah Alue Manggota

06/03/2026
Penyerahan Sembako dan Tausyiah Iringi Buka Puasa di SMAN 9 Banda Aceh

Penyerahan Sembako dan Tausyiah Iringi Buka Puasa di SMAN 9 Banda Aceh

06/03/2026
Zelensky Beri Tips ke Arab Cs Cara Lawan Drone Iran: Kami Pengalaman

Zelensky Beri Tips ke Arab Cs Cara Lawan Drone Iran: Kami Pengalaman

06/03/2026
Usai Dipersenjatai AS, Pasukan Kurdi Kini Mulai Operasi di Iran

Usai Dipersenjatai AS, Pasukan Kurdi Kini Mulai Operasi di Iran

06/03/2026
Kapolres Pidie Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

Kapolres Pidie Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

05/03/2026

Terpopuler

Satu Ruko di Abdya Dilalap Sijago Merah, Diduga Tempat Packing Menu MBG

Satu Ruko di Abdya Dilalap Sijago Merah, Diduga Tempat Packing Menu MBG

04/03/2026

Perkuat Sinergi Pengusaha dan Pemerintah, HIPMI Abdya Buka Puasa Bersama Bupati dan Forkopimkab

Santri Gayo Lues Bentuk Wadah Bernama Istagal

Distribusi Bantuan Kemensos RI di Pidie Jaya Diduga Tak Tepat Sasaran

Sekda Aceh Diduga “Kudeta” Program Gubernur: 2.000 Rumah Dhuafa Dipangkas Jadi 780 di APBA 2026

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com