Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

GAM Sagoe Jirat Panyang Daerah 1 Wilayah 013/Blangpidie Adakan Haul Para Syuhada

Atjeh Watch by Atjeh Watch
26/06/2022
in Lintas Barat Selatan
1
GAM Sagoe Jirat Panyang Daerah 1 Wilayah 013/Blangpidie Adakan Haul Para Syuhada

BLANGPIDIE – Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah gerakan bersenjata di Aceh yang lahir dari rasa kecewa kepada pemerintah pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan tujuan memisahkan diri dari NKRI.

Gerakan Aceh Merdeka yang dipimpin oleh Alm. Tengku Hasan Di Tiro atau dikenal dengan Hasan Tiro melalui pernyataan (Deklarasi) yang dilakukan di bukit Halimon, Kabupaten Pidie Provinsi Aceh.

Dalam catatan sejarah, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lahir pada tanggal 04 Desember 1976 dengan menyerukan perlawanan kepada pemerintah Republik Indonesia.

Sebelum resmi bernama Gerakan Aceh Merdeka, kelompok ini menyebut dirinya dengan nama Aceh Merdeka (AM).

Gerakan ini kemudian juga dikenal dengan sebutan Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF).

Latar belakang bermunculnya Gerakan Aceh Merdeka adalah konflik yang bersumber dari perbedaan pandangan tentang hukum Islam, kekecewaan tentang distribusi sumber daya alam di Aceh, dan hal-hal sosial lainnya.

Pemerintah pusat saat itu disebut sentralistis yang memicu tumbuhnya rasa kekecewaan di benak masyarakat Aceh.

Sayangnya, saat itu cara mengatasi Gerakan Aceh Merdeka yang diambil oleh Pemerintah Pusat kurang tepat, hingga muncul perlawanan yang kemudian dimanfaatkan kelompok tersebut untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Pada akhirnya, konflik yang terjadi sejak 1976 hingga 2005 ini justru merugikan kedua belah pihak, baik RI, GAM dan juga menyisa luka bagia masyarakat biasa (sipil) dengan menelan nyawa hingga 15.000 jiwa.

Pihak pemerintah Indonesia dan GAM pada 27 Februari 2005 akhirnya bersama-sama memulai langkah perundingan dengan melakukan pertemuan di Finlandia.

Singkat cerita, dari pertemuan di Finlandia tersebut lahirlah beberapa butir-butir perjanjian antara RI-GAM yang dikenal dengan MoU Helsinki.

Setelah damai, sampai saat ini sudah terhitung 17 tahun, para Eks kombantan dan keluarga GAM di seluruh Aceh selalu melakukan acara Kenduri Kuburan Syuhada (Kuburan para pejuang Aceh Merdeka). Seperti yang dilakukan oleh Eks kombatan dan para keluarga GAM di Aceh Barat Daya.

Kali ini, para eks GAM Sagoe Jirat Panyang Daerah 1 wilayah 013 Blangpidie, Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya, melaksanakan kenduri jirat para Syuhada yang telah meninggal dunia (Syahit) pada masa konflik perperangan di Aceh.

Haul para syuhada tersebut berlangsung di kompleks perkuburan Syuhada Sagoe Jirat Panyang, Gampong Drien Berumbang Kecamatan Kuala Batee kabupaten setempat, Minggu (20/06/2022).

Panglima Wilayah 013/Blangpidie Tgk. H. Abdurrahman Ubit alias Doraman, yang diwakili Teuku Mustiari alias Tgk. Mus Sudong menyampaikan, Haul atau kenduri jirat para syuhada itu dilaksanakan setiap tahun.

“Kenduri jirat ini kita laksanakan saban tahun, untuk mengingat jasa para syuhada yang telah gugur di medan pertempuran saat perang semasa konflik Aceh khususnya di wilayah Blangpidie,” kata Mus Sudong yang juga selaku panitia pelaksana acara tersebut.

Ia juga menyebutkan, ada beberapa rangkaian kegiatan pada haul para syuhada itu, baik kegiatan relegi maupun sosial.

“Kegiatan ini kita laksanakan selama dua hari, dengan mengadakan zikir akbar, tadarus Al-Quran, doa bersama serta santunan anak yatim (anak-anak syuhada), dan ziarah makam mantan panglima dan para kombatan,” ungkap Tgk. Mus Sudong.

Dengan diadakan berbagai rangkaian haul para syuhada itu, para eks kombatan serta keluarga yang masih hidup dengan harapan, para syuhada yang telah gugur di medan perang diampuni dosa oleh Allah SWT, diterima ibadahnya dan kelak mendapatkan pahala syahit.

“Semoga Allah SWT menempatkan para Syuhada dalam syurga jannatun na’in, Aamiin..,” pungkas Teungku Mustiari alias Mus Sudong.

Reporter: Rusman

Previous Post

Meski Tidak Dapat Juara Dan Minimnya Anggaran Juga Persiapan, Asel Telah Berjuang Maksimal

Next Post

Pentas Urban Art Sukses, Kolaborasi Seniman Aceh-Jabar Buat Penonton Terpukau

Next Post
Pentas Urban Art Sukses, Kolaborasi Seniman Aceh-Jabar Buat Penonton Terpukau

Pentas Urban Art Sukses, Kolaborasi Seniman Aceh-Jabar Buat Penonton Terpukau

Comments 1

  1. Bessie Holom says:
    3 tahun ago

    Terkasih atas artikel yang mengagumkan tentang provinsi-provinsi dan geografi Indonesia! Sungguh menarik untuk mempelajari lanskap dan budaya yang beragam di kepulauan ini. Saya sangat menghargai usaha Anda menyajikan gambaran yang komprehensif. Ada rekomendasi pribadi untuk tempat wajib dikunjungi atau tempat tersembunyi di provinsi-provinsi Indonesia? Saya sangat bersemangat untuk menjelajahi lebih banyak dan akan sangat senang mendapatkan wawasan lokal! ??️✨

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polda Aceh Tangkap Lima Terduga Pungli di Kawasan Wisata Aceh Besar

Polda Aceh Tangkap Lima Terduga Pungli di Kawasan Wisata Aceh Besar

21/06/2026
Bupati Tinjau Lahan Huntap Aceh Tamiang

Bupati Tinjau Lahan Huntap Aceh Tamiang

21/06/2026
Polresta Banda Aceh Selidiki Penyebab Ledakan di KMP Aceh Hebat

Satu Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Asal Sumut Meninggal Dunia

21/06/2026
Kemenag Dorong Sinergi Ulama dan Umara dalam Rumuskan Strategi Bangun Aceh Berkarakter

Kemenag Dorong Sinergi Ulama dan Umara dalam Rumuskan Strategi Bangun Aceh Berkarakter

21/06/2026
BKSDA Aceh Translokasi Orang Utan Terisolir di Kebun Warga

BKSDA Aceh Translokasi Orang Utan Terisolir di Kebun Warga

21/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden KMP Aceh Hebat 2

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com