Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Isu Uyghur, Aktivis Tolak Umat Islam Indonesia Dijadikan Bagian Perang Proksi AS-Cina

Admin1 by Admin1
12/10/2022
in Nasional
0

Jakarta – Direktur Indonesia Muslim Crisis Centre (IMCC) Robi Sugara mendesak pemerintah Amerika Serikat dan Cina tidak menjadikan umat Islam di Indonesia bagian dalam perang proksi kedua negara. Ia pun memuji sikap Kementerian Luar Negeri Indonesia yang menolak usulan AS untuk menggelar debat tentang kondisi muslim Uyghur di Xinjiang.

“Jangan ada lagi kita masyarakat muslim dijadikan proxy war. Sebenarnya ketegangan antara dua negara super power, Cina yang sangat baik dari segi perekonomiannya kemudian AS status quo yang berkuasa di dunia ini, semakin berkuasa,” kata Robi dalam seminar “Politisasi Xinjiang: Kasus Propaganda Hitam Amerika di Negara-negara Muslim dalam Menekan Cina” dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 12 Oktober 2022.

Robi menilai politisasi kondisi muslim Uyghur di Xinjiang, misalnya narasi umat Islam di sana dizalimi pemerintah Cina, berpengaruh pada bagaimana pandangan umat Islam terhadap segala hal yang berkaitan dengan Cina. Termasuk di Indonesia.

“Ancaman kekerasan dan teror di Indonesia terhadap yang berkaitan dengan Cina dipengaruhi oleh isu-isu kesenjangan sosial ekonomi, kasus penistaan agama Ahok, investasi Cina dan komunis, politisasi Xinjiang dan konspirasi (asal virus) Corona,” katanya.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri RI menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk menggelar debat terkait perilaku Cina terhadap muslim Uyghur di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Kamis, 6 Oktober 2022.

Dalam jumpa pers secara virtual Jumat, 7 Oktober 2022, Direktur HAM dan Kemanusiaan Kemlu RI Achsanul Habib menerangkan RI tak ingin terjadi politisasi Dewan HAM yang digunakan untuk tujuan-tujuan terkait, seperti rivalitas politik AS versus Cina.

Keputusan Kemlu RI itu dinilai oleh IMCC paling tidak menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan negara moderat serta terukur sebagai bentuk politik bebas aktif.

Pakar politik Internasional yang juga Direktur Sino-Nusantara Institute, Ahmad Syaifudin Zuhri, menjelaskan dari 47 negara anggota PBB, 17 di antaranya setuju diadakan debat tentang perilaku pemerintah Cina terhadap muslim Uyghur.

“Sedangkan yang menolak, pada dasarnya bukan negara Barat berjumlah 19 negara. Kemudian, 11 negara lainnya menyatakan abstain,” katanya.

Dalam materinya, Zuhri memetakan kemungkinan yang menjadi sumber konflik antara Cina dan Amerika Serikat. Beberapa topik yang kemungkinan menjadi pemicunya antara lain terkait isu demokrasi dan teritori/wilayah, persoalan perang dagang AS-Cina, problem keamanan di Laut Cina Selatan, hingga teknologi.

Sementara akademikus Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mutiara Dewi, menyebut isu Uyghur ini dimainkan oleh Amerika Serikat untuk menekan pengaruh Cina. “Cina yang komunis saat ini sedang menguat, maka Amerika kemudian memainkan kartu Uyghur untuk membendung powershift”, kata dia.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Forum G20, Mentan: Semua Negara Cemas Akan Krisis Pangan

Next Post

Soal Penguatan Syariat Islam, Kepala DSI: Komitmen Pj Wali Kota Tak Perlu Diragukan

Next Post

Soal Penguatan Syariat Islam, Kepala DSI: Komitmen Pj Wali Kota Tak Perlu Diragukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Atlet Anggar Abdya Sabet Emas dan Perak di Kejuaraan Anggar Mini Kompetisi Jilid II Banda Aceh

Atlet Anggar Abdya Sabet Emas dan Perak di Kejuaraan Anggar Mini Kompetisi Jilid II Banda Aceh

03/10/2026
PT Socfindo Seumayam Salurkan Santunan untuk 33 Anak Yatim di Desa Pulau Kayu

PT Socfindo Seumayam Salurkan Santunan untuk 33 Anak Yatim di Desa Pulau Kayu

03/10/2026
Mahasiswa SKI FAH UIN Ar-Raniry Gelar Kunjungan Edukatif ke Pok Teupeun Songket

Mahasiswa SKI FAH UIN Ar-Raniry Gelar Kunjungan Edukatif ke Pok Teupeun Songket

03/10/2026
Medco & PGE Sepakat Beli Hasil Sumur Minyak Rakyat di Aceh

Medco & PGE Sepakat Beli Hasil Sumur Minyak Rakyat di Aceh

03/10/2026
Tingkatkan Kualitas Riset, International Office UIN Ar-Raniry Hadirkan Pemateri dari INTI International University Malaysia

Tingkatkan Kualitas Riset, International Office UIN Ar-Raniry Hadirkan Pemateri dari INTI International University Malaysia

03/10/2026

Terpopuler

Isu Uyghur, Aktivis Tolak Umat Islam Indonesia Dijadikan Bagian Perang Proksi AS-Cina

12/10/2022

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

Ohku Rp9,2 Miliar Tiga Tahun untuk Sapi-Lembu di Pidie Jaya, Anggaran 2026 Capai Rp3,3 Miliar

Mengurai Benang Kusut di Abdya: Ketika Public Distrust Membakar Sengketa Lahan PT Cemerlang Abadi

Sang Kombatan [Jilid 2]-Bagian 2

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com