Pelaksanaan MTQ Aceh di 2023 bakal berlangsung di Simeulue. Perencanaan demi perencanaan mulai disusun. Seperti apa?
Pekan lalu atau Rabu 23 November 2023 lalu, seluruh Kepala Dinas Syariat Islam se-Aceh berkumpul di Kabupaten Simeulue. Termasuk di dalamnya perwakilan Dinas Syariat Islam provinsi Aceh.
Kepala Dinas Syariat Islam se-Aceh berkumpul di Kabupaten Simeulue mengikuti rapat Koordinasi terkait persiapan MTQ ke- 36 Tingkat Aceh tahun 2023. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini bisa membuat persiapan maksimal untuk menyambut kedatangan para khafilah kabupaten kota di Aceh di kabupaten kepulauan di sana.
Rapat koordinasi tersebut dibuka langsung Penjabat (PJ) Bupati Simeulue, Ahmadlyah, S.H, di Aula Dinas Kesehatan setempat, pada hari Rabu 23 November 2022.
Dalam sambutan, Pj.Bupati Simeulue Ahmadlyah. SH, menyucapkan selamat atas kedatangan para kepala dinas kabupaten kota di daerahnya.
“Syukur Alhamdulillah, peseta rakor telah tiba di Simeulue dengan selamat.”
“Selamat datang di kabupaten kepulauan kami, syukur Alhamdulillah bapak ibu sudah sampai di tempat kami dengan selamat. Ini merupakan rakor lanjutan persiapan MTQ Aceh yang rencananya akan kita adakan di Simeulue,”ujarnya saat itu.
Dihadapan peseta Rakor, Ahmadlyah menyebutkan awalnya anggaran pelaksanaan MTQ tingkat Aceh yang akan dilaksanakan di Simeulue, sebesar Rp 15 miliar.
Namun, kata dia, pada pertemuan terakhir dengan pemerintah Aceh, anggaran ditambah Rp 10 miliar. Total anggaran pelaksanaan MTQ tahun 2023 dikatakannya, sebesar Rp 25 miliar.
Dalam kesempatan tersebut, secara singkat Pj Bupati memaparkan Lokasi pelaksanaan MTQ. Disampaikannya, awalnya arena MTQ direncanakan dilaksanakan di Desa Linggi.
“Lantaran mobilisasi tidak memungkinkan, untuk itu dipindahkan ke lapangan tribun pendopo Bupati Simeulue. Kita berharap kegiatan MTQ Aceh di 2023 berlangsung sukses,” kata dia.
Diakhir sambutannya, Ahmadlyah menyampaikan bahwa Pemda Simeulue berkomitmen akan tetap melaksanakan MTQ tersebut meskipun suport anggaran dinilai masih terbatas.
Hadir pada kesempatan itu Plt Sekda Simeulue Asludin, M.Kes, Kapolres Simeulue AKBP Jatmiko, Dan Unit Kodim 0115 Kapten Inf Salman Daulay, Ketua DPRK Simeulue Irwan Suharmi, M.Si, Dandenpom Lanal Kapten Marinir Eko Wahyudi.
Selanjutnya, Staf Ahli Bupati, Ketua MPU Heriansyah, Lc, Ketua MPD Sarman Jayadi, asisten II Dedi Erisma, SE, Asisten III Syafrinudin, SH, MH, perwakilan Kajari, perwakilan Pengadilan Negeri, perwakilan Dekranasda, SKPK terkait.
Sebelumnya, pelaksanaan MTQ Aceh di 2022 berlangsung di Kabupaten Bener Meriah, pada Juni 2022 lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, yang saat itu masih dijabat oleh Taqwallah, atas nama Gubernur Aceh dengan resmi menutup acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Aceh ke-35 di Redelong, Kabupaten Bener Meriah Jumat malam, 24 Juni 2022.
MTQ yang dimulai 19 Juni itu diikuti seluruh kabupaten kota di Aceh dengan total peserta dari seluruh cabang yang diperlombakan mencapai 1.257 orang.
Berdasarkan penilaian dewan hakim, diputuskan juara umum MTQ Tingkat Provinsi Aceh ke 35 Tahun 2022 berhasil diraih oleh Kabupaten Aceh Besar dengan perolehan nilai 69. Bagi Aceh Besar status juara itu adalah untuk keduakalinya secara beruntun, setelah sebelumnya juga juara umum MTQ Aceh ke-34 di Pidie.
Selanjutnya juga diumumkan kabupaten kota yang berhasil memperoleh juara 2,3,4 dan seterusnya dalam kategori 10 besar.
Kabupaten kota tersebut yaitu Pidie dan Aceh Timur sebagai peringkat 2 dengan perolehan nilai 42, peringkat 3 Bener Meriah dengan nilai 41, serta Aceh Selatan sebagai juara 4 dengan nilai 37.

Selanjutnya Aceh Utara peringkat 5 dengan nilai 35, Simeulue peringkat 6 dengan nilai 21, Lhokseumawe peringkat 7 dengan nilai 20, Subulussalam peringkat 8 dengan nilai 16, Banda Aceh peringkat 9 dengan nilai 14 dan terakhir Pidie Jaya berada di peringkat 10.
Seremonial penyerahan piala bergilir juara umum dilakukan oleh Sekda Aceh Taqwallah dan diterima Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.
Event Musabaqah Tilawatil Quran merupakan ajang untuk menanamkan ajaran dan nilai-nilai Alqur’an kepada generasi muda. Konon lagi Aceh yang menerapkan pemberlakuan syariat Islam sejak 20 tahun lalu.
Bagi Aceh, pelaksanaan MTQ Aceh bukan lah gengsi antar kabupaten kota tapi juga tempat melakukan pembinaan untuk menerapkan nilai Islami dalam kehidupan masyarakat Aceh. Hal ini terbukti dengan terus berbenahnya Aceh dalam lingkup penerapan syariat Islam.
Tidak hanya itu, posisi Aceh di MTQ Nasional yang berlangsung di Banjarmasin beberapa waktu lalu juga membuktikan bahwa pola pembinaan yang selama ini dimotori oleh Dinas Syariat Islam Aceh cukup berhasil.
Hal ini juga menuai pujian dari Pj Gubernur Aceh beberapa waktu lalu.
Ya, kafilah Aceh berhasil mempertahankan posisi 10 besar nasional di ajang MTQ Nasional Banjarmasin. Kali ini, Aceh berada di rangking 8 dalam capaian angka prestasi.
Penjabat Gubernur Aceh memberi apresiasi kepada para juara yang telah mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional. Menurutnya, hal ini bukan sekedar prestasi tapi juga bentuk penguatan nilai nilai islami bagi generasi muda di Aceh.
Menurutnya, Ilmu agama adalah bekal berharga bagi generasi muda Aceh, untuk membangun Aceh yang lebih hebat di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki, dalam sambutannya usai menyerahkan bonus kepada para juara Musabaqah Tilawatil Qur’an, yang mewakili Aceh pada MTQ Nasional XXIV tahun 2022 di Banjarmasin, dalam acara di Restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu 9 November 2022.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, saya mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah berangkat dan membawa hasil yang baik. Teruslah berlatih, bersemangatlah untuk membangun Aceh. Bekal Ilmu agama yang adik-adik dapat selama ini bukan semata untuk diaplikasikan saat MTQ, namun itu harus menjadi bekal dan menambah semangat kita semua untuk membangun Aceh yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Pj Gubernur.
Nah, untuk pelaksanaan MTQ Aceh 2023 di Simuelue diharapkan kembali melahirkan para qari dan qariah baru untuk Aceh. Maka sebagai tuan rumah, Pemkab Simeulue perlu melakukan berbagai persiapan agar kegiatan berlangsung sukses.
Tulisan ini merupakan hasil Kerjasama Dinas Syariat Islam Aceh dengan media atjehwatch.com.








