Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Perbedaan Penetapan 1 Ramadhan, Ubaidillah: Kita Tunggu Hasil Sidang Isbat

Atjeh Watch by Atjeh Watch
01/04/2022
in Lintas Barat Selatan
0

BLANGPIDIE – Meskipun sidang penetapan awal Ramadhan belum digelar oleh kementerian Agama Republik Indonesia secara nasional, namun beberapa Ormas Islam di Indonesia sudah menetapkan awal Ramdhan tahun 2022 ini.

Dalam sidang isbat penentuan awal Ramadhan 2022, metode yang dipakai Kemenag adalah rukyatul hilal (pengamatan hilal) dan hisab (penghitungan). Ini sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Terdapat dua kemungkinan hasil sidang isbat 1 Ramadhan 1443 H. Yang pertama, jika hilal terlihat pada Jumat 1 April 2022, maka hari tersebut merupakan hari terakhir bulan Sya’ban 1443 H sekaligus petangnya menjadi awal bulan puasa. Dengan demikian, 1 Ramadhan bertepatan dengan Sabtu 2 April 2022.

Yang kedua, jika kemudian hilal tidak terlihat pada Jumat, 1 April 2022, maka bulan Sya’ban 1443 H akan dibulatkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, 1 Ramadhan akan berlangsung pada Minggu 3 April 2022.

Lain halnya Muhammadiyah, Ormas ini sudah menetapkan jadwal dan penetapan 1 Ramadhan yang jatuh pada hari Sabtu 2 April 2022.

Muhammadiyah bahkan telah memberikan pengumumannya terkait dengan penghujung bulan Ramadhan tahun 2022. Melalui jadwal imsakiyah resmi Muhammadiyah, puasa Ramadhan tahun ini berakhir tepat tanggal 1 Mei 2022.

Dengan kata lain, warga Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Abdya akan mulai melaksanakan ibadah puasa besok hari Sabtu (02/03).

Sementara itu, Warga Nahdlatul Ulama (NU) belum ada keputusan dalam menetapkan 1 Ramadhan 1443 H. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) akan melakukan rukyatul hilal pada hari ini Jumat (1/04) yang bertepatan dengan 29 Sya’ban 1443 H. Hal itu tertuang dalam Surat Instruksi Nomor 012/LF-PBNU/III/2022 LFNU yang diterbitkan pada (31/03).

Rukyatul hilal inilah yang akan menjadi penentu kapan hari pertama puasa Ramadhan 2022 untuk kalangan warga NU. Hingga kini, sembari menunggu rukyatul hilal dan hasil sidang isbat Kemenag pada Jumat, 1 April 2022, ada dua kemungkinan awal puasa, yaitu Sabtu 2 April 2022 atau Minggu, 3 April 2022.

Meskipun demikian, ada sebagian kecil warga Kabupaten Aceh Barat Daya telah melaksanaka1 Ramadhan atua menjalankan ibadah puasa pada hari kamis yang lalu (31/03).

Seperti Jemaah Tarekat Syattariyah pengikut Habib Muda Seunagan, mereka telah melaksanakan puasa sejak Kamis (31/03).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Barat Daya Ubaidillah, S. Ag ketika dikonfirmasi awak media ini mengungkapkan bahwa pihaknya atas nama pemerintah akan menunggu keputusan Kementerian Agama dari hasil Rukyatul Hilal (pengamatan hilal) dan Hisab (penghitungan) sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Jum’at (01/04/2022

“Kita tunggu hasil Sidang Isbat pemerintah yang akan dilaksanakan kementerian Agama pada pukul 18:00 Wib kapan sebenarnya penetapan 1 Ramadhan,” tegas Ubaidillah.

Menjawab berbagai pertanyaan mengenai adanya potensi perbedaan awal Ramadhan antara Pemerintah, Muhammadiyah serta ormas lainnya di Abdya, Ubaidillah menjelaskan, hal itu terjadi lantaran ada perbedaan metode dalam menentukan awal Ramadhan dari masing-masing lembaga.

“Ada yang akan mengawali Ramadhan pada hari kamis kemarin (31/03), ada yang hari ini, ada juga besok (02/04) dan kemungkinan ada pula yang mulai puasa pada 3 April 2022, itu adalah lumrah,” ungkap Ubaidillah.

Lanjutnya, perbedaan penetapan awal Ramadhan sudah pernah terjadi di masa lalu. Pasalnya, ada perbedaan metode penetapan, yakni metode hisab wujudul hilal dan imkanur-rukyat.

“Jika pun ada beda awal Ramadhan, sudah semestinya kita mengedepankan sikap saling menghormati agar tidak mengurangi kekhusyukan dalam menjalani ibadah puasa ini,” ujar Kadis Syariat Islam itu.

Menurutnya, perbedaan pendapat itu adalah rahmat dan khazanah keilmuan. Pemerintah memberikan pandangan positif atas perbedaan pandangan.

“Semua ormas yang berbeda pendapat ini adalah saudara kita ummat Islam. Kemudian kita melihat ada perbedaan cara mengembangkan Agama Islam, itu tergantung dan kita pulangkan kepada mereka masing-masing. Mari kita mengedepankan sikap toleransi, saling menghargai dan bersatu meskipun berbeda pandangan,” pungkas Kadis Syariat Islam Abdya Ubaidillah.

Reporter: Rusman

Previous Post

Perbandingan Harga BBM di RI dengan Malaysia dan Thailand, Mana yang Termurah?

Next Post

Pikades 54 Desa di Simeulue Berlangsung Lancar dan Aman

Next Post

Pikades 54 Desa di Simeulue Berlangsung Lancar dan Aman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

11/08/2026
Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

11/08/2026
Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

11/08/2026
Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

11/08/2026
Krak, Polda Aceh Tangkap Keuchik Tersangka Peredaran Narkoba 50.000 Butir Pil Ekstasi

Polda Aceh Buru Pemasok Pil Etomidate ‘Zombie’ di Bireueen

11/08/2026

Terpopuler

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

10/08/2026

Perbedaan Penetapan 1 Ramadhan, Ubaidillah: Kita Tunggu Hasil Sidang Isbat

Di Balik Semarak HUT RI ke-81 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

YEL Semarakkan Kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional dan Orangutan Sedunia di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com