Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mengalokasikan sejumlah bonus untuk para juara di MTQ Nasional XXIV di Banjarmasin. Mereka dianggap telah mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.
Dimana, mereka yang berhasil menjadi juara adalah, juara 1 Khat Kontemporer Putri, juara II Hiasan Mushaf Putra dan juara III Kontemporer Putra.
Selanjutnya peserta kafilah Aceh juga mendapatkan juara harapan, di antaranya harapan I Cabang Tilawah Tartil Putra, harapan 1 Khattil Dekorasi Putra dan harapan 1Tafsir Bahasa Arab Putri.
Untuk harapan II, lanjut Alidar, didapatkan oleh peserta 5 Juz dan Tilawah Putri, dan Qiraah Sab’ah Murattal. Harapan II juga diperoleh dari cabang Qiraah Sab’ah Murattal. Harapan II juga diperoleh dari cabang Tilawah Anak-anak Putra, Khattil Quran Dekorasi Putri dan Khattil Quran Hiasan,Tafsir Bahasa Arab Putra dan Fahmil Quran Putri.
Sementara harapan III diperoleh oleh peserta dari Cabang Hifdhil 10 Juz Putri dan Syarhil Quran Putra.
Ya, kafilah Aceh berhasil mempertahankan posisi 10 besar nasional di ajang MTQ Nasional Banjarmasin. Kali ini, Aceh berada di rangking 8 dalam capaian angka prestasi.
Penjabat Gubernur Aceh memberi apresiasi kepada para juara yang telah mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional. Menurutnya, hal ini bukan sekedar prestasi tapi juga bentuk penguatan nilai nilai islami bagi generasi muda di Aceh.
Menurutnya, Ilmu agama adalah bekal berharga bagi generasi muda Aceh, untuk membangun Aceh yang lebih hebat di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki, dalam sambutannya usai menyerahkan bonus kepada para juara Musabaqah Tilawatil Qur’an, yang mewakili Aceh pada MTQ Nasional XXIV tahun 2022 di Banjarmasin, dalam acara di Restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu 9 November 2022.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, saya mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah berangkat dan membawa hasil yang baik. Teruslah berlatih, bersemangatlah untuk membangun Aceh. Bekal Ilmu agama yang adik-adik dapat selama ini bukan semata untuk diaplikasikan saat MTQ, namun itu harus menjadi bekal dan menambah semangat kita semua untuk membangun Aceh yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Pj Gubernur.
“Barusan sudah diserahkan bonus untuk para pemenang, tapi jangan dilihat jumlahnya karena bonus itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan pengalaman dan ilmu yang adik-adik terima selama mengikuti MTQ Nasional,” imbuh Achmad Marzuki.
Pj Gubernur optimis, dengan tekun berlatih maka kafilah Aceh tidak semata bisa berprestasi lebih baik di masa mendatang , tetapi juga akan membentengi diri dari hal-hal negatif di lingkungan sekitar.
“Mudah-mudahan ke depan, hasilnya bisa lebih baik lagi. Insya Allah dengan ilmu yang diterima dapat membentengi anak-anak muda dari pengaruh lingkungan yang tidak baik. Dengan ilmu agama yang dimiliki, kelak adik-adik Insya Allah akan menjadi manusia-manusia yang hebat dan bisa memajukan Aceh di masa yang akan datang,” kata Achmad Marzuki.
“Saya sangat menyadari, adik-adik semua adalah generasi yang luar biasa. Teruslah berlatih dan selalu bersemangat untuk membangun Aceh. Tidak ada yang bisa saya berikan, saya hanya ingin semua yang ada di sini selalu bersemangat dalam belajar, agar Aceh ke depan lebih baik, lebih maju dan lebih hebat. Sekali lagi selamat,” pungkas Pj Gubernur Aceh.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh EMK Alidar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah Aceh yang telah berjuang maksimal, sehingga Aceh mampu kembali berada dalam jajaran 10 besar juara MTQ Nasional XXIV Banjarmasin.
“Alhamdulillah, dengan perjuangan para kafilah dan bimbingan dari para pelatih, akhirnya Aceh kembali masuk dalam 10 besar, setelah pada MTQ XXVIII sempat terlempar dari 10 besar. Terima kasih kami sampaikan kepada Pak Gubernur atas segala bimbingannya dan arahannya selama ini,” kata Alidar.

Sebelumnya, kafilah Aceh yang berangkat sebanyak 100 orang yang terdiri atas peserta, pelatih, official, pendamping dan tim medis.
“Kafilah yang akan bertanding sebanyak 54 orang dan akan mengikuti beberapa cabang, yaitu tilawah anak (putra/putri), tilawah remaja (putra/putri), tilawah dewasa (putra/putri), tartil (putra/putri), tilawah tuna netra (putra/putri), qiraah saba’ah remaja (putra/putri), qiraah sab’ah mujawwad dewasa (putra/putri), qiraah sab’ah murattal dewasa (putra/putri), tahfidh 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz dan 30 juz (putra/putri),” ujar Alidar.
Selanjutnya, sambung Kadis Syariat Islam, tafsir bahasa Arab, tafsir bahasa Indonesia dan tafsir bahasa Inggris (putra/putri), fahmil Quran (putra/putri), syarhil Quran (putra/putri), khat tulisan buku (putra/putri), khat hiasan mushaf (putra/putri), khat dekorasi dan khat kontemporer (putra/putri) serta karya tulis ilmiah Quran (putra/putri).
“Untuk mempersiapkan para kafilah, DSI telah melakukan pemusatan latihan selama 25 hari yang dibagi dalam 3 tahap, yaitu tahap pertama 9 hari, tahap kedua 6 hari dan tahap ketiga 10 hari.
“Di tahap ketiga ada 13 peserta yang mengikuti training cenyer di Wisma Syahida Inn, Ciputat,” kata Alidar.
“Kami mengapresiasi para pelatih yang telah memberikan yang terbaik untuk mempersiapkan kafilah Aceh, sehingga siap mengikuti MTQ nasional ke-29 di Banjarmasin,” imbuh Kadis Syariat Islam.
Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, ikut mengapresiasi prestasi yang diukir oleh khafilah Aceh di ajang MTQ Nasional di Banjarmasin, beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah. Semoga prestasi ini mampu terus dipertahankan di tahun tahun mendatang. Demikian juga dengan pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” ujar dia.
Tulisan ini merupakan hasil Kerjasama Dinas Syariat Islam Aceh dengan media atjehwatch.com.








