Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Diplomat Israel Anggap Saudi Hina AS: Sekutu yang Tak Bisa Dipercaya

Admin1 by Admin1
18/10/2022
in Internasional
0
Israel Ketakutan Sanksi Iran Bakal Dicabut tapi Bisa Peroleh Bom Nuklir

Perdana Menteri Israel Naftali Bennet sampaikan ketakutannya jika sanksi internasional terhadap Iran dicabut sebagai hasil dari perundingan nuklir Teheran di Wina. Foto/REUTERS

Jakarta – Seorang diplomat Israel menganggap Arab Saudi telah menghina Amerika Serikat akibat keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) di bawah Saudi mengurangi produksi minyak.

Menurut diplomat Israel Alon Pinkas, yang dahulu merupakan seorang konsulat di New York, Saudi “secara publik menghina” AS lewat keputusan itu.

Dalam artikel di media Haaretz, Pinkas menyimpulkan bahwa butuh 20 tahun diskusi terkali longgarnya aliansi dengan Saudi untuk sampai pada kesimpulan bahwa “Teluk bukanlah sekutu yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya.”

Pinkas juga menuturkan tindakan Saudi yang “secara terbuka bekerja sama dengan musuh terbesar Anda saat ada konfrontasi langsung dengan Anda [perang Rusia-Ukraina]” dan keputusan Saudi untuk “mengundang Anda ke konferensi di Jeddah untuk secara publik menghina Anda menunjukkan negara itu bukanlah sekutu yang dapat diandalkan.”

Komentar terkait konferensi Jeddah ini merujuk pada keputusan OPEC+ untuk mengurangi produksi minyak, yang notabene menuai penolakan dari AS.

Sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Pinkas menilai AS seharusnya berterima kasih pada Saudi karena menunjukkan kejelasan itu saat ini.

Pinkas juga menyebut realitas hubungan AS-Saudi saat ini adalah “aliansi tak seimbang yang bakal berakhir.”

Selain itu, Pinkas berpendapat kecenderungan Presiden AS Joe Biden atas keputusan OPEC+ ini cukup jelas, yakni penilaian kembali atas hubungan dengan Saudi, pun pengurangan kerja sama keamanan dan politik.

“Seberapa luas dan durasi dalam pengambilan keputusan ini bakal memutuskan level hubungan [AS dan Saudi], tetapi pengaruh peristiwa dalam sepekan terakhir tidak boleh diremehkan,” ujar Pinkas.

Pinkas lebih lanjut menuturkan politikus AS kebanyakan cenderung mengancam Arab Saudi secara terbuka. Namun, ancaman itu hilang setelah pejabat keamanan AS menuturkan sejauh mana kerja sama intelijen antar kedua negara berlangsung.

“Tampaknya akhir-akhir ini fenomena tersebut mulai berakhir, dan selain dari kemarahan atas kemunafikan Saudi, kemarahan atas kerja sama dengan [Presiden Rusia Vladimir Putin] dan keputusan OPEC+ yang memalukan, saya mendengar proposal konkret di Kongres, dan Presiden AS mengumumkan dia bakal memeriksa [relasi Washington-Riyadh] secara positif,” ujar Pinkas lagi.

Sebagaimana diberitakan CNBC, AS sempat meminta Saudi untuk tidak langsung memutuskan mengurangi produksi minyak.

“Pemerintah Kerajaan Saudi mengklarifikasi lewat konsultasi bersama pemerintah AS secara terus-menerus bahwa seluruh analisis ekonomi menunjukkan penangguhan keputusan OPEC+ untuk satu bulan, sesuai apa yang diusulkan, bakal membawa konsekuensi negatif,” demikian pernyataan pemerintah Saudi.

Namun, juru bicara Pentagon John Kirby menuduh Saudi ‘mengamankan’ pendapatan Rusia dari penjualan minyak dan mengurangi dampak sanksi Barat ke Moskow akibat invasi di Ukraina.

“Dalam beberapa pekan terakhir, Saudi menyampaikan kepada kami, secara privat dan publik, niat mereka untuk mengurangi produksi minyak, yang mereka ketahui dapat meningkatkan pendapatan Rusia dan mengurangi keefektifan sanksi. Ini merupakan arah yang salah,” kata Kirby.

The Guardian melaporkan langkah OPEC+ tersebut bakal membawa dampak buruk bagi Biden sebelum pemilihan paruh waktu.

Langkah itu juga dapat dinilai sebagai tindakan yang mempermalukan AS.

Biden sempat bersumpah bakal menjadikan Saudi sebagai negara paria akibat kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, tetapi ia malah mencoba menjalin relasi baik dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Ruas Jalan Serba–Ranto Bintang Rawan Longsor

Next Post

Rusia Bersiap Latihan Perang Nuklir, Ogah Beri Tahu AS

Next Post

Rusia Bersiap Latihan Perang Nuklir, Ogah Beri Tahu AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Harumkan Nama Abdya, M. Yusuf Is Raih Piagam Penghargaan Sosialisator Penggerak Literasi dari Nyalanesia

Harumkan Nama Abdya, M. Yusuf Is Raih Piagam Penghargaan Sosialisator Penggerak Literasi dari Nyalanesia

04/10/2026
Exco PSSI Pusat Tegaskan Kongres PSSI Aceh Sesuai Statuta

Exco PSSI Pusat Tegaskan Kongres PSSI Aceh Sesuai Statuta

04/10/2026
Krak, Kakek-Nenek Asal Aceh Taklukkan Padang Tandus China-Kazakhstan

Krak, Kakek-Nenek Asal Aceh Taklukkan Padang Tandus China-Kazakhstan

04/10/2026
Waspada, Akun Facebook dan WhatsApp Palsu Catut Nama Kakanwil Kemenag Aceh

Waspada, Akun Facebook dan WhatsApp Palsu Catut Nama Kakanwil Kemenag Aceh

04/10/2026
Persada Abdya Juara Zona Sumatra Putaran Nasional Piala Soeratin U-17, Melaju ke 8 Besar di IKN

Persada Abdya Juara Zona Sumatra Putaran Nasional Piala Soeratin U-17, Melaju ke 8 Besar di IKN

04/10/2026

Terpopuler

Israel Ketakutan Sanksi Iran Bakal Dicabut tapi Bisa Peroleh Bom Nuklir

Diplomat Israel Anggap Saudi Hina AS: Sekutu yang Tak Bisa Dipercaya

18/10/2022

Persada Abdya Juara Zona Sumatra Putaran Nasional Piala Soeratin U-17, Melaju ke 8 Besar di IKN

Atlet Anggar Abdya Sabet Emas dan Perak di Kejuaraan Anggar Mini Kompetisi Jilid II Banda Aceh

Mengurai Benang Kusut di Abdya: Ketika Public Distrust Membakar Sengketa Lahan PT Cemerlang Abadi

Harumkan Nama Abdya, M. Yusuf Is Raih Piagam Penghargaan Sosialisator Penggerak Literasi dari Nyalanesia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com