Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Syech Fadhil Ingatkan Jakarta Soal Bandara Internasional di Aceh, Ada Apa?

Atjeh Watch by Atjeh Watch
14/02/2023
in Nanggroe
0
Dukung Aceh Jadi Satu-satunya Embarkasi Keberangkatan Haji Indonesia, Syech Fadhil: Ada Alasan Historis dan Efesiensi

Syech Fadhil dengan peci khasnya 'Alam Peudeung.' Foto Istimewa

BANDA ACEH – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, mengingatkan pemerintah pusat bahwa Aceh memiliki kekhususan yang perlu dipertimbangkan dalam setiap regulasi baru yang dikeluarkan.

Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini saat ditanya wartawan terkait rencana pemerintah pusat memangkas jumlah bandara internasional di Indonesia, Senin 13 Februari 2023.

Menteri BUMN, Erick Thohir, rencananya memangkas jumlah bandara internasional dari 32 menjadi 15 bandara sesuai perintah Presiden Jokowi.

Dua dari 32 bandara internasional ini berada di Aceh. Dua bandara internasional tersebut adalah Bandara Sultan Iskandar Muda dan Bandara Maimun Saleh, Sabang.

“Jangan pangkas bandara internasional di Aceh,” kata Syech Fadhil mengingatkan.

Pasalnya, kata pria yang akrab disapa Syech Fadhil, memiliki kekhususan bidang Kerjasama internasional sebagaimana yang diatur dalam MoU Helsinki dan UUPA.

Kata Syech Fadhil, salah satu kewenangan Aceh sebagaimana yang tercatat dalam MoU Helsinki poin 1,3 dan 7 berbunyi “Aceh akan menikmati akses langsung dan tanpa hambatan ke negara-negara asing, melalui laut dan udara.”

Kemudian dalam UUPA pada pasal 165 berbunyi “Penduduk di Aceh dapat melakukan perdagangan dan investasi secara internal dan internasional sesuai peraturan perundang-undangan.”

“Jadi untuk rencana pengurangan bandara internasional dari 32 menjadi 15 bandara internasional, kita berharap Aceh tidak termasuk. Aceh harus ada pengecualian. Karena Aceh memiliki kekhususan sebagaimana yang diatur dalam MoU Helsinki dan UUPA,” ujar senator muda yang berlatar belakang santri dayah ini.

“Jadi jauh-jauh hari kita ingatkan. Jangan sampai mereka pura-pura tidak tahu dan tidak mau tahu,” kata senator ini lagi.

Selain itu, kata Syech Fadhil, keberadaan Bandara Internasional penting bagi Aceh pasca konflik dan tsunami. Status bandara internasional juga bagian dari rencana Aceh untuk menguatkan sektor pariwisata serta melepaskan diri dari ketergantungan dengan provinsi Sumatera Utara.

“Kita (Aceh-red) sedang mencoba bangkit pasca konflik dan tsunami. Tren kedatangan turis juga kian meningkat tiap tahunnya. Kalau kemudian status bandara internasional untuk Aceh dicabut, maka ini sama artinya dengan kembali merubah apa yang sudah dirintis selama ini. Sekali lagi, untuk Aceh harus ada pengecualian,” kata Syech Fadhil.

Terlebih, kata Syech Fadhil, bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) baru saja diwacanakan untuk ditetapkan sebagai bandara keberangkatan umrah dari Indonesia.

“Ini juga salah satu pertimbangan lainnya. Jadi keberadaan bandara internasional di Aceh penting, dan harus dijaga. Fungsinya harus dioptimalkan dan bukan dipangkas,” kata sahabat Ustadz Abdul Somad (UAS) di Aceh ini lagi.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Mandiri Investment Forum mengatakan bahwa pemerintah akan mengurangi jumlah Bandara Internasional dari 32 menjadi 15 bandara sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

Dari 32 bandara internasional yang sedang dievaluasi di Indonesia, dua diantaranya berasal dari Aceh. Dua bandara internasional di Aceh, adalah Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang dan satu lagi Bandara Maimun Saleh, Sabang.

Previous Post

Polisi: Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan pada Jenazah Pengungsi Rohingya

Next Post

Syech Fadhil: Pengajaran Fiqh Siasah Harus Lebih Massif

Next Post

Syech Fadhil: Pengajaran Fiqh Siasah Harus Lebih Massif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Raih Dua Rekor MURI Sekaligus, FJA Abdya Apresiasi Bupati Safaruddin

Raih Dua Rekor MURI Sekaligus, FJA Abdya Apresiasi Bupati Safaruddin

25/04/2026
BPC HIPMI Sambut Kehadiran Pengusaha Ternama di Jakarta dan Eropa Asal Abdya pada Ajang HUT Abdya ke-24

BPC HIPMI Sambut Kehadiran Pengusaha Ternama di Jakarta dan Eropa Asal Abdya pada Ajang HUT Abdya ke-24

25/04/2026
Pertamina Layani 14 Penerbangan Haji Via Bandara SIM Blang Bintang

Pertamina Layani 14 Penerbangan Haji Via Bandara SIM Blang Bintang

25/04/2026
Kepala SDN 1 Percontohan Karang Baru Kembali Nakhodai PGRI Aceh Tamiang

Kepala SDN 1 Percontohan Karang Baru Kembali Nakhodai PGRI Aceh Tamiang

25/04/2026
Banda Aceh Raih National Governance Award 2026

Banda Aceh Raih National Governance Award 2026

25/04/2026

Terpopuler

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

25/04/2026

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Jawa Tengah dan Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp1,06 Triliun

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

MUQ Aceh Selatan Kembali Juara Umum SOB ke – XIII 2026 se-Barat Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com