BLANGPIDIE – Beredar sebuah video amatir lebih kurang berdurasi sekitar 40 detik, video tersebut belakangan diketahui tentang pembubaran live musik yang dilaksanakan oleh NK Project di Cafe Nongkrong di samping Hotel Grend Lauser Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya, Sabtu malam (09/07/2022).
Live musik dari NK Project di Cafe Nongkrong itu mendapat protes keras dari Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) kabupaten setempat.
Pasalnya, live musik minggu malam tersebut bertepatan dimana umat Islam sedang merayakan takbir akbar menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.
Kasat Pol PP Abdya Hamdi, SSTP M.Si membenarkan hal tersebut. pihaknya meminta manager Cafe Nongkrong untuk menghentikan live musik saat itu juga.
“Iya benar, karena malam ini malam takbiran Hari Raya Idul Adha, jadi tidak layak dilakukan live musik dengan bernyanyi dan sebagainya. Karena hal tersebut jelas tidak menghargai syari’at Islam,” katanya.
Kadatangan pihaknya ke lokasi Cafe Nongkrong untuk menghentikan sementara waktu, karena malam ini Pemkab Abdya dan seluruh masyarakat sedang merayakan takbiran Hari Raya Idul Adha.
“Kita sudah meminta kepada manajer Cafe Nongkrong agar menghentikan live musik tersebut dan selanjutnya, melihat keadaan serta situasi, supaya saling menghargai,” pintanya.
Hamdi mengajak masyarakat Abdya agar sama-sama menjaga syariat Islam, dan saling menghargai perbedaan pendapat.
“Untuk malam selanjutnya silahkan dilanjutkan, tapi ada waktu-waktu tertentu yang harus dihentikan, karena menggangu kenyamanan dan ketertiban masyarakat lain,” sebut Hamdi.
Hamdi menjelaskan, live musik seperti itu merupakan sebuah kreatifitas anak muda yang perlu kita dukung, namun karena malam takbiran harus dibubarkan pihaknya.
“Untuk malam selanjutnya silahkan saja, selama itu tidak bertenaga dengan normal-normal syariat Islam dan adat istiadat umat muslim disekitar,” pungkasnya.
Menangapi hal tersebut, Wakil Bupati Abdya Muslizar MT mengaku kesal atas kejadian itu.
“Orang takbiran di Masjid, malah mereka (cafe nongkrong) menyetel live musik besar-besar. Ini seperti menandingi takbir. Sudah seperti negeri sekuler saja,” kata Muslizar.
Menurut Wabub Muslizar, Ada waktu-waktu tertentu yang perlu kita tiadakan kegiatan seperti itu, karena daerah Aceh punya kearifan lokal.
“Jangan disamakan kabupaten Abdya dengan daerah lain, ini Abdya wilayah Aceh. Kita harus menjaga syariat Islam serta kearifan lokal, jangan semena-mena dan keblablasan,” pungkas Wabup Abdya, Muslizar. MT.
Sementara itu, Hamdani salah seorang personil NK Project, ketika dihubungi media ini mengakui jika live musik yang digelarnya itu dibubarkan Satpol PP dan WH Abdya.
“Sebenarnya, hampir setiap malam lebaran sering mengadakan live music di Cafe Nongkrong. Namun, itu kami lakukan setelah siap takbiran,” kata Hamdani.
Seperti malam ini, lanjutnya. Seusai takbiran di Masjid-masjit dan pelepasan massa takbir keliling yang diadakan pemerintah daerah, baru kami mulai akustik.
“Dan kebetulan ini malam Minggu (Sabtu malam). Setiap malam Minggu kami selalu tayang live akustik, karena memang malam ini suasa lebaran, jadi ditunggu setelah siap takbiran baru kita mulai main musiknya,” terang Hamdani.
Ia juga menceritakan, ketika Satpol PP tadi sampai di lokasi, live musiknya mau selesai atau diakhiri dengan lagu terakhir.
“Kami berharap jangan dipandang sisi negatif saja, sisi positifnya juga harus dilihat. Tidak ada niat kita mengangkangi syariat Islam, karena kami juga paham syariat Islam dan kearifan lokal. Contoh, jika ada warga masyarakat yang meninggal di sekitar Cafe, kami juga meniadakan kegiatan live musicnya,” imbuh personil NK Project, Hamdani.
Reporter: Rusman







