Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Warga Aceh Korban KDRT di Thailand Dipulangkan ke Indonesia

Admin1 by Admin1
30/04/2022
in Nanggroe
0
Sekolah Elit Bangsawan Inggris Dihantui Kasus Pemerkosaan

Ilustrasi. (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)

BANDA ACEH–Seorang perempuan asal Kabupaten Aceh Tenggara Sila Wahyu Wardani (22 tahun) yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya di Thailand dipulangkan ke Indonesia.

“Warga Aceh ini dipulangkan bersama seorang bayinya berusia 22 bulan,” kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Jumat (29/4/2022).

Almuniza mengatakan sebelum dipulangkan ke Aceh untuk sementara waktu Sila Wahyu bersama putrinya itu diinapkan di rumah singgah Pemerintah Aceh di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. “Jadi selama ia berada di Jakarta kita akan terus pantau keberadaannya, dengan memberikan pendampingan,” ujarnya.

Menurut informasi dari Konsulat RI Songkhla, kata Almuniza, pada November 2021, Sila melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Konsulat RI Songkhla. Setelah pengaduan itu, kasusnya dapat diselesaikan dengan baik, ia bersama suaminya dapat menjalani keharmonisan kembali.

Namun, pada Februari 2022, Sila kembali membuat pengaduan ke Konsulat RI Songkhla terkait KDRT yang dialaminya. Akhirnya ia tidak tahan lagi dengan tingkah laku suaminya, karena dalam kurun dua tahun belakangan ini diduga sering menggunakan obat terlarang (narkoba).

“Suaminya sering melakukan penganiayaan terhadapnya, sehingga ia bertekad ingin pulang ke Indonesia dengan membawa anaknya,” kata Almuniza.

Setelah itu, pihak Konsultan RI Songkhla meminta bantuan Direktorat Perlindungan WNI guna berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk membantu pemulangannya ke kampung halaman. Almuniza menuturkan Pemerintah Aceh menyampaikan terima kasih kepada Konsulat RI Songkhla, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri RI serta sejumlah pihak yang ikut membantu mendampingi dan pemulangannya.

Sementara itu, Sila Wahyu Wardani mengaku sebelum menikahi pria asal Thailand bernama Muhammadtoher Ayae. Ia mengenal sosok suaminya saat sama-sama mondok di salah satu Pondok Pesantren di Aceh Tenggara. “Jadi kami menikah pada Oktober 2018. Tak lama kemudian pada tahun itu juga saya ikut suami ke Thailand. Tapi sejak pergi ke sana saya masih juga pulang pergi ke Aceh sekitar dua kali, dan suami saat itu ikut menemani,” kata Sila.

Ia mengatakan setelah mereka ke negeri Gajah Putih itu, suaminya selama di sana hanya bekerja sebagai penjual di kedai roti milik ibunya. Sedang dirinya untuk mengisi kekosongan juga ikut membantu di gerai tersebut.

Namun, dalam kurun dua tahun terakhir ini, sang suami sedikit kasar kepadanya sehingga perilakunya tidak seperti biasanya. Hal itu diketahuinya tidak lepas dari pengaruh obat-obatan terlarang. “Semenjak munculnya virus Covid-19 dia mulai menggunakan obat terlarang,” ujarnya.

Karena itu, ia yang sudah melahirkan anaknya yang berusia 22 bulan itu tidak tahan lagi tinggal bersama suaminya dan berkeinginan pulang ke kampung halamannya. “Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, tentunya Konsulat RI Songkhla, Kementerian Luar Negeri dan kepada Pemerintah Aceh,” demikian Sila.

Sumber: republika.co.id

Previous Post

Idul Fitri, Nova Ajak Warga Aceh Jaga Silaturahmi

Next Post

Lakalantas, Ayah dan Dua Anak Tewas di Aceh Timur

Next Post

Lakalantas, Ayah dan Dua Anak Tewas di Aceh Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

09/06/2026
HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

09/06/2026
Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

09/06/2026
Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

09/06/2026
Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Tumbang

Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Tumbang

09/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com