BLANGPIDIE – Bencana abrasi pantai laut Susoh kembali terjadi sekitar pukul 08.00 Wib pagi, sehingga mengacam sejumlah rumah warga yang berada di sepanjang pantai.
Saat ini, dari pantauan awak media, ada tujuh rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat abrasi yang terjadi di dua Gampong pesisir pantai di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) , yakni Gampong Panjang Baru dan Gampong Palak Kerambil, Senin, (04/07/2022).
“Abrasi air laut ini sudah sering sekali terjadi setiap tahunnya, sehingga berdampak besar pada masyarakat Gampong Panjang Baru dan Kedai Palak Kerambil,” kata Camat Susoh,Teuku Nasrul.
Meski baru dilantik sebagai Camat Susoh pada hari Jum’at (01/07) oleh Wakil Bupati Abdya Muslizar. MT, Teuku Nasrul didampingi pihak Dinas Perkim&LH Andya beserta anggota Forkopimcam Susoh turun langsung ke lapangan serta mencari solusi atas langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk menyikapi persoalan abrasi yang sedang terjadi di wilayah tutorialnya itu.
“Dari pihak Badan Penangulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya telah memasang tenda darurat sewaktu-waktu dapat digunakan bagi korban abrasi pantai tersebut. Meski saat ini masih ada beberapa rumah yang masih bisa ditempati, tapi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan, maka tempat mengungsi harus disediakan,” papar Teuku Nasrul.
Ia menghimbau kepada masyarakat yang berdampak bencana tersebut agar bersabar, karena bantuan seperti logistik dan tempat untuk istirahat akan segera dipersiapkan.
“Kita akan segera berkonsultasi dengan Pimpinan diatas untuk mencari solusi atas masalah bencana yang setiap tahunnya terjadi,” cetus Camat Nasrul, atau yang akrab disapa Rajo.
Sementara Keuchik Gampong Panjang Baru, Ikhsan Wahyuni menyampaikan bahwa abrasi ini sudah menjadi persoalan tahunan yang dialami warganya di sepanjang tepi pantai.
“Abrasi ini setiap tahun terjadi, kami berharap kepada pemrintah dan pihak terkait, bermohon untuk di lihat dan jangan sebatas janji atau program. Namun mari sama-sama kita melakukan sesuatu yang bisa membuat masyarakat bisa keluar persoalan abrasi laut ini,” ungkap Keuchik Wahyu.
Ia juga menjelaskan, dari tujuh rumah yang terdampak abrasi, para penghuni rumah tersebut telah diungsikan ke TPA dan ke rumah-rumah kerabat terdekat para korban yang berada disekitar di gampong tersebut.
“Alhamdulillah bantuan tenda sudah dipasang oleh BPBK, dapur umum dan logistik belum ada. Untuk saat ini, Pemerintah Gampong dan masyaraka hanya menangani persoalan kosumsi untuk sementara waktu waktu bagi warga korban abrasi,” imbuhnya.
Karena seperti tahun-tahun yang lalu saat musibah itu terjadi, biasanya abrasi terjadi selama tujuh hari. oleh sebab itu, Pemerintah Gampong setempat mengimbau kepada masyarakat khususnya di sepanjang pantai laut Susoh untuk tetap waspada.
Reporter: Rusman









