Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Antrean Panjang di SPBU Aceh, Hiswana Migas: Gegara Disparitas Harga

Atjeh Watch by Atjeh Watch
06/01/2023
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM bersubsidi terjadi di sejumlah SPBU di Aceh. Hiswana Migas Aceh menyebut antrean dipicu beberapa faktor, salah satunya perbedaan harga yang tinggi.

“Dari sejumlah pertemuan yang digelar untuk membahas masalah ini, disparitas harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi merupakan salah satu masalah yang menjadi faktor utama. Perbedaan harga yang sangat siqnifikan memicu terjadinya migrasi konsumen ke BBM subsidi,” kata Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noedin dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (6/1/2023).

Menurutnya, migrasi itu selain disebabkan masalah harga juga kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Pengendara kendaraan disebut mencari alternatif pengeluaran lebih ekonomis.

“Faktor ekonomi, migrasi akibat disparitas harga, penyesuaian kuota bersubsidi, dan masa adaptasi konsumen dalam penggunaan aplikasi my Pertamina, harus diakui memang memberi pengaruh terhadap berlarutnya antrean ini,” jelas Nahrawi.

Dia menyebutkan, semua pihak menaruh perhatian besar terkait permasalahan itu. Pemerintah Aceh juga disebut telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur kuota BBM bersubsidi bagi masyarakat.

“Polisi kita juga melakukan monitoring ketat untuk memantau perkembangan situasi. Teman-teman di SPBU juga sudah berusaha luar biasa keras untuk melayani,” jelasnya.

“Mudah-mudahan BPH Migas melalui Pertamina juga segera menambah kuota BBM bersubsidi untuk Aceh. Sehingga menjelang akhir musim liburan ini antrean di SPBU bisa segera kembali normal. Mudah-mudahan begitu,” lanjut Nahrawi.

Sebelumnya, anggota DPR Aceh meminta Pemerintah Aceh melobi pemerintah pusat, Pertamina dan pihak terkait lainnya untuk menambah kuota BBM subsidi untuk Tanah Rencong. Penambahan itu disebut perlu untuk mencegah antrean panjang.

“Menyikapi akhir-akhir ini bahwa hampir seluruh titik yang ada di Aceh di seluruh SPBU terjadi kelangkaan minyak bersubsidi, Ini tidak boleh dianggap hal sepele. Tidak cukup dengan surat pak gubernur itu, bukan solusi itu,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR Aceh Irpannusir dalam rapat paripurna di DPR Aceh, Kamis (5/1).

Surat dimaksud Irpannusir adalah surat edaran Gubernur Aceh tentang pembatasan pembelian solar subsidi. Selain itu, dia meminta Pemerintah Aceh tidak hanya mengirim surat ke Pemerintah Pusat terkait penambahan kuota.

“Usulkan kembali jangan surat dibuat oleh ESDM dikirim ke Jakarta. Mana mau dengar mereka. Berangkat ke Jakarta minta penambahan kuota minyak. Ini semua tempat kita pergi langka. Sudah kita antre sampai ke lokasi minyak sudah habis,” jelas politikus PAN ini.

“Memang nggak cukup minyak. Bukan solusi kirim surat ke Jakarta minta mensiasati kuota yang sudah ada. Kuotanya minta tambah. Jangan hanya dibuatkan surat,” jelasnya.

Sumber: detik.com

Previous Post

Penjabat Gubernur Aceh Minta Kegiatan Fisik Pengembangan KEK Arun Segera Dimulai

Next Post

22 Terdakwa Kasus Narkoba di Aceh Dihukum Mati

Next Post
Jaksa Akan Kasasi Vonis Bebas Perkosaan Anak di Aceh Besar

22 Terdakwa Kasus Narkoba di Aceh Dihukum Mati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

08/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Januari hingga 6 Juni 2026, Aceh Alami Kerugian Rp34,7 Miliar Akibat Karhutla

08/06/2026
Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

08/06/2026
Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

08/06/2026
Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Antrean Panjang di SPBU Aceh, Hiswana Migas: Gegara Disparitas Harga

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com